8 Mitos dan Misteri di Gunung Lawu

Gunung Lawu, mendengar nama gunung satu ini pasti yang terlintas dipikiran adalah misteri gunung lawu. Banyak sekali memang cerita berbau mistis di gunung yang dikenal juga sebagai Seven Summits of Java. Jika kamu pernah mendaki gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl ini pasti kerap kali kamu menjumpai orang-orang yang mendaki gunung dengan bekal seadanya dan hanya bertujuan untuk berziarah.



Gunung Lawu

Gunung Lawu

Menambah kesan angker gunung ini memang. Menurut warga disekitar, gunung ini seolah-olah hidup, gunung ini bahkan bisa menentukan siapa orang-orang yang bisa mendatanginya dengan selamat atau tidak. Banyak sekali peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi agar tidak berakhir naas saat melakukan pendakian. Tak jarang sosok-sosok ghaib pun menampakkan dirinya. Berikut Cikasur membahas beberapa mitos dan misteri yang beredar tentang gunung ini.

Beberapa Mitos dan Misteri Gunung Lawu

  1. Pantangan membawa rombongan berjumlah ganjil

Kabar bahwa Gunung Lawu Angker ini memang sudah bukan jadi buah bibir semata. Banyak diantara pendaki dengan jumlah rombongan ganjil pasti terkena kejadian naas. Tidak hanya di Gunung ini ternyata larangan itu terjadi, di beberapa gunung angker di Jawa juga menetapkan pantangan serupa. Jadi saat mendaki sebaiknya jangan membawa rombongan berjumlah ganjil, agar tiak terjadi nasib sial pada perjalanan pendakian kamu.

  1. Pantangan membawa dan memakai baju hijau pupus
Gunung Lawu 2

Gunung Lawu 2

Selain pantangan membawa rombongan berjumlah ganjil, di Gunung Lawu juga memiliki pantangan memakai baju hijau pupus. Kenapa demikian? Memang sudah tak bisa dihindari bahwa Gunung ini memang menyimpan banyak misteri. Banyak orang percaya bahwa gunung satu ini merupakan pintu menuju dunia ghaib atau gerbang ghaib.

Kejadian aneh di gunung ini yang tidak bisa diukur dengan logika sudah banyak buktinya. Salah satu buktinya adalah banyaknya para pendaki yang hilang atau tewas saat melakukan pendakian. Hal ini terjadi karena para pendaki tidak mematuhi patangan yang ada.

Salah satu pantangannya yakni tidak diperkenankan memakai baju berwarna hijau pupus. Baju berwana hijau pupus ini dipercaya warna kesukaan Nyai Roro Kidul penguasa pantai selatan yang berhubungan dengan legenda Raja Majapahit ke V di gunung ini. Baju berwarna hijau pupus ini memang tidak boleh dipakai disembarang tempat di Jawa.

  1. Kupu-kupu hitam dengan bulatan biru

Berbeda dengan pantangan sebelumnya yang berupa pertanda buruk. Jika kamu mendaki Gunung ini dan bertemu kupu-kupu hitam dengan bulatan biru ini menandakan pertanda baik bagi rombongan pendaki. Dipercaya kupu-kupu ini menyampaikan selamat datang bagi para pendaki dan para pendaki diterima di gunung ini. Walaupun demikian, para pendaki tidak diperbolehkan menangkap, membunuh ataupun memburu hewan satu ini.

  1. Pantangan untuk mengeluh
Gunung Lawu 3

Gunung Lawu 3

Taukah kalian tentang hukum law attraction ? Nah di gunung ini ternyata memiliki law attraction yang sangat kuat. Jadi jika kalian berniat mendaki di gunung ini sebaiknya jangan mengeluh secara lisan cukup dibatin saja. Karena konon katanya gunung ini layaknya hidup dan dapat mengabulkan semua yang kamu keluhkan. Misalnya kamu mengeluh lelah, nanti pasti kamu akan merasakan lelah yang sangat lelah, seperti halnya mengeluh lapar maka nanti kamu akan merasakan lapar yang tiada tara.

  1. Pasar Setan di Lereng Gunung menambah suasana mistis

Pasar Setan, Gunung Lawu memang sudah tak bisa dipungkiri lagi misteri angkernya. Pasar Setan sendiri merupakan pasar ghaib atau tak kasat mata yang berada di lereng gunung ini. Pasar Setan sendiri hanya akan dilalui jika kamu memilih jalur Candi Cetho yang sangat melelahkan. Pasar setan ini berada di daerah dataran berupa ladang yang ditumbuhi ilalang.

Mengapa Jalur Lawu via Candi Cetho ini jarang dilewati oleh para pendaki ? jawabannya adalah karena tanjakan di jalur ini terlalu terjal dan jurang curam menghiasi pinggiran trek, selain itu kabut tebal juga turut menjadi alasan jarak pandang melalui jalur ini begitu pendek. Begitu pendeknya jarak pandang menyebabkan pendaki sering tersesat.

Jalur Candi Cetho memang jalur terpendek menuju puncak Lawu, karena jalur ini dimulai pada ketinggian 1.470 mdpl. Walaupun begitu jalur ini sebaiknya dihindari mengingat bahayanya. Selain itu jalur ini dipercaya sebagai perlintasan alam ghaib.

  1. Legenda Gunung Lawu berkaitan dengan Raja Majapahit terakhir

Ketika Kerajaan Majapahit memasuki masa purnanya, Raja yang berkuasa saat itu bernama Prabu Brawijaya V. Paduka Raja saat itu memilih 2 putera mahkota bernama Pangeran Katong dan Raden Fatah. Pangeran Katong lahir dari istri pertama bernama Ratu Jingga, sedangkan Raden Fatah lahir dari istrinya yang bernama Ratu Petak Putri yang berkebangsaan Tiongkok.

Saat Raden Fatah dewasa, beliau membelot dari agama Budha dan memeluk Islam. Bahkan Raden Fatah pun mendirikan Kerajaan Demak. Prabu Bhrawijaya V merasa gundah gulana karena keputusan anaknya, maka Sang Raja pun mengasingkan diri ke Gunung Lawu untuk bersemedi bersama dengan dua pengikut setianya. Disini beliau mendapatkan petunjuk bahwa Kerajaan Majapahit akan meredup dan cahayanya akan pindah kepada Kerajaan Demak. Dengan begitu Sang Maharaja pun meninggalkan Kerajaan Majapahit secara ghaib bahkan jasadnya tak pernah diketemukan.

  1. Burung Jalak Gading konon merupakan jelmaan Kyai Jalak

Sesaat sebelum Sang Raja benar-benar memutuskan untuk tidak kembali ke Kerajaan Majapahit, beliau bertitah kepada kedua pengikutnya. Pengikutnya antara lain Dipa Menggala dan Wangsa Menggala, Dipa Menggala dipercayakan untuk menjadi penguasa alam ghaib di Gunung Lawu dengan batas kekuasaan Gunung Merbabu di barat dan Gunung Wilis di Timur, serta Pantai Selatan dan Pantai Utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Sedangkan Wangsa Menggala diangkat menjadi patih Dipa Menggala dan diberi gelar Kyai Jalak.

Konon dari legenda ini dipercaya jika kalian melihat sosok burung jalak yan berwarna gading, maka itu adalah jelmaan Kyai Jalak. Jika melihat Jalak Gading maka burung itu akan memberitahukan jalan yang benar menuju puncak Lawu dan perjalanan pendakian rombongan kalian direstui oleh penguasa ghaib disini. Begitulah kepercayaan yang ada di Gunung ini.

  1. Tiga Puncak Gunung Lawu

Gunung ini memiliki 3 puncak yang bisa menjadi tujuan pendakian kalian antara lain Harga Dalem, Harga Dumiling dan Harga Dumilah. Puncak bernama Harga Dalem dipercaya sebagai tempat meditasi Prabu Bhrawijaya V, Harga Dumiling dipercaya sebagai tempat pamoksaan Ki Sabdopalon dan Harga Dumilah merupakan puncak tertinggi yang juga dipercaya sebagai tempat meditasi dan mengolah kemampuan olah batin. Walaupun demikian, ketiga puncak tersebut tetaplah menjadi tujuan para pendaki.

Gunung Lawu 4

Gunung Lawu 4

Kedelapan misteri dan mitos yang beredar di Lawu ini tentu saja bisa menjadi daya ketertarikan tersendiri maupun kebalikannya tergantung dari tujuan para pendaki menjajal pendakian di gunung ini.  Banyak juga tempat atau situs bersejarah lain di Gunung ini yang memilki berbagai macam cerita mistis diantaranya Sendang Inten, Sendang Drajat, Sumur Jalatundo, Sendang Panguripan, Repat Cakrasurya, Kawah Pringgodani serta Kawah Candradimuka. Semua cerita misteri diatas mengingatkan seluruh umat manusia bahwa Tuhan tidak menciptakan makhluk lain (makhluk ghaib) kecuali untuk lebih taat kepada Nya. Semoga ulasan mengenai Gunung Lawu ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Leave a Reply