Gunung Penanggungan, Catatan Perjalanan Menunggu Sidang




Beberapa bulan ini saya puasa mendaki gunung karena harus segera menyelesaikan skripsi. Niatnya sih saya tidak akan mendaki gunung sampai selesai sidang skripsi, tapi kok… jadwal sidang belum keluar juga ya. Jadi saya memutuskan untuk kembali mendaki gunung sebelum melaksanakan sidang skripsi, Gunung Penanggungan tepatnya.




Gunung Penanggungan adalah tempat yang pas untuk melakukan perjalanan singkat yang menyenangkan, pos perijinan pendakian ada di Trawas yang hanya berjarak 1,5 jam berkendara dari Surabaya. Peserta pendakian ini awalnya hanya saya dan Verry, namun pagi hari sebelum berangkat teman saya Bagus saya rayu untuk ikut mendaki. Saya pun mengirim skrinshut percakapan bagaimana cara saya izin ke Ibu saya hahaha… 2017 memang perijinan sangat mudah didapatkan, tidak perlu proses yang njelimet.

Kami bertiga berkumpul di daerah Wonokromo, di tempat dimana Cikasur ini dibuat. Pukul 11 siang kami berangkat, kemudian melipir sebentar untuk shalat Jumat di daerah Sepanjang. Setelah itu langsung tancap gas melewati mojosari dan berhenti sebentar di Alfamart trawas untuk membeli bekal pendakian. Setelah itu kami menuju ke warung makan langganan kami di depan Balai Desa Tamiajeng,

Warung Bu Dian ini adalah langganan saya sejak pertama mendaki Gunung Penanggungan. Bu Dian dan Pak Atok suaminya sudah seperti orangtua saya sendiri, dulu selepas lulus SMA hingga semester awal-awal kuliah hampir setiap bulan saya mendaki Gunung Penanggungan. Jam berapapun kami mendaki pasti mampir dulu ke Warung Bu Dian, tidak jarang saya harus membangunkannya tengah malam hahaha…. Menu andalan disini adalah Nasi Pecel dan Nasi Campur, dengan lauk Ayam,Tahu dan Tempe harganya cuma 10rb. Murah dan bisa nambah nasi sendiri. Biasanya kalo saya malas bawa kompor, saya beli nasi disini untuk dibawa naik ke atas gunung. Ubaya Training Camp yang ada disebelah Pos Perijinan Pendakian Gunung Penanggungan juga membawa dampak positif bagi Warung Bu Dian, setiap minggu selalu ada ribuan porsi nasi kotak yang dipesan. Alhamdulillah. Saya sempat khawatir Warung Bu Dian kehilangan pelanggannya karena banyak pendaki baru yang tidak mengenal warung ini, lebih memilih makan di dekat perijinan pendakian. Menurut saya tidak Sah ke Penanggungan tanpa makan di Bu Dian.




Jam 3 sore kami mulai meluncur ke Pos Perijinan, sampai disana kami Parkir motor di depan Pos Perijinan. Sebenarnya hari jumat-minggu tempat parkir dikuasai karangtaruna desa setempat yang mengharuskan parkir di depan Ubaya Training Camp, tidak jauh sih dari pos perijinan. Tapi kan malessss wkwk.. Kami sukses parkir depan pos karena naik motor tidak pakai helm, helm sudah dititipkan di Warung Bu Dian. Mungkin dikira kami ini warga sekitar hahaha…

Perijinan Gunung Penanggungan

Perijinan Gunung Penanggungan

Setelah melakukan registrasi kami langsung memulai perjalanan. Trek awal gunung penanggungan berupa jalan paving karena ada tempat wisata Kolam Renang GBR diatas pos perijinan. Setelah melewati GBR jalan berganti tanah dan batuan, jalanan menuju pos 2 cenderung landai. Sekitar 40 menit berjalan dari perijinan akhirnya kami sampai di Pos 2 Gunung Penanggungan. Disini ada warung makan dengan banyak tempat duduk, sayangnya saat itu warungnya tutup. Mungkin buka hanya pada hari sabtu dan minggu. Kami beristirahat sebentar di Pos 2.

Warung Pos 2 Gunung Penanggungan

Warung Pos 2 Gunung Penanggungan

Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 Gunung Penanggungan ini mulai menanjak, tanjakan tanpa ampun menunggu kami di depan. Namun jarak antar pos ini tidak begitu jauh, tidak sampai 30 menit kami sudah sampai di Pos 3. Jarak Pos 3 ke Pos 4 juga tidak seberapa jauh, kurang dari 30 menit juga waktu yang ditempuh untuk sampai ke Pos 4. Jalur pendakian mulai banyak bercabang meskipun nanti akhirnya ketemu juga. Beberapa tahun lalu seingat saya jalurnya hanya 1, berupa jalan kecil yang akan dialiri air sangat deras ketika hujan. Saat ini jalur gunung penanggungan sudah dibenahi oleh pengelolanya, bahkan tanahnya dibentuk seperti anak tangga. Salut!!

Pos 4 adalah pos terakhir di Gunung Penanggungan, diatasnya lagi adalah Pelataran (Puncak bayangan) dan Puncak Gunung Penanggungan. Dari sini jalur sudah berupa anak tangga tanah,namun tanjakan juga semakin curam. Tanjakan tanpa ampun terus menghajar kami, menjelang puncak bayangan jalur kembali menyempit dan tanah berupa anak tangga juga tidak ada. Pemandangan kota yang disuguhkan gunung penanggungan juga sudah mulai terlihat dari sini. Kami berhenti di atas jurang sebelum Pelataran, sambil menunggu adzan maghrib teman saya Bagus melakukan videocall dengan keluarga dan beberapa sahabat saya. Oh iya jangan khawatir, di Gunung Penanggungan sinyal 4G sudah menjangkau sampai puncak. Tetep bisa update kondisimu ke keluarga, atauu kalo mau pamer ke temen2.

Senja di Gunung Penanggungan

Senja di Gunung Penanggungan

Setelah membuka tenda di Pelataran (Puncak bayangan) kami melakukan ritual memasak, menu kami yaitu tempe goreng, pentol goreng dan Indomie tentunya.. Cuaca malam itu sangat bersahabat, indahnya lampu kota menemani kami memasak malam itu. Suhunya juga tidak dingin sama sekali, setelah makan saya tidur masih dengan celana pendek dan kaos saja. Tidak perlu sleepingbag. Memang ajaib sekali gunung ini hehehe….

Sunrise Gunung Penanggungan

Sunrise Gunung Penanggungan

Menuju Puncak Gunung Penanggungan

Menuju Puncak Gunung Penanggungan

Pagi hari kami melakukan persiapan untuk Summit Attack, makan dan membawa bekal untuk persiapan ke puncak gunung penanggungan. Tenda kami tinggal disini, dan hanya membawa satu tas saja untuk ke puncak. Perjalanan ke puncak gunung penanggungan ini melewati jalur bebatuan yang menanjak curam, sangat curam. Harus berhati-hati karena ramainya gunung penanggungan menjadikan batu-batu yang dijadikan pijakan menjadi rapuh dan rawan longsor. Sekitar 1jam mendaki akhirnya kami sampai juga di Puncak Gunung Penanggungan. Teman saya Bagus yang senyumnya paling lebar, ini puncak pertamanya dan mungkin akan berlanjut ke puncak-puncak selanjutnya.. Karena mendaki itu seperti candu bukan?

Puncak Gunung Penanggungan

Puncak Gunung Penanggungan

Sok Cuek

Sok Cuek

Makan Leci di Gunung Penanggungan

Makan Leci di Gunung Penanggungan

Pose Abg Gunung Penanggungan

Pose Abg Gunung Penanggungan

Di puncak kami menyantap bekal berupa leci kaleng, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto-foto khas Abg.. Cukup lama kami di Puncak, karena matahari makin menyengat akhirnya kami memutuskan untuk segera turun. Alhamdulillah perjalanan turun sangat lancar, setelah mandi-mandi di Warung Bu Dian kami melanjutkan perjalanan ke Gresik. Ngopi dulu di Cakri sebelum saya dan teman-teman benar2 pulang ke rumah…

Entah mengapa saya tidak pernah bosan untuk mendaki Gunung Penanggungan. Padahal pemandangannya juga gitu2 aja, dan sering juga dicap gunung cupu. Hmm.. padahal ada beberapa yang meninggal dan yang hilang karena terlalu meremehkan gunung ini.

Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kalian, semoga bisa merasa ikut berjalan bersama saya meski kenyataanya tidak. Panjang umur pendaki gunung Indonesia!.



4 Comments

  1. Hilda Nadia Nadlif October 17, 2017
    • cikasur October 17, 2017
  2. Pingback: Awal Mula Gunung Penanggungan | Radityz November 12, 2017
  3. rani yulianty November 13, 2017
  4. Cerita Bunda November 13, 2017

Leave a Reply

Select Language