Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat




Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat

Bima adalah nama suatu daerah yang terletak di Pulau Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat. Dan Daerah ini kemudian masih terbagi lagi menjadi dua pemerintahan, kabupaten dan kota. Kedua wilayah tersebut sama- sama menyimpan potensi wisata bahari yang sangat besar yang salah satunya Adalah Pulau Ular Bima, pulau dengan segala pesona dan daya tariknya bagipara wisatawan baik Lokal maupun Wisatawan asing.


Pulau ular di Bima ini oleh masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Nusa Nipa. Sedangkan warga Ende, Flores sendiri menjuluki pulau ular ini dengan sebutan Nuca Nepa Lale, atau artinya pulau ular yang indah. Sementara, warga Manggarai menyebut Pulau Ular Bima ini dengan nama Nuha Ula Bungan, atau pulau ular yang suci. Dan umumnya Bagi masyarakat di sekitar, ular -ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang ditakuti oleh mereka

Orang Bima sendiri  menyebutnya dengan nama Pulau Ular, mungkin disebut demikian karena pulau tersebut hanya dihuni oleh banyak  ular-ular jinak yang tidak mengganggu penduduk. Yang menarik sebenarnya bukan karena banyaknya jumlah ular atau tidak adanya manusia yang ingin tinggal di pulau yang kira – kira luasnya 500 m2 ini, tetapi lebih karena ular-ular ini berbeda dengan ular pada  umumnya ular yang ada di Daerah Bima. Ular-ular di Pulau ini mencari makanan di dalam laut dan lalu beristirahat di atas pulau di antara celah-celah bebatuan atau terkadang mereka malah  bergelantungan pada tebing-tebing terjal. Hal menambah daya tarik pulau ini.

Pulau ini merupakan habitat bagi populasi ular – ular laut dengan keunikan warnanya putih silver dengan kombinasi hitam mengkilapnya. Para ular-ular ini jinak dan bersahabat dengan wisatawan yang mengunjunginya. Pulau ular dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Bima menggunakan transportasi darat.


Lokasi dan Tempat Pulau Ular

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (2)

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (2)

Pulau Ular Bima Pulau yang terletak kurang lebih 500 meter dari pantai Oi Caba di Kecamatan Wera ini adalah sebuah pulau batu kecil yang tidak dihuni oleh manusia. Dengan menaiki perahu dari pantai, pulau ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit.

Untuk menuju ke Pulau Ular traveler harus melakukan perjalanan dari kota Bima selama 45 menit dengan transportasi darat menuju ke kecamatan Wera. barulah perjalanan dilanjutkan dengan perahu selama 15 menit ke Pulau Ular

Pariwisata di Pulau Ular di Bima

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (3)

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (3)

Bagaimana dengan  obyek wisata di Pulau ular bima ? untuk wisatanya sendiri anda akan disuguhkan dengan keindahan pesona laut Bima. Dan dari  Pulau ular  ini Gunung Api Sangiang tampak berdiri dengan kokohnya. Bagian Puncaknya selalu diselimuti oleh kabut. Dalam legenda, Pulau ular merupakan jelmaan dari kapal Portugis yang terdampar di perairan Wera. Ular-ular tersebut adalah jelmaan para penumpang dan ABK Kapal. Sedangkan dua pohon Kamboja yang tumbuh di kedua sisi pulau ular tersebut merupakan jelmaan dari tiang – tiang kapal portugis.

Meskipun hal itu adalah legenda, namun Pulau Ular sudah semakin dikenal dunia. Sehingga banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke pulau ini. Pemerintah Daerah harus segera menata pulau ini, membangun fasilitas jalan, serta fasilitas semacam brugak – brugak di pinggir pantai Desa Pai untuk disewakan kepada pengunjung dan akan menjadi sumber Pendapatan anggaran daerah bagi Daerah sendiri.

Bagi Wisatawan yang datang ke Pulau Ular selain penasaran dengan keberadaan ular-ular laut, mereka juga terkesan dengan keindahan Pulau Ular Bima ini. Di pesisir pantai Pulau Ular kita juga dapat menemukan sumber mata air. Saat pasang sumber mata air tersebut akan tenggelam bersama pasangnya air laut, sedangkan saat surut sumber air tersebut akan muncul kembali. Dan Anehnya, air yang keluar dari sumber mata air ini tetap berasa tawar. Sehingga Oleh warga setempat dinamakan dengan sebutan Oi Ca’ba yang artinya air tawar.

Selain terkenal Karena keunikannya Pulau Ular Bima di Nusa Tenggara Barat ini ternyata memiliki misteri yang cukup  menarik,

Mitos dan Legenda Pulau Ular di Bima

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat

Menurut mitos yang beredar dari cerita – cerita masyarakat setempat yaitu Ular – ular ini tak bisa dibawa kemana-mana. Hal tersebut dikarenakan kemanapun ular tersebut dibawa pasti akan selalu kembali ke habitatnya. Dan jika tidak bisa kembali ke habitatnya. Dipercaya akan mendatangkan bencana bagi Masyarakat Desa Pai di Bima. Karenanya, masyarakat desa sangat menjaga kelestarian ular – ular itu.

Selain itu Masyarkat setempat justru menganggap komunitas ular yang populasinya hanya 700 ekor ini sebagai Ular Jadi-jadian yang menjaga pulau utama dari kedatangan penjajah. Mengapa demikian? Karena Pulau itu sendiri dianggap oleh masyarakat setempat sebagai penjelmaan dari kapal Belanda. Dan dua pohon kamboja yang berada di atas pulau itu dikatakan sebagai tiang dari kapal belanda tersebut.

Dan adapun Legenda sekitar yang menyebutkan Asal usul Pulau Ular bima ini adalah. Bahwa dulu pada zaman masa Kerajaan Bima, ketika saat terjadi peperangan antara Kerajaan Bima melawan Kerajaan Flores, Raja Bima yang kala itu sedang murka menghadapi Kerajaan Flores mengutuk seluruh awak kapalnya menjadi ular dan menjadikan kapalnya menjadi batu yang berbentuk seperti kapal dengan dua tiang yang menjadi pohon jendemawa atau kamboja yang keberadaannya masih ada sampai sekarang.

Nah, selain cerita dan Legenda tersebut Pulau Ular ini juga pastinya memiliki daya Tarik tersendiri bagi para pengunjugnya yaitu

Daya Tarik Pulau Ular di Bima

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (5)

Unik dan Menarik wisata Pulau Ular di Bima Nusa Tenggara Barat (5)

Salah satu daya tarik Pulau ini tentunya Ular itu sendiri. Dimana ular-ular berwarna hitam putih cerah itu sangat mempesona bila terpapar cahaya matahari. Dan para wisatawan sangat menyukai momen-momen menyaksikan pemandangan langka itu. Mereka para wisawatan tanpa ketakutan mengalungkan ular-ular besar tersebut di lehernya. Yang tak kalah aneh, bentuk ekor ular ini malah pipih menyerupai ekor ikan.

Ribuan ekor ular di Pulau Ular ini kemudian menjadi daya tarik yang sangar disukai oleh wisatawan. Sehingga wisatawan yang penasaran kemudian datang untuk melihat sendiri ular-ular yang bersinar tersebut. Meski ular-ular di sini termasuk hewan liar, tetapi mereka sangat jinak, jadi kita tidak perlu khawatir Jika ada pengunjung atau wisatawan yang ingin mencoba menyentuh dan memegang tubuh ular. Karena si ular tidak akan melilit atau bahkan menggigit. Mereka terkenal ramah pada pendatang.

Dan perlu di ingat walaupun Jenis ular yang berada di pulau Ular ini tidak agresif, namun jika berkunjung ke sini ada baiknya kita membawa warga lokal. Karena menurut kepercayaan untuk memegang ular ini dikatakan harus terlebih dahulu dipegang warga lokal sebelum dipegang orang asing.

Selain karena Ular – ularnya Pulau Ular BIma ini menyajikan panorama yang sangat menakjubkan dengan latar pemandangan utamanya yaitu Gunung Sangian yang berselimutkan kabut tipis. Dan pemandangan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat wisatawan dan pembaca cikasur pasti menyukainya.



One Response

  1. yosef April 15, 2019

Leave a Reply