Rehat Sejenak di Kedai Kopi Kota Embong Malang Surabaya




Sebagai seorang pengangguran profesional saya tidak punya kesibukan yang berarti, namun meskipun diwanti-wanti oleh banyak orang untuk fokus tidak ngapa-ngapain tidak membuat saya bermalas-malasan.. terutama saat bulan puasa ini. Kebetulan saat itu ada acara buka bersama yang diadakan IDN Times yang membuat Cikasur keluar dari sarang. Karena sudah terlanjur keluar rumah, kenapa ga sekalian ngopi-ngopi santay setelah traweh?


Saya mencoba menghubungi beberapa teman yang berprofesi sama dengan saya untuk sekedar melepas kangen… Kali ini kami ngopi di Kedai Kopi Kota namanya. Kedai kopi ini berada di pusat kota Surabaya, Jalan Embong Malang 73G, sebelahnya Tunjungan itu loooo…

Nampak depan kedai kopi kota jalan embong malang

Nampak depan kedai kopi kota jalan embong malang

Kedai kopi kota ini merupakan salah satu kedai kopi baru di Surabaya, mungkin usianya juga belum genap satu tahun. Berkali-kali saya melewati jalan embong malang memang sering melirik ke kedai kopi ini. Saya pikir kedai kopi ini tidak akan bertahan lama karena dia berani membuka usaha di kawasan yang menurut saya tidak cocok untuk usaha makanan dan minuman. Apalagi kopi.. speciality kopi pula. Duh!

Namun toh ternyata kedai kopi kota ini masih bertahan dan akhirnya saya bisa mampir kesini. Kedai kopi ini berhasil menyita perhatian pengguna jalan embong malang yang ramai, pengunjung kedai ini seolah tak peduli bila dia sedang di jalan embong malang, salah satu jalan yang tidak pernah mati di Surabaya. Kedai kopi kota tetap memikat para penikmatnya diantara tetot-tetot jembatan penyebrangan, pucuk-pucuk piala penghargaan, bising kapitalis tunjungan hingga sentang sentung musik diskotik dangdut embong malang.


Begitu duduk di dalam saya langsung dihampiri mas pelayannya, orangnya menjelaskan semuanya dengan detaillll.. saya goda apa aja juga ditanggapi dengan serius. Sampai sungkan akutu.

Ada sekitar 20 jenis kopi yang dijual disini mulai dari Aceh gayo,Bali natural, Papua Wamena sampai Sukra yang era eru pun ada wqwq… Normal sih… saat pesan juga saya tanya yang habis kopi yang mana? Ternyata ada semua huft.. saya pesan Vietnam drip kopi lampung susu. Pesen yang normal-normal aja nih, bcoz abis puasa takut terjadi hal-hal tidak diinginkan kalo pesen kopi aneh-aneh. Sebenernya pengen nyoba Luwak Gayo. Itu luwaknya bawa sendiri apa disediain panitia mz?

Disediakan sama panitia kemungkinan mz

sing tenang ben iso mikir…sing penting lurus mlakumu…ayu atimu, ayu sifatmu

Btw saya jg ga bisa bedain rasa-rasa kopi hahahaaa, taunya Cuma asem, pahit n manis… tapi karena dikit-dikit pernah minum kopi jadi punya kopi favorit. Lampung + susu enaak, kalo yang adem enaknya Toraja susu dan untuk kopi hitam enak kopi yang dari gunung2 gitu misalnya kerinci, argopuro,dll soalnya rasanya udah manis ga pake gula…

Menu Warung Kopi

Menu Warung Kopi

Metode seduh di kedai kopi kota ini juga ga banyak, cuma ada tubruk, espresso dan vietnam drip. Alat yang terlihat hanya Rok Presso.. grindernya juga saya ga tahu pake apa namun yang jelas ga manual krn pegel bozz… untuk yang ga doyan kopi disini juga ada teh, milkshake dan olahan susu lainnya.

Selain kopi disini juga ada makanan pendamping kopi seperti pisang goreng, kacang dan beberapa jajanan beku kayak risoles dan kebab.. kebabnya enaaak polll tapi kecil gitu.

Kondisi meja berantakaaan

Kondisi meja berantakaaan

Harga disini agak lebih mahal dari warung-warung giras ya.. standar kedai kopi kalo menurut saya. Tapi masih terjangkau banget kok, apalagi ini tempatnya di tengah kota. Harganya mulai 12k-40k paling mahal. Saya sendiri pesen vietnam drip 15k dan kebab 12k.

Ukuran kedai ini termasuk cukup lega, fullnya bisa diisi sekitar 40 orang dan itu juga belum full banget.. tempatnya adem karena terbuka dan ada kipas anginnya. Ada nilai tambah lagi karena di setiap meja ada colokannya, cocok buat main laptop berjam2 ditemani suara tetot tetot lampu penyebrangan yang lucu wqwq…

Pengunjung kedai kopi kota ini rata-rata orang dewasa, dalam pengamatan saya kemarin pengunjungnya itu para pekerja yang ingin melepas penat setelah seharian bekerja. Karena ini tengah kota dan jelas banget tempatnya maka cocok untuk dijadikan tempat ketemuan sama teman-teman. Semakin malam kedai ini semakin penuh.

Parkiran untuk motor ada di depan dan samping kedai, untuk mobil bisa langsung masuk aja ke komplek ruko sebelah kedai ini nanti bakal ada tukang parkir yang ngarahin.. tenang aja worth it kok meskipun harus bayar parkir karena motornya dijagain beneran.

Oh iya kedai ini buka dari pagi jam 9 sampai tengah malem ya.. jadi ga usah bingung kalo mau morning coffee sampai night coffee.

Intinya enak lah ngopi disini. Cocok juga buat melepas penat setelah seharian gak ngapa2in. Nanti kedepannya bakal lebih mantap kalo ditambahin jajanan pasar dan roti-roti lawas semacam roti srikaya karena ini namanya kan kedai.. pengalaman saya kalo ngopi di kedai kopi biasanya ada menu2 tsb.

Dan Indomie juga dong…

Tumbuh dan berkembangnya kedai kopi speciality di Surabaya ini menandakan era kopi campuran perlahan mulai berakhir. Masyarakat kota Surabaya mulai mengetahui cita rasa kopi Arabika dan Robusta, kopi jagung dan beraspun mulai mereka tinggalkan.

Suasana Kedai

Suasana Kedai

Apa sih enaknya ngopi di warung kopi lokal? Knp ga di starbak gitu? Sebenernya sama aja ya ngopi dimana aja.. ngga disitu krn misqin aqtu huft. cuma dengan ikut ngopi di local coffee shop yang masih kecil kan bisa memberikan mereka suntikan semangat untuk terus promosi kopi Indonesia. Mereka juga rata2 pasti jelasin banyak hal pas kita mau pesen kopinya. Ngasih edukasi ke peminum pemula.. butuh kemauan yang sangat besar untuk mengenalkan kopi Indonesia ke orang2.

Buat yang ke warung kopi lokal dan orangnya diem2 bae ga jelasin apa2 pas kita mau pesen ga usah dikasih suntikan semangat, suntiken rabies ae lurd, tuman iku wqwq.

Warung kopi juga merupakan tempat paling demokratis di muka bumi. Kalian bisa berkumpul di satu tempat, cowok cewek, muda tua, kaya dan miskin. Kalian bisa berbicara apa saja disini, mengkritik pemerintah atau mendukungnya, mulai membuat sejarah atau diam-diam saja.

Panjang umur petani kopi Indonesia!



7 Comments

  1. rumahsurgablog June 6, 2018
  2. khairulleon.com June 7, 2018
  3. Nurul Mutiara RA June 7, 2018
  4. Sulis June 7, 2018
  5. Yuniari Nukti June 8, 2018
  6. Ella June 8, 2018
  7. Liana July 6, 2018

Leave a Reply