Catatan Pendakian Termurah ke Gunung Rinjani

Awal tahun 2014 Cikasur dan teman-teman MAJAPALA merencanakan untuk mendaki gunung diluar pulau jawa, pilihan gunung saat itu adalah gunung kerinci dan gunung rinjani. Tapi karena keterbatasan biaya, maka mendaki gunung rinjani menjadi pilihan kami. Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.2 Agustus

Kami mendaki gunung rinjani beberapa hari setelah hari raya idul fitri tepatnya tanggal 2 agustus 2014. Perjalanan dimulai dari Surabaya ke Banyuwangi dengan menggunakan kereta api probowangi yang berangkat jam 13.40 siang dan sampai di Stasiun Banyuwangi jam 21.00. Di stasiun Banyuwangi kami sudah ditunggu teman dari sidoarjo yang sudah berangkat duluan, kami menuju ke pelabuhan ketapang dengan menggunakan mobil teman kami di banyuwangi. Jarak dari stasiun ke pelabuhan tidak jauh. Sampai di Pelabuhan Ketapang, kami sempat berdebat tentang transportasi, apakah akan naik bis yang langsung menuju ke Mataram, atau naik kapal dulu dan transit di Gilimanuk. Akhirnya setelah berdebat panjang, kami putuskan untuk kembali ke rencana awal yaitu transit dulu di Gilimanuk. Kami langsung menuju loket tiket untuk membeli tiket, dan langsung naik ke kapal yang sebentar lagi akan berangkat. Pukul 10 malam kapal berangkat.



3 Agustus

Setelah 1 jam lebih terombang ambing atas kapal feri, kami sampai di pelabuhan gilimanuk dan bertanya lokasi terminal bis yang ternyata tidak jauh dari pintu keluar. Setelah menuju terminal dan menemukan bis yang menuju ke pelabuhan padang bai kami segera masuk dan tidur di bis. Perjalanan ke padang bai memakan waktu 5 jam lebih , setelah itu kami membeli tiket dan masuk kapal untuk menuju ke pelabuhan lembar. Jam 5 pagi kapal berangkat. Di dalam kapal kami membeli nasi bungkus yang dijual orang-orang Lombok. Kami tertidur sampai kapal sampai di pelabuhan lembar.

Perijinan Gunung Rinjani via Sembalun
Perijinan Gunung Rinjani via Sembalun

 

Penginapan Murah
Penginapan Murah

Di atas kapal kami menemui beberapa pendaki lain juga. Sesampainya kami di Pelabuhan, kami langsung mencari colt untuk disewa menuju sembalun. Disini kami sempat bertemu dengan rekan sesama pendaki asal Kabupaten Batang, dan kami pun sepakat untuk menyewa angkutan bersama sampai Sembalun. Di tengah perjalanan kami dioper ke mobil bak terbuka, dan beberapa kali berhenti di alfamart dan pasar Aikmel. Tiba di Sembalun, kami langsung mengurus perizinan. Setelah perizinan beres, kami sempat bingung mau menginap dimana, mendirikan tenda di pos perizinan atau langung mulai mendaki dan mendirikn tenda di pos 1. Cukup lama kami bingung, entah darimana datangnya, ada pemuda local yang menawarkan kami untuk menginap di sebuah kantor yang baru selesai dibangun dan belum dipakai dengan syarat membayar uang sewa, saya lupa nominal uang sewanya (mungkin sekitar 200ribu-250ribu/1 rombongan), yang jelas sebanding dengan apa yang kami dapat (malah terhitung sangat murah). Fasilitas di kantor tersebut antara lain: air bersih lancar, listrik 24 jam, 2 kamar dengan kasur nya,serta dapur lengkap dengan kompor dan tabung gas nya. Ternyata warga sekitar yang menawari kami tersebut adalah penjaga dari kantor tersebut, dan memanfaatkan kantor tersebut untuk penginapan para pendaki (daripada nganggur). Kami
tertidur pada pukul 00.36 WITA.

4 Agustus

Jam 6 pagi saya keluar untuk membungkus nasi, kebetulan kemarin makan di warung nasi di dekat lapangan sembalun sini. Ternyata masih tutup, namun setelah saya bangunkan dengan salam mereka membuka tokonya dan melayani kami pembeli pertama hehe… setelah itu sarapan pagi , packing, foto-foto dan kami lanjutkan perjalanan .

 

Pos 2 Gunung Rinjani
Pos 2 Gunung Rinjani

Setelah berdoa, kami pun mulai berjalan. Trek awal pendakian ini sangat landai dan terhitung santai, jalur lebar dan bisa dilalui mobil. Satu jam berjalan kami tiba di gerbang TNGR setelah itu tentu foto-foto, kami langsung menuju pos 2 . Dari pintu masuk TNGR ke pos 2 jalurnya sangat landai dan panas. Jalur dari pos 2 menuju pos 3 mulai diselingi beberapa tanjakan singkat, tapi pemandangan savana membuat capek tidak terasa. Karena berjalan sangat pelan kami baru tiba di Pos 3 jam 3 sore disini juga kami bersantai dan makan siang. Kami makan tanpa masak, karena sebelumnya telah membeli nasi bungkus di sebuah warung di Sembalun. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan, ternyata baru ketemu pos 3. Tadi kami berhenti di pos 3 bayangan hehehe. Trek menuju pelawangan ini sangat berat, tenaga mulai terkuras, beberapa kali kami bersitirahat cukup lama. Kaki yang mulai berat dan hari yang sudah gelap sungguh menyiksa kami. Akhirnya jam 9 malam kami tiba di pelawangan Sembalun.

Angin yang berhembus sangat kencang di area plawangan sembalun seakan tubuh ditusuk jarum yang dingin. Karena sudah lelah dan ingin istirahat, akhirnya kami langsung mendirikan tenda saat itu juga. Setelah tenda berdiri, kami mulai bersiap untuk memasak. Kami urungkan niat itu karena persediaan air habis dan tidak ada yang tahu dimana sumber airnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa, kami menyewa seorang porter dengan bayaran 50ribu rupiah untuk mengambilkan 10 botol air. Pukul 02.00 WITA, kami tertidur tanpa
makan dan minum.

5 Agustus

Jam 5 kami bangun dan sudah ada air di teras luar tenda, Alhamdulillah. Setelah itu kami masak dan kemudian bersiap-siap berangkat ke puncak. Sebenarnya untuk summit attack rinjani ini jam yang ideal adalah jam 12 malam. Karena kondisi saat itu sedang tidak ideal hehe, kami baru berangkat mendaki ke puncak gunung rinjani jam 6.30. Jalur menuju puncak sangat jelas, terjal dan berpasir. Setelah sampai di atas punggungan kami kira sudah datar ternyata jalur terus menanjak kemudian berbelok ke kanan trek pasir lagi seperti mahameru. Kami terpisah menjadi beberapa kelompok, ada teman yang menunggu pendaki perempuan asal solo juga agar bisa sampai puncak, karena mereka memang ahli dalam memotivasi hehe. Akhirnya jam 2 siang kami sampai di puncak gunung rinjani dengan ketinggian 3726Mdpl, pemandangan saat itu hamparan lautan awan dan danau segara anakan. Kami berfoto dan ngobrol-ngobrol di puncak, sepi sekali saat itu puncak rinjani. Setelah satu jam kami memutuskan untuk turun, perjalanan turun sangat mudah dan asik karena jalur berpasir tinggal melorot. Ambil minum di sumber air, kemudian kami lanjutkan ke plawangan sembalun untuk menginap semalam lagi. Malam itu kami bercegkrama hingga larut, ada pendaki yang menitipkan cariernya juga karena mau menyusul temannya yang tidak kuat mendaki bukit penyesalan.

Danau Segara Anak
Danau Segara Anak

 

Perjalanan Menuju Puncak Gunung Rinjani
Perjalanan Menuju Puncak Gunung Rinjani

 

Bersama di Puncak Gunung Rinjani
Bersama di Puncak Gunung Rinjani

6 Agustus

Jam 8 pagi kami bangun dan segera memasak, teman kami dadang bertugas untuk mengambil air di sumber. Setelah makan dan packing ulang kami mulai turun ke danau segara anakan. Kami harus naik lagi menuju arah puncak kemudian belok kekanan, awalnya jalur landau kemudian turunan curam yang sudah disediakan pegangan besi warna hijau agar pendaki tidak terjatuh ke jurang yang dalam. Perjalanan turun ke segara anakan antri karena jalurnya kecil dan harus sangat berhati-hati. Akhirnya jam 2 siang kami sampai di danau segara anakan. Kami menginap di tepi danau segara anakan. Banyak orang yang memancing, beberapa teman mencoba memancing beberapa jam tapi hasilnya nihil. Aku mengambil air di sumber air danau segara anakan, bukan air danau yang diminum karena mengandung belerang. Untuk menuju ke sumber air harus menuju ke tempat pemandian air panas kemudian belok ke kiri dan akan bertemu plang tanda panah menuju ke sumber air. Hati- hati dalam berjalan karena saya menginjak 2x ranjau darat manusia yang dengan ngawur BAB di tengah jalur.

Danau Segara Anakan
Danau Segara Anakan

Malam harinya teman-teman makan ikan yang diberi oleh pendaki lain, berpesta karena telah sukses mendaki puncak rinjani.

7 Agustus

Bangun pagi jam 7 kami langsung membuat masakan, hari ini hari terakhir di danau segara anakan jadi kami puaskan dulu untuk foto-foto. Gunung barujari terlihat megah di seberang danau sini. Pagi itu saat ambil air sangat antri, jadi sebaiknya ambil air pagi-pagi sekali. Setelah packing kami turun gunung jam 10. Namanya memang turun gunung tapi jangan berhara jalurnya turun, sebelum turun kita harus mendaki ke plawangan senaru . Jalur naik tanpa bonus sama sekali, ada pegangan juga sebagai pengaman karena jalur yang ekstrim. Tangga besi juga terpasang di berbagai tempat karena jalur yang putus. 2 jam mendaki akhirnya sampai juga di plawangan senaru. Dari sini danau segara anakan terlihat sangat indah dengan air yang biru kehijau hijauan. Kami berlari turun menuju ke pos senaru karena takut kemalaman. Di sepanjang jalur banyak dijumpai kera-kera yang sudah biasa bertemu manusia.

Perjalanan Turun Menuju Plawangan Senaru
Perjalanan Turun Menuju Plawangan Senaru

Akhirnya jam 5 malam kami sampai di pintu gerbang senaru, dari sini tidak jauh untuk menuju ke pos perijinan gunung rinjani via senaru. Kami makan nasi bungkus pedas dulu disini, melanjutkan perjalanan dalam gelap dengan sedikit berlari karena headlamp sudah mati. Tidak lama kemudian kami sampai di pos perijinan senaru. Kami menunggu beberapa pendaki lain turun kemudian carter mobil bak terbuka menuju ke pelabuhan lembar dan langsung menuju padang bai. Kami tidak berkeliling ke pantai pantai di Lombok karena budget terbatas.

8 Agustus

Setelah sampai di banyuwangi kami makan nasi bungkus di bapak-bapak dengan sepeda ontelnya, kami bercengkrama juga sampai bapak itu menghentikan bus pariwisata kosong yang kemudian kami naiki sampai gresik. Alhamdulillah dengan harga jauh lebih murah dan nyaman karena hanya rombongan kita sendiri tidak ada orang lain. Pendakian ke Gunung Rinjani kali ini menghabiskan uang sekitar 500 ribuan.

Bus Pribadi
Bus Pribadi
Bila ingin tahu lebih tentang bagaimana cara menghemat saat mendaki gunung rinjani silahkan baca menggapai puncak rinjani dengan budget 500ribuan selain itu silahkan melihat keindahan gunung rinjani lewat album foto mini di Galeri Foto Pendakian Gunung Rinjani

Leave a Reply