Serba Serbi 5 Jalur Pendakian Gunung Penanggungan

Tak jauh dari Puncak Abadi para dewa atau Gunung semeru yang terkenal karena film 5 cm, ada anak gunung yang bernama Gunung Penanggungan yang patut kamu coba. Tak setinggi dan tak seterkenal Semeru memang, tapi Penanggungan merupakan salah satu surga bagi pendaki pemula. Sangat ramah memang untuk dijajal oleh para pemula, karena dapat ditempuh hanya dalam waktu 4-5 jam melalui Jalur Trawas.



Bagi kalian Pendaki Sejati, pendakian menuju puncak Penanggungan dapat menjadi pemanasan untuk pendakian selanjutnya lho ! Jika mendaki gunung melalui jalur Jolotundo, maka akan ditemukan banyak sekali situs purbakala menarik di gunung ini. Situs purbakala yang terkenal adalah Pentirtaan Jolotundo.

Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan

Semakin penasaran bukan dengan Gunung Penanggungan? Simak terus ya.. Cikasur akan membagikan informasi pendakian di Penanggungan ini !

Legenda Gunung Penanggungan yang terkenal sebagai kembaran Mahameru

Gunung Penanggungan memang dikenal karena memiliki kemiripan dengan Gunung Semeru. Jika sudah pernah menjamah sampai puncak baik Penanggungan maupun Semeru, pasti akan tahu jawabannya dengan mata kepala sendiri. Ya, benar puncaknya yang tandus dan terkesan gersang. Tak jarang yang bilang bahwa Penanggungan merupakan miniatur dari Semeru.

Konon katanya terdapat legenda yang berasal dari kitab kuno Tantu Pagelaran. Pulau Jawa memiliki daratan yang sangat rentan terhadap goncangan (gempa) serta terombang ambing. Dalam legenda diceritakan bahwa Para Dewa pun sepakat untuk memindahkan Gunung Meru di India ke Pulau Jawa bagian barat. Setelah berada di bagian barat, Pulau Jawa bagian timur terangkat atau kurang seimbang. Maka dari itu dipindahkanlah Gunung Meru ke bagian timur, namun banyak bagian Gunung Meru yang tercecer dan menciptakan gugusan pegunungan di Pulau Jawa.

Setelah berada dibagian timur, Gunung Meru yang sangat besar ini masih belum menyeimbangkan Pulau Jawa. Lalu Para Dewa memutuskan untuk membelah Gunung Meru dan meletakan bagian kecilnya ke bagian barat laut. Inilah asal muasal Gunung Penanggungan dan Gunung Mahameru atau Semeru menurut Legenda kuno.

Namun, dibalik semua itu pasti Penanggungan memiliki kelebihan dibandingkan Semeru. Karena ternyata umat Hindu jaman kuno banyak melakukan aktivitas di gunung ini, dibuktikan denan adanya situs-situs purbakala di Penanggungan. Sebut saja situs purbakala yang cukup dikenal bernama Pentirtaan Jolotundo. Jika kamu mendaki melewati jalur pendakian Jolotundo, maka kamu akan menemukan candi-candi umat Hindu maupun Budha dari Jaman Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Airlangga.

Setidaknya ditemukan sebanyak 116 situs objek purbakala di gunung ini, tak heran jika Penanggungan masuk kedalam daftar 9 Gunung Suci di Pulau Jawa. Jenis situs purbakala yang sering dijumpai di bagian lereng gunung sampai dipuncak antara lain percandian, Gapura, Punden Berundak dan tempat pertapaan. Bangunan suci di Penanggungan ini memiliki gaya bangunan yang cukup nyentrik dimana bangunan tersebut tidak berdiri sendiri melainkan menyatu atau menempel pada dinding tebing atau lereng gunung.

Dari 5 Jalur Pendakian Gunung Penanggungan, pilihlah Jalur Trawas jika kamu masih pendaki pemula

Untuk mencapai puncak ketinggian gunung penanggungan yaitu sekitar 1653 mdpl, terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa kamu pilih. Kesemua jalur tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kamu dapat memilih jalur pendakian menuju puncak Penanggungan sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kamu ya! Berikut ini kelima jalur pendakian menuju puncak dimana para dewa bersemayam.

  1. Jalur Trawas (Jalur Selatan)

Jalur melalui Desa Tamiajeng atau Trawas ini merupakan salah satu jalur termudah yang dapat kamu tempuh untuk menjajal menjadi Pecinta Alam melalui pendakian Gunung Penanggungan yang merupakan miniatur Semeru ini. untuk menuju basecamp pendakian Jalur Trawas, kamu bisa mencarinya lewat GPS. Letak basecamp bersebelahan dengan Kampus Ubaya Gedung B di Desa Tamiajeng, Trawas.

Jika kamu memilih jalur ini, jangan lupa bawalah perbekalan air minum yang cukup karena di jalur pendakian ini tak ada sumber mata air. Jalur ini tidak begitu ekstrem untuk pendaki pemula, namun tetap jangan meremehkan jalur ini ya ! untuk mencapai Puncak Bayangan, kamu harus melalui 4 pos. Sedangkan untuk menuju Puncak Pawitra paling atas, harus melalui satu jalur lagi dengan jalanan menanjak dan beralaskan batu-batuan gunung terjal dan licin.

  1. Jalur Ngoro (Jalur Timur)

Jalur Ngoro ini merupakan jalur yang masih alamiah. Untuk melewatinya kamu bisa menempuhnya dari Desa Wonosunyo. Dengan kesunyian dan kealamiahan yang didapatkan jika melalui jalur pendakian ini, kamu bisa semakin menghayati pendakian menuju Puncak Pawitra. Karena masih alami, pos perijinan pun masih belum didirikan. Perijinan pendakian langsung dilakukan di rumah warga sekaligus penitipan motor. Jalur Ngoro atau sering dikenal dengan Jalur Kunjorowesi (nama desa) ini merupakan Jalur tercepat menuju Puncak Penanggungan.

  1. Jalur Jolotundo (Jalur Barat)

Jalur Pendakian melewati Jolotundo ini merupakan Jalur zig zag atau melingkar hingga puncak gunung yang dipercaya sebagai jalur sebenarnya atau jalur kuno. Jalur zig zag memiliki keistimewaan dengan terdapatnya tanggul disetiap tikungan, terdapat percandian danpeninggalan kuno sedangkan jalur melingkar ada dua lapis sampai puncak. Jalur ini sebenernya membuktikan bahwa orang jaman kuno memiliki kreativitas dan kearifan lokal yang bagus dengan tujuan mempermudah pendakian agar tidak terasa lelah. Adapun beberapa Candi yang akan kamu lewati jika memilih Jalur pendakian ini antara lain Candi Bayi, Candi Puteri, Candi Pura, Candi Gentong dan Candi Shinta.

  1. Jalur Kedungudi

Seperti jalur sebelumnya via ngoro, hanya saja Jalur Kedungudi sudah diresmikan pada tahun 2017 silam. Seperti halnya jalur Jolotundo di jalur pendakian ini kamu juga akan menemui beberapa situs peninggalan kuno berupa percandian Hindu dan Budha. Jalur Kedungudi memang sejajar dengan Jalur Jolotundo hanya saja berbeda di tujuan akhir dan punggungannya. Pos-pos yang akan dilewati pun dinamakan nama candi yang akan kamu singgahi lho, menarik bukan ? setelah melewati Pos 2 kamu akan menemui Candi Larik, Candi Siwa, Candi Lurah, Candi Wisnu dan CandI Guru.

  1. Jalur Kesiman

Jika kamu memilih untuk mencoba Jalur yang lain lagi, ada Jalur dari Desa Kesiman, maka dari itu dinamakan Jalur Kesiman. Desa kesiman berada di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Jalur ini seperti Jalur Kedungudi, baru diresmikan tahun 2017 juga bulan maret. Jika kamu memilih pendakian via jalur kesiman ini, kamu akan menemukan mata air di dekat basecamp yakni sekitar daerah leses. Hampir sama dengan pendakian melalui Jalur lainnya, estimasi waktu yang dibutuhkan yakni sekitar 5-6 jam.

Jadi jalur pendakian mana yang menarik untuk kalian selami menuju Puncak Pawitra yang konon sangat indah pemandangan di pagi harinya? Jika belum pernah mencoba mendaki Gunung Penanggungan, sebaiknya kamu pilih saja Jalur Trawas yang paling mudah. Semoga informasi mengenai Penanggungan ini dapat menginspirasi pendakianmu ya!

Leave a Reply