Nostalgia di Warung Takim Gresik




Mendung ini menemani Cikasur duduk meratapi nasib sambil menyesap Kopi Susu di Warung Takim. Warung takim ini terletak di jalan Arif Rahman Hakim Gresik, sebelah gereja perawan maria tepatnya. Warung yang buka 24 jam ini pasti selalu penuh pada pagi sampai menjelang tengah malam. Letaknya yang dikelilingi oleh pabrik-pabrik besar seperti Petrokimia dan Semen Gresik membuat warung ini tidak pernah sepi.


Gorengan Warung Takim

Gorengan Warung Takim

Sebagai tempat nongkrong yang sejalan dengan SMA saya dulu, Warung Takim ini menyimpan banyak kenangan masa muda saya. Saat SMA dulu warung takim inilah yang menjadi tempat menghabiskan jam-jam pelajaran dengan bermain kartu serta menjadi saksi jual beli iman saat bulan puasa, ya iman saya ternyata pernah saya tukar dengan Es Tape dan Sebatang Gudang Garam Surya. Miris. Tapi itu dulu…

Saat ini saya sendirian duduk disini, teman-teman mungkin sibuk dengan skripsi mereka. Atau beberapa teman sudah sibuk dengan pekerjaan mereka. Aku yang gagal yudisium ini pun bingung harus menghubungi siapa dan memilih diam saja duduk sambil membaca karya Mas Eka. Lelaki Harimau. Saya telah selesai menjalani siding skripsi, artinya sekarang saya bebas. Aku yang dulu selalu ingin bebas mulai linglung. Ternyata kebebasan itu sepi dan menakutkan! hahaha.

Kasir Warung Takim

Kasir Warung Takim


Warung takim ini terkenal karena Kopi Susu nya enak, dulu baristanya yang terkenal yaitu Arif dan Pendik. Namun sekarang yang tersisa tinggal Arif dibantu dengan anak-anak baru. Beberapa tahun setelah Pendik keluar dari Warung Takim baru saya ketahui bahwa ia membuka warung sendiri di dekat rumahnya. Mantap… Bila ingin pesan Kopi Susu khas takim tempo dulu datanglah kesini pada malam hari, karena itu jam jaga Arif, Kopi susunya bertipe ginastel (legi, panas dan kethel).

Suasana

Suasana

Tempat duduk di warung ini berhadap-hadapan, sehingga kita pasti akan duduk dengan orang yang tidak kita kenal. Kecuali kalian kesini membawa pasukan sendiri. Saya sangat suka menyesapi kopi sedikit demi sedikit sambil nguping omongan orang-orang disekitar. Lumayan menambah wawasan, kadang bila ada yang bisa saya sahuti juga saya ikut nimbrung ngobrol dengan mereka. Rata-rata bapak2 sih, pemudanya sibuk main mobile legend

Parkir motor yang disediakan Pemkab Gresik luas sekali.. Letaknya di sepanjang trotoar jalan… untuk yang ingin membawa mobil bisa di parkir di depan Gereja Santa Perawan Maria. Sejauh ini aman-aman saja parkir di sepanjang jalan ini.

Molen Andalan

Molen Andalan

Untuk makanan disini menyediakan nasi bungkus dan berbagai gorengan. Yang menjadi andalan saya sih Molen. Kalo pas si molen baru datang dan masih anget.. mantabbb sekali rasanya. Selain itu ada ote-ote, tahu isi, roti goreng,sate puyuh, usus, dll.. lengkap banget jajannya.. Waktu pagi hari ada penjual nasi campur dan pecel di depan warung, untuk malam harinya ada nasi goreng di depan. Kalo pas kesini malem2 silahkan dicoba pesan nasi goreng krengsengan, Nasi goreng yang dibalut mie goreng dengan topping ayam menggunung ini rasanya sungguh wenuk shayank…

Nunggu Jumatan

Nunggu Jumatan

Yang menjadikan saya makin sering mampir ngopi di warung takim ini adalah karena fiturnya yang lengkap, mulai dari Wifi, TV kabel, toilet dan dekat dengan mushollah pula!?!?! Sungguh warung yang komplit dan tetap menjaga budaya Gresik. Cangkruk tapi tetep iling ibadah. Ya Karena ngopi dan guyon bersama teman-teman bisa dipastikan akan lupa waktu, lupa pulang dan lupa bahwa hidup bertambah susah….



2 Comments

  1. Dona April 8, 2018
  2. Jun (Mesra Berkelana) April 8, 2018

Leave a Reply