Gunung Raung Via Kalibaru: Peringatan 15 Tahun Jalur Pendakian Raung




Gunung Raung (3344Mdpl) adalah gunung yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, pendakian gunung raung bisa dilakukan melalui beberapa jalur seperti kalibaru, gleenmore dan sumberwringin. Jalur pendakian yang umum digunakan adalah Jalur Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Banyuwangi, karena hanya melalui jalur ini para pendaki bisa mencapai Puncak Sejati Gunung Raung. Untuk bisa mencapai puncak sejati pendaki gunung raung harus melewati puncak bendera, puncak 17 dan puncak tusuk gigi. Jalur pendakian gunung raung ini termasuk salah satu jalur paling ekstrim di Indonesia. Untuk sampai ke puncak sejati dibutuhkan konsentrasi penuh , skill panjat dan tali temali. Tanpa itu semua rasanya susah sekali untuk mencapai puncak sejati gunung raung.




Pendakian kali ini termasuk pendakian yang sangat spesial bagi saya, karena saya diberi kesempatan menjadi pendaki Tamu di Peringatan 15 Tahun Jalur Pendakian Gunung Raung via Kalibaru. Saya akan melakukan pendakian Gunung Raung via Kalibaru dengan mas Yohny Pataga Surabaya dan timnya. Mas Yohny ini adalah orang pertama yang sampai di puncak sejati gunung raung 15 tahun yang lalu. Mas Yohny juga yang membuka jalur pendakian dan merawatnya hingga saat ini.. Rasanya deg2an juga bisa mendaki bareng mas Yohny hahaha…

Saya sangat menyarankan untuk para pendaki Gunung Raung agar menggunakan Guide dalam pendakian di Gunung Raung ini. Karena selain medan yang ekstrim, guide di Gunung Raung ini akan banyak membantu karena lebih mengenal medan dan bisa membaca situasi. Selain itu diperlukan alat-alat panjat yang tidak dikuasai bagaimana cara penggunaannya oleh pemula.

Hari ke – 1




Kendaraan Menuju Gunung Raung

Kendaraan Menuju Gunung Raung

Saya berkumpul dengan teman-teman PATAGA Surabaya di Basecamp PATAGA, tepatnya di UNTAG Surabaya. Setelah packing selesai, tas-tas dinaikkan ke atas mobil KIA Travello milik mas Yohny. Sekitar jam 11 Malam kami mulai bergerak menuju Banyuwangi..

Hari ke – 2

Pagi yang mendung di Kalibaru Banyuwangi. Sebelum menuju pos pendakian kami berhenti sebentar di pasar kalibaru untuk membeli bahan-bahan bekal masak di atas gunung. Setelah itu kami langsung menuju ke Basecamp pendakian Bu Suto. Sekarang ada banyak basecamp pendakian gunung raung, tapi ya yang Original itu memang basecamp Bu Suto, jadi kalo ke Gunung Raung saya rekomendasikan langsung menuju Basecamp Bu Suto saja…

Basecamp Bu Suto Kalibaru

Basecamp Bu Suto Kalibaru

Basecamp Bu Suto

Basecamp Bu Suto

Plakat Penanda Camp

Plakat Penanda Camp

Kami disambut hangat oleh Bu Suto, masakan pun sudah disiapkan. Setelah sarapan, mandi dan packing ulang sekitar jam 2 siang kami memulai perjalanan. Kami menggunakan jasa ojek untuk sampai ke Pondok Pak Sunarya, rencananya hari ini kami akan mencapai camp 3 dan membuka tenda disana…

Ojek Gunung Raung

Ojek Gunung Raung

Pos Pak Sunarya

Pos Pak Sunarya

Trek Awal Pendakian Gunung Raung

Trek Awal Pendakian Gunung Raung

Butuh waktu sekitar 20 menit menggunakan ojek untuk sampai ke pondokan Pak Sunarya, disini kami juga disuguhi kopi hangat. Cuaca saat itu kurang bersahabat, gerimis kecil terus turun. Namun karena kami dikejar waktu akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan. Trek awal tidak begitu terjal, kanan dan kiri merupakan ladang kopi warga. Jalanan landai terus hingga sampai di Pos 1 Gunung Raung. Dari Pak Sunarya ke Pos 1 dibutuhkan waktu sekitar 1 jam jalan santai. Sampai di Pos 1 ini hujan semakin deras, kami memutuskan untuk berhenti sebentar. Saat hujan mulai reda kami membuka bungkusan makanan dari Bu Suto dan makan-makan lagi di Pos 1.

Makan Siang di Pos 1 Gunung Raung

Makan Siang di Pos 1 Gunung Raung

Dari Pos 1 menuju Camp 2 Gunung Raung jalanan mulai menanjak, lumayan terjal dan licin. Hutan yang sangat rapat membuat air hujan susah menembusnya. Pendakian yang melelahkan karena jalur yang licin dan menanjak. Kami sampai di Camp 2 sekitar jam 5 sore. Untuk sampai di Camp 2 dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam berjalan santai dari Pos 1.

Camp 2 Gunung Raung

Camp 2 Gunung Raung

Karena hari sudah sore maka kami memutuskan untuk bermalam di Camp 2. Meskipun badan sebetulnya belum menyerah untuk terus berjalan sampai ke camp 3, tapi niat itu harus diurungkan karena menurut mas Tito dari KNK Gubeng ada jalur yang biasa dilewati harimau yang letaknya berada di antara camp 2 dan camp 3. Ini juga diiyakan oleh mas Yohny yang bercerita bahwa ada tenda pendaki yang didatangi oleh harimau saat camp di area ini. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan maka kami membuka tenda disini, memasak dan bercerita hingga larut malam..

Hari ke – 3

Target yang tidak tercapai pada hari ke 2 harus kami bayar di hari ke 3 ini. Kami bangun lebih pagi agar bisa melanjutkan perjalanan lebih pagi juga. Target hari ini adalah Camp 7. Waktu tempuhnya sekitar 6-7 jam berjalan santai dari camp 2. Setelah menyantap sarapan Sop dan telur dadar, kami melakukan packing dan melanjutkan perjalanan tepat pukul 8.

Sarapan di Gunung Raung

Sarapan di Gunung Raung

Menu Sarapan

Menu Sarapan

Camp 2 – 3 ditempuh dalam waktu 1 jam. Jalur pendakian tidak seberapa menanjak sehingga tidak seberapa melelahkan. Camp 3 – 4 ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Di camp 4 ini cukup lapang, bisa digunakan untuk mendirikan 5-6 tenda.

Camp 4 – 5 jaraknya tidak seberapa jauh, hanya butuh waktu sekitar 40 menit saja. Jalurnya berupa tanjakan tanpa henti dan hutan yang semakin lebat. Camp 5 ini tidak terlalu luas tempatnya. Camp 5 – 6 juga merupakan pendakian yang pendek. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit saja, jalur yang dilalui lumayan ekstrim karena kanan dan kiri adalah jurang yang dalam..

Camp 6 – 7 merupakan perjalanan yang sangat menguras tenaga, selain karena medan yang menanjak dan beberapa kali harus naik berpegangan pada tali tambang yang sudah diikatkan di pohon-pohon tentu stamina juga sudah mulai menurun. Akhirnya saya sampai di Camp 7 sekitar pukul 14.30 . Camp 7 ini adalah tempat terbuka yang kanan kirinya jurang, namun sangat luas hingga bisa menampung sekitar 30an tenda. Di camp 7 ini juga ada WC yang ditutupi dengan seng. Ada pondokan yang dinamai Pondok Rasta, di genteng atasnya seperti minimarket. Banyak persediaan makanan pendaki yang tidak habis ditinggal disitu, tinggal diambil seperlunya dan gratis tentunya…

Camp 7 Gunung Raung

Camp 7 Gunung Raung

Tenda Camp 7 Gunung Raung

Tenda Camp 7 Gunung Raung

Suasana Camp 7 Gunung Raung

Suasana Camp 7 Gunung Raung

Kami menikmati malam di Camp 7 dan tidak tidur terlalu malam karena harus bangun jam 2 dini hari untuk persiapan menuju puncak gunung raung. Alat-alat climbing seperti Carabiner, Figur Eight, Tali karmentel, Webbing, helm dll juga sudah disiapkan sebelum tidur..

Hari ke – 4

Jalur Pendakian Puncak Gunung Raung

Jalur Pendakian Puncak Gunung Raung

Summit Attack!! Dini hari ini saya dan beberapa teman PATAGA Surabaya akan berangkat menuju puncak gunung raung untuk mengganti Plakat Puncak Gunung Raung dengan yang baru. Hanya 8 orang yang berangkat, sementara 9 lainnya tetap di Camp 7 untuk melakukan Kerja Bakti di Camp 6 dan Camp 7.

Setelah menikmati sarapan yang kepagian, pukul 3 dini hari kami memulai perjalanan menuju puncak gunung raung. Sekitar 1,5 jam berjalan kami sampai di Camp 8. Lokasi camp 8 ini sangat miring dan hanya muat 1 tenda, namun sangat tidak direkomendasikan untuk camp disini…

Camp 8 – 9 ditempuh dalam waktu 1 jam saja, trek yang dilalui terus menanjak tanpa ampun. Licin juga karena hujan semalam… Sampai di camp 9 kami istirahat dan mulai memasang perlengkapan Climbing di badan. Sekitar 10 menit berjalan dari Camp 9 kami sampai di Puncak Bendera Gunung Raung.

Camp 9 Gunung Raung

Camp 9 Gunung Raung

Setelah melewati puncak bendera ini jalur pendakian menjadi sangat ekstrim, dari puncak bendera turun kemudian melipir dengan jurang di kanan kita. Setelah itu menyebrang menggunakan tali di Ekstrim 1. Setelah itu berjalan menuju puncak 17. Sampai dibawah puncak 17 ini bisa melalui 2 jalur, mendaki puncak 17 atau melipir disampingnya. Kami memilih melipir disamping puncak 17 Gunung Raung, harus sangat berhati-hati karena jalur yang tersedia hanya sekitar 20cm an…

Trek Ekstrim Menuju Puncak

Trek Ekstrim Menuju Puncak

Menuju Puncak Gunung Raung via Kalibaru

Menuju Puncak Gunung Raung via Kalibaru

Setelah itu kami melalui jembatan sirotol mustakim.. jalur sempit dengan kanan dan kiri jurang sejauh beberapa puluh meter.. Kemudian ada ekstrim 3 yang merupakan jalur menuruni tebing, harus menggunakan tali untuk rapelling turun disini.. setelah itu turun kearah kanan hingga sampai di bawah puncak tusuk gigi. Jalur berganti dengan susunan bebatuan besar hingga puncak tusuk gigi. Harus berhati-hati agar tidak tertimpa batu dari atas. Tidak ada jalur jelasnya untuk menuju puncak tusuk gigi, kami mengambil jalur kanan terus hingga sampai ke puncak tusuk gigi. Dari sini hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke Puncak Sejati Gunung Raung. Kami sampai di puncak sejati sekitar pukul 9 pagi…

Sampai di puncak kami langsung melakukan penggantian plakat puncak.. sayangnya cuaca saat itu tidak mendukung. Saat tengah melakukan penggantian plakat tiba-tiba hujan deras datang.. untung saja kemudian menjadi gerimis. Kabut yang tebal dan gerimis ini menghalangi pandangan kami untuk melihat Kawah Gunung Raung.

Puncak Gunung Raung

Puncak Gunung Raung

Puncak Gunung Raung Hehe

Puncak Gunung Raung Hehe

Di Puncak kami sempat melakukan makan siang sebelum akhirnya turun.. jalur turun dilalui dengan sangat hati-hati karena licin sehabis hujan. Karena hujan maka sungai dibawah Puncak Tusuk Gigi mempunyai aliran air yang sangat deras, untung saja kami membawa jerigen untuk membawa air dari puncak.. Perjalanan turun terasa lebih lama karena harus melakukan cleaning alat pendakian saat semua anggota tim sudah melewati jalur. Karena hawa yang sudah sangat dingin kami turun dengan sangat cepat menuju camp 7.

Pergantian Plat Puncak Raung

Pergantian Plat Puncak Raung

Bersama PATAGA Surabaya

Bersama PATAGA Surabaya

Sampai di Camp 7 pukul 14.00 dan sudah dihidangkan makanan berupa nasi ayam rendang dan telur dadar masakan mas Yohny..

Hari ini anggota PATAGA yang tidak ikut summit melakukan pelebaran area dan membuat dampingan agar tidak longsor di Pos bayangan 1 dan 2 diantara Camp 6 dan 7..

Hari ke – 5

Anggota PATAGA yang belum summit sudah berangkat ke puncak dini hari tadi.. sementara sekarang giliran kami yang kerja bakti. Diawali dengan sarapan yang dihidangkan oleh Mas Yohny, menunya berupa Mie, Sayur, Ayam dan Sambal..

Dimasakin Bos Yohny

Dimasakin Bos Yohny

Sarapan di Camp 7

Sarapan di Camp 7

Kerja Bakti di Camp 7

Kerja Bakti di Camp 7

Pondok Rasta Gunung Raung

Pondok Rasta Gunung Raung

Kerja bakti dilakukan untuk memperluas area Camp 7 dan membuat dampingan agar tidak longsor. Pondok Rasta di Camp 7 juga dipindah agak ke pinggir agar sebelahnya muat diisi tenda. Semangat sekali kerja bakti di Camp 7 ini, kami hanya beristirahat untuk makan siang yang kemudian melanjutkan kerja bakti hingga sore hari.

Hari ke – 6

Hari terakhir di Gunung Raung, kami bangun jam 6 untuk melanjutkan kerja bakti yang belum selesai kemarin. Dengan kekuatan penuh hingga selesai pada pukul 8. Setelah itu sarapan pagi.. Menu yang disediakan oleh Mas Yohny di hari terakhir ini sangat istimewa. Ayam , ikan asin dan sayur-sayuran lainnya..

Setelah itu kami packing dan melakukan perjalanan turun pukul 11.00. Sampai di Pondokan Pak Sunarya jam 3 Sore.. Setelah itu dilanjutkan naik ojek hingga sampai di Basecamp Bu Suto. Setelah bersih-bersih kami bersantai sejenak sambil menunggu shalat isya selesai.

Syukuran 15 Tahun Jalur Pendakian

Syukuran 15 Tahun Jalur Pendakian

Syukuran diadakan setelah shalat Isya di Sekretariat Pendakian Gunung Raung. Setelah sambutan-sambutan dan doa bersama acara yang ditunggu-tunggu pun datang. Makan-makan hahaha…

Untuk Guide Pendakian Gunung Raung sebaiknya langsung saja hubungi orang yang pertama kali sampai ke Puncak Gunung Raung, alias Mas Yohny Denali Surabaya di nomer 08123048760 , atau untuk Porter Pendakian Gunung Raung bisa juga hubungi mas Tito sebagai tangan kanan mas Yohny..

Semoga dengan adanya pendakian Gunung Raung melewati Kalibaru ini bisa membuat kesejahteraan masyarakat sekitar kalibaru meningkat.. amiiin…



One Response

  1. Tuxlin January 1, 2018

Leave a Reply

Select Language