Kopi Bor ala Kedai Simple Surabaya

Kedai simple berada di pusat kota Surabaya, untuk menuju kesana dari Bambu Runcing belok kanan ke Jl.Embong Sawo. Lurus terus sekitar 100meter ada kelurahan, nah gang kecil sebelah kelurahan inilah tempat Kedai Simple berada(didepan gang ada papan tulisan Kedai Simple). Untuk motor bisa diparkir didalam, sedangkan mobil parkirnya di Jl.Embong Sawo. Tentu tidak ada yang menyangka bahwa ada Warung Spesialis Kopi disini bukan ?

Suasana Kedai Simple

Kedai Simple

Kedai Simple berada didalam gang kecil, bersama dengan beberapa pedagang kaki lima lainnya. Motor yang lewat pun tidak bisa simpangan didalam gang kecil ini..Kedai Simple menyediakan berbagai jenis kopi seperti Gayo, Toraja, Flores, Malabar, Andungsari, Kintamani dan Sumber Tangkil. Tentu kopi-kopi ini masih berupa biji, apabila kita memesan baru akan digiling. Nah uniknya ada disini, Grinder yang digunakan untuk menggiling adalah Bor. Konon alat pertukangan itu dipakai karena sang owner sangat lelah dengan grinder manual, selain itu lebih hemat listrik katanya. Alasan yang simple.




Mbak Yanti Kedai Simple

Mbak Yanti Kedai Simple

Saya berkunjung kesana sekitar pukul 3 sore, nampak Kedai Simple tidak terlalu ramai.. Namun setelah berbincang banyak dengan Mbak Yanti salah satu ownernya, ini karena Kedai Simple tutup pada pukul 4 sore. Hahaha.. karena saya baru pertama kali kesana maka tetap dilayani dan tidak usah buru-buru katanya. Hari itu beliau sudah menjual lebih dari 150 gelas kopi Nusantara. Sebuah pencapaian yang sangat besar menurut saya, mengingat Kopi seperti ini belum menjadi idola masyarakat Surabaya.

Meskipun kebanyakan distributor biji kopi berdomisili di Surabaya namun mayoritas orang Surabaya masih suka ngopi di giras yang menjual kopi dengan berbagai campuran, kata mas Hasan ada kopi yang sampai dicampur bodrek. Menurut beliau ini dilakukan agar ketagihan. Sebetulnya mungkin masyarakat Surabaya juga ingin membeli kopi murni, tapi dengan harga rata-rata diatas 15rb per cangkir tentu hanya orang-orang kalangan menengah keatas yang bisa membelinya. Mengingat kebutuhan Kopi tiap harinya minimal adalah 2 cangkir. Hahaha….

Seolah ingin menjawab masalah itu, Kedai Simple yang baru satu tahun buka ini menyediakan berbagai Kopi Nusantara dengan harga mulai dari 5rb untuk kopi hitam dan 8rb untuk kopi susu. Menurut saya ini kopi murni paling murah yang ada di Surabaya, apabila ada yang lebih murah lagi mungkin kualitasnya ada dibawah kopi yang dimiliki Kedai Simple. Beberapa varian kopi yang ditulis di menu juga kerap kali kosong, bukan karena tidak ada stok namun bila kualitas kopi sedang tidak bagus. Maka Kedai Simple tidak akan mengambil stok kopi tersebut, sangat idealis bukan?

Untuk cara penyajiannya Kedai Simple menyediakan berbagai macam metode manual brewing, seperti Vietnam Drip,Turkish dan Pour Over. Selain itu bila memesan espresso disini akan dibuat dengan menggunakan moka pot.

Kopi Susu Aceh Gayo

Kopi Susu Aceh Gayo

Saya memesan Aceh Gayo+ Susu dengan metode Vietnam Drip sementara teman saya memesan Aceh Gayo dengan metode Turkish. Untuk rasa kopi saya bukan ahlinya dalam mengomentari, yang saya rasa Kopi Susu saya terlalu manis hahaha… Bilang seperti itu ke mas Hasan, langsung dibikinkan Kopi Lanang dengan Vietnam Drip. Kopi lanang ini kopi yang bijinya bulat sempurna, biji hadiah dari customer kata beliau. Menurut bon pembeliannya 1kg Kopi Lanang ini harganya mencapai 500rb.




Kopi Lanang

Kopi Lanang

Kopi Turkish

Kopi Turkish

Setelah mencoba Kopi Lanang ternyata mas Hasan masih tidak terima karena saya tidak bisa menjelaskan bagaimana rasa dari Kopi Lanang ini hahaha… Katanya kopi ini pahit, namun dilidah saya tidak terlalu pahit. Aneh memang… Oleh karena itu saya dibikinkan lagi Kopi dari Gunung Penanggungan katanya, dengan Pour Over / V60. Sudah 3 Gelas kopi yang saya habiskan di Kedai Simple dan waktu juga sudah mendekati maghrib, terlalu asik ngobrol menjadi tidak ingat waktu. Saat itu saya merasa sepenuhnya menjadi anak Indie karena sedang bersama Senja, Kopi dan Semesta yang mendukung (kata2 yang wajib dipuisikan anak Indie jaman skrg). Harusnya Senja,Kopi,Semesta dan Hujan sih, tapi jangan. Saya tidak bawa jas hujan hahaha…..

Saya dan teman pun berpamitan pulang, yang bikin tidak enak lagi… Kopi yang saya bayar hanya Kopi Aceh Gayo+Susu dan Turkishnya. Kopi-kopi setelah itu diberikan cuma-cuma. Terimakasih mbak Yanti dan mas Hasan atas ceramah tentang Kopinya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari Kedai Simple, keterbatasan alat tidak bisa menghalangi niat mereka untuk menyajikan Kopi terbaik.

Panjang umur petani Kopi Indonesia, Semoga makmur Kedai Kopi Nusantara!!



2 Comments

  1. Jun August 16, 2017
    • cikasur August 16, 2017

Leave a Reply

Select Language