6 Jalur Pendakian Gunung Slamet Yang Wajib Diketahui




Gunung Slamet merupakan salah satu gunung berapi di Jawa Tengah yang menjadi favorit para pendaki, walaupun jalur pendakian gunung Slamet cukup sulit karena jalanannya yang terjal, jarang ditemukkan sumber air, dan kabut sering turun sehingga dapat menghalangi pemandangan, akan tetapi pesona dari puncak gunung Slamet tetap membuat banyak para pendaki lokal atau mancanegara ingin menjamahnya.


Ada enam jalur pendakian menuju Gunung Slamet, kalian dapat memilihnya sesuai dengan keinginan. Sebaiknya, pilihlah jalur pendakian yang tidak membahayakan diri sendiri. Namun, biasanya banyak pendaki memilih jalur pendakian yang terbilang susah karena lebih menantang sehingga dapat memberikan sebuah pengalaman baru baginya.

Enam jalur pendakian Gunung Slamet yang harus kalian Ketahui

Bagi kalian yang baru akan mendaki gunung Slamet, kami akan memberikan info pendakian gunung Slamet terbaru yang terbagi menjadi enam jalur. Pilihlah jalur pendakian yang tidak membahayakan diri kalian, karena keselamatan tetaplah hal yang utama. Berikut ini Cikasur mengulas enam jalur pendakian Gunung Slamet:

Jalur Pendakian Gunung Slamet

Jalur Pendakian Gunung Slamet

  1. Jalur Pendakian Bambangan

Jalur Bambangan menjadi jalur pendakian yang paling disukai oleh para pendaki Gunung Slamet. Hal ini disebabkan karena akses jalanan tidak terlalu terjal sehingga memudahkan para pendaki. Sesuai dengan namanya basecamp jalur ini terletak di Desa Bambangan, Purbalingga. Jalur Bambangan ini memiliki sembilan pos pendakian dengan jarak tempuh sekitar 11,5 jam untuk mencapai puncak Gunung Slamet.


Jalur paling umum yang digunakan oleh para pendaki adalah jalur Bambangan dengan memiliki sembilan pos. Dengan akses jalan yang tidak terlalu terjal, kalian akan menemui gardu pandang di pos pertama kemudian dilanjutkan dengan trek yang ekstrim pada pos kedua akan ditemui banyak warung makan. Selanjutnya di pos tiga disebut sebagai pos neraka karena jalanannya yang ekstrim. Pada pos keempat ditemukan suasana horor dengan tempatnya yang sempit dan banyak pohon tumbang. Pada pos selanjutnya kalian sudah bisa mendirikan tenda. Semua rasa lelah akan terbayar ketika sudah sampai di pos sembilan yaitu keindahan puncak gunung Slamet.

  1. Jalur Pendakian Kaliwadas

Jalur pendakian ini sangat cocok bagi kamu pendaki pemula, walaupun jalur ini tidak seramai jalur Bambangan akan tetapi jalur ini terkenal ramah dan tidak menyiksa para pendakinya. Basecamp pada jalur ini terletak di desa Dawehan, Kecamatan Sirampong Brebes. Untuk sampai di puncak Gunung Slamet kalian harus melewati lima pos dengan waktu jarak tempuh sekitar 11 jam.

Dengan melewati lima pos jalur pendakian kalian akan melewati jalan yang cukup landai dengan pemandangan perkebunan sayuran warga, pada pos satu kalian akan menemui pemandangan pohon-pohon bambu, di pos dua kalian akan menemukan jalan bercabang sebaiknya ada mengikuti petunjuk arah yang ada. Selanjutnya kalian akan melewati rerimbunan hutan, dan pada tahap terakhir sampai di puncak kalian harus melewati perbukitan gunung Malang.

  1. Jalur pendakian Gunung Slamet via Guci

Jalur Pendakian Gunung Slamet 2

Jalur Pendakian Gunung Slamet 2

Jalur yang satu ini terkenal dengan keindahan alam di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Slamet. Berbeda dengan jalur sebelumnya jalur ini memiliki dua basecamp yaitu Gupala dan Kompak yang terletak di desa Guci, Joblong kabupaten Tegal. Jalur Guci memiliki lima pos termasuk Plawangan yang menjadi daerah perbatasan vegetasi yang memiliki waktu tempuh sampai puncak Gunung Slametnya adalah sekitar 9,5 jam.

Lewat jalur ini kalian akan melawati lima pos dengan jalanan yang cukup landai, tingkat kemiringan pada tanjakannya, dan cukup licin tetapi terbayar dengan melewati pemandangan hutan pinus, pemandangan yang didominasi oleh warna hijau yang menurut penelitian dapat memberikan perasaan bahagia ketika melihatnya, ada pula lorong-lorong yang terbentuk secara alami oleh ranting-ranting pohon. Dengan jalur ini kalian dapat melihat langsung kawah Segoro Wedi yang sangat mengagumkan.

  1. Jalur Pendakian Baturaden

Di jalur pendakian yang satu ini kalian memiliki akses jalan yang paling ekstrim di bandingkan dengan jalur pendakian lainnya. Jika kamu baru pertama kali akan mendaki gunung Slamet sebaiknya jangan lewat jalur Baturaden. Sepanjang trek perjalanan menuju puncak Slamet dipenuhi dengan jalanan yang terjal dan sangat menanjak, banyak bercabang sehingga dapat membuat kalian tersesat, selain itu jalanan lewat jalur ini juga licin. Ada tiga pos pada jalur pendakian ini, waktu yang ditempuh untuk mencapai puncak gunung Slamet sekitar 11 jam.

Jalur pendakian gunung Slamet via Baturaden ini akan dimulai dengan melewati hutan yang memberikan udara yang sejuk dengan jalan yang landai menuju pos kedua kalian bisa ngopi disana karena terdapat banyak warung makan. Pada pos tiga kalian akan sampai di puncak gunung Slamet dengan melihat kemegahan pemandangan di atas awan.

  1. Jalur Pendakian Sawangan

Jalur pendakian gunung slamet yang terbilang baru ini banyak disukai oleh pendaki guys karena memiliki akses yang mudah. Basecamp jalur ini terletak di desa Sigendong, Bumijaya Tegal. Kalian harus melewati enam pos untuk sampai di puncak Gunung Slamet dengan waktu sekitar sembilan jam.

Jalur pendakian Sawangan dimulai dengan melewati ladang pertanian penduduk, kemudian memasuki kawasan hutan pinus. Ada banyak semak-semak lewat jalur ini dengan ketinggian sampai 100 meter, air bersih ditemukan pada pos yang ketiga. Dengan berbagai rintangan hutan tropis yang lebat dan melewati pohon tumbang akan menjadi indah ketika sudah sampai di pos ke enam yang merupakan puncak dari Gunung Slamet. Setelah meleati enam pos dan plawangan, rasa capek dan lelah anda benar-benar akan terbayar lunas dengan kemegahan pemandangan di atas awan yang tak akan terlupakan.

  1. Jalur Kaligua

Jalur yang terbilang baru ini masih jarang dilewati oleh para pendaki adalah jalur kaligua karena belum banyak pendaki yang mengetahui adanya jalur ini. Pemandangan yang ada di sepanjang perjalanan menuju puncak gunung Slamet ini masih sangat asri karena belum banyak dijamah oleh banyak orang. Dengan jumlah pos sebanyak lima pos, kalian dapat sampai di lokasi dalam waktu 9 jam. Basecamp jalur ini terletak di dusun Kaligua, Paguyangan Brebes.

Ketika kalian menggukan jalur kaligua ini, ada beberapa spot menarik sehingga perjalanan kalian akan lebih mengasyikan karena banyak pemandangan indah dari pemandangan ini. Tidak seperti jalur yang lainnya yang biasanya hanya melewati pemandangan hutan yang lebat. Jalur kaligua ini dimulai dari Gardu Pandang Sakub Kaligua, dilanjutkan dengan Gringgingan Gundel, Taman Wlingi, Taman Dringo, Pasar Setan, Sumur Penganten, Alas Rubuh, Igir Malang, dan Plawangan. Sebelum di puncaknya kalian sudah begitu banyak melihat pemandangan yang sangat indah, terlebih di puncak Gunung Slamet kalian akan melihat pemandangan atas awan yang sangat megah.

Kepuasan tersendiri bagi para pendaki, jika sudah sampai di puncak gunung Slamet. Akan tetapi untuk sampai di puncak  kalian harus memilih jalur pendakian Gunung Slamet yang tidak membahayakan diri sendiri karena keselamatan adalah hal paling utama yang harus diperhatikan walaupun banyak pendaki yang menyukai jalur yang sulit karena dianggap lebih menantang.



Leave a Reply