Gunung Butak Malang: Mendaki Kepala Sang Putri

Hawa dingin Gunung Butak yang tidak akan melebihi 15˚C memang menjadi ciri khas tersendiri. Suhu malam hari di Gunung ini berkisaran 0-10˚C, sangat dingin bukan? Karena gunung Butak memiliki vegetasi hutan hujan tropis dan hutan lumut yang mencirikan tipe iklim C dan D. Jadi suhunya memang cukup dingin.



Taukah kamu, mengapa Gunung ini dinamai Butak ? Butak dalam bahasa Jawa memiliki arti dahi atau kepala. Hal ini sangat sesuai jika kamu melihat jajaran Pegunungan Butak, Kawi dan Panderman dari arah timur yakni sekitar daerah Malang dan Batu. Jajaran gunung tadi menggambarkan seperti seorang Puteri yang sedang tiduran, dengan Gunung Butak mewakili bagian kepalanya, Gunung Kawi mewakili bagian dada, sedangkan Gunung Panderman mewakili bagian kakinya.

Walaupun tingginya tidak sampai 3000 mdpl, yakni hanya sekitar 2868 mdpl. Namun Gunung ini cukup menantang juga untuk disambangi. Gunung ini pun termasuk salah satu dari 7 Puncak Gunung tertinggi di Jawa Timur. Kebanyakan pendaki memang berasal dari daerah sekitar Gunung ini seperti Malang, Surabaya, Blitar dan daerah sekitarnya.

Nah untuk mencapai Puncak Gunung Butak Cikasur sarankan kamu memilih Jalur Pendakian via Sirah Kencong yang cukup pendek dan sangat indah pemandangannya.

Mendaki Gunung Butak Melalui Jalur Pendek Sirah Kencong

Gunung Butak

Gunung Butak

Sebelum memulai pendakian, tentu para pendaki diharuskan menuju pos perijinan Sirah Kencong. Terdapat dua rute perjalanan yang bisa dilalui kendaraan untuk mencapainya. Untuk mencapai perijinan Sirah Kencong pun perlu perjuangan dan keahlian dalam mengemudikan kendaraan kamu lho!

  1. Rute Pasar Semen

Pilihan pertama adalah rute dari Blitar, menuju Wlingi kemudian melalui Pasar Semen. Setelah Pasar Semen, belok kanan kemudian mengikuti papan petunjuk yang ada. Jalanan yang akan dilalui setelah melalui jalan beraspal tentu saja kamu akan menemukan jalanan menanjak, berbatu dan berliku tajam yang akan menguji keahlian berkendara kamu. Rute perjalanan ini akan melalui Perkebunan Kawesari dan Air Terjun Lawean Kawesari.

  1. Rute Wlingi

Pilihan Kedua adalah melalui rute Wlingi, menuju Kawedanan lalu menuju Tegalsari. Rute ini tidak seekstrem rute pertama memang. Kamu akan melewati Perkebunan Pijijombo, Pabrik susu hingga pertemuan dari arah rute Semen. Rute ini tidak ditemukan jalan menanjak dan berbatu hanya berpasir saja.

Perjalanan Pada Pendakian Gunung Butak

Perjalanan awal menuju Puncak Gunung Butak via Sirah Kencong kamu harus melewati 1 jam perjalanan menuju Wukir Negara. Perjalanan menuju Wukir Negara memang cukup panjang dengan medan yang berkelok-kelok, namun disekitar kamu akan dimanjakan dengan pemandangan kebun teh yang terhampar luas. Sangat menyejukan mata namun ini saja belum memasuki medan pendakian yang sebenarnya.

Wukir Negara merupakan pintu gerbang awal di pintu hutan, dengan lokasi datar. Pemandangan yang terlihat dari wukir negara ini antara lain perkebunan teh yang terhampar luas dan Gunung Kelud jika cuaca tidak berkabut. Setelah melalui wukir negara barulah pendakian menuju puncak butak dimulai.

Setelah melewati Gerbang Wukir Negara, kamu akan menemukan jalanan menanjak yang konstan dengan tanah padat. Estimasi waktu yang dibutuhkan sekitar 50 menit untuk sampai Pos 1. Sisi jalur ini dipadati dengan hutan hujan tropis yang sangat padat. Barulah pada Pos 1 ditemukan area datar untuk membangun tenda atau sekedar beristirahat.

Menuju Pos 2 hampir sama dengan sebelumnya yakni tanjakan dengan tanah yang padat. Perjalanan menuju Pos 2 yakni sekitar 45 menit. Pos 2 ditandai dengan dua pohon besar diarea sempit dan bergelombang. Perjalanan menuju pos 3 akan didominasi dengan pohon pinus yang tidak terlalu rapat vegetasinya dibanding sebelumnya. Jalanan pun masih sama yakni tanjakan dengan tanah yang padat. Perjalanan menuju Pos 3 cukup panjang yakni sekitar 1 jam perjalanan.

Pos 3 kamu akan menjumpai area lahan datar terbuka, disini kamu dan rombongan bisa beistirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Menuju Pos 4 kamu dan rombongan akan dihadirkan trek menanjak yang lebih terjal dan licin. Sampai akhirnya kamu akan menemukan Pos 4 diantara pepohonan pinus. Perjalanan menuju Pos 4 daat ditempuh selama 30 menit.

Menuju Pos 5 adalah yang terberat dan terpanjang, dengan trek tanjakan melewati hutan pinus dan semak-semak tinggi. Estimasi menuju Pos 5 yakni sekitar 1,5 jam. Tak jarang kamu akan melihat Puncak Butak di trek ini. semakin mendekati Pos 5 vegetasi hutan pinus dan semak tinggi akan tergantikan dengan hutan lumut. Sampailah kamu dan rombongan ke Pos 5 jika kamu telah menemukan area datar yang cukup luas sebelum melanjutkan pendakian ke Puncak Butak.

Sebelum mencapai Puncak Butak, kamu akan melihat sekeliling dipenuhi dengan pohon-pohon berlumut dengan tegakan yang tidak terlalu rapat. Perjalanan dari Pos 5 menuju Puncak Butak tak terlalu lama yakni sekitar 30 menit. Sampai akhirnya kamu akan menemukan savana yang cukup luas dengan gundukan bertahtakan Puncak Gunung Butak. View dari puncak ini dapat kamu temukan seperti Gunung Kawi dan Panderman, di kejauhan juga akan terlihat Gunung Kelud, Pegunungan Welirang sampai Arjuna serta tampak Gunung Semeru.

Tips Pendakian Gunung butak Via Sirah Kencong

  1. Jika menggunakan kendaraan roda 4 pilihlah rute Wlingi, Tegalsari. Selain jalan lebih lebar, lebih mudah juga aksesnya.
  2. Persiapkan logistik dan perbekalan air yang cukup, karena tidak ditemukan sumber air
  3. Terdapat banyak jalur yang bisa dilalui untuk menuju Gerbang Hutan Wukir, sebaiknya berilah tanda agar tidak tersesat ketika turun. Karena perkebunan teh di kaki Gunung ini sangatlah luas.
  4. Sebaiknya gunakan celana panjang dan sepatu agar tidak terkena pacet yang sangat banyak dihutan sekitar jalur pendakian
  5. Puncak Gunung merupakan hamparan savana, tidak terdapat tegakan rindang. Jadi jika sampai puncak pada siang hari persiapkanlah jaket, topi atau payung untuk menghindari dari sengatan terik matahari.
  6. Jika musim penghujan tetaplah berhati-hati dan waspada, karena jalanan licin dan terjal.
  7. Jika weekend biasanya memang ramai oleh pendaki, sebaiknya pilihlah workday untuk melakukan pendakian menuju puncak Butak agar tidak terlalu banyak rombongan pendakian lainnya.

Selain Jalur Pendakian Via Sirah Kencong sebenarnya terdapat tiga jalur pendakian lainnya yang dapat kalian pilih antara lain lewat Jalur Wonosari yang tidak melalui perijinan, Lewat Bukit Panderman dan melalui Jalur Desa Gadingkulon. Semua jalur pendakian tentu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Jalur Pendakian Via Sirah Kencong memang Jalur tercepat dan terpendek. Walaupun harus melewati rute pendakian yang terjal, semua lelah akan terbayarkan jika sudah sampai puncak Gunung Butak. Sebagai pendaki jadilah Pecinta Alam sejati, dengan misi Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak dan Jangan ambil apapun kecuali kenangan (foto). Selamat mendaki !

Leave a Reply