Secangkir Kopi dan Sebotol Jamu dari LODJI BESAR, Koffie & Djamoe

 

LODJI BESAR, Koffie & Djamoe

Surabaya sebagai kota pahlawan masih menyimpan dengan apik berbagai peninggalan jaman kolonial , oleh karena itu tidak usah heran kalau disini masih terdapat bangunan bangunan mewah peninggalan jaman kolonial. Bangunan peninggalan jaman kolonial ini banyak yang masih difungsikan sebagaimana aslinya mulai dari sekolah hingga rumah sakit ataupun yang sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal. Kali ini saya akan mengajak anda mampir ke salah satu rumah peninggalan Belanda yang berada di sebrang Makam Peneleh… wah kelihatan menyeramkan sekali ya. Tenang saja kita kesini bukan untuk uji nyali melainkan untuk menikmati kopi, jamu dan berbagai jajanan yang disediakan oleh LODJI BESAR, Koffie & Djamoe.

Sugeng rawuh

LODJI BESAR, Koffie & Djamoe ini berada di Jl. Makam Peneleh no 46 Surabaya, atau berada di depan makam peneleh. Perlu anda ketahui bahwa Lodji ini dibangun pada tahun 1907, kemudian direvitalisasi pada tahun 2015 untuk dijadikan tempat tinggal. Setelah itu harus direvitalisasi lagi pada 2016 karena lodji ini akan direstorasi sesuai dengan bangunan awalnya dengan beberapa tambahan tanpa mengubah bentuk asli yang kemudian akan difungsikan sebagai galeri oleh oleh Khas Surabaya : Sawoong dan tempat nongkrong bernama LODJI BESAR, Koffie & Djamoe.

Pertama kali datang kesini anda tidak akan sadar bahwa bangunan ini sudah berusia lebih dari 100 tahun, namun setelah anda amati berapa ketebalan tembok bangunan itu pasti anda langsung sadar.. ini bukan bangunan dari jaman kita hahaha. Tempat parkir di depan Lodji sangat luas, cukup untuk beberapa mobil dan banyak motor. Parkirnya Gratiss!! Lodji ini terdiri dari rumah utama dan rumah kecil disampingnya. Rumah utama sekarang digunakan sebagai galeri dan tempat duduk Indoor, sementara rumah kecil digunakan sebagai tempat meracik minuman dan tempat duduk outdoor. Meja dan kursi terbuat dari kayu tanpa cat membuat terkesan alami dan disetiap meja ada jajanan kecil atau biasa disebut ‘kletikan’ kalau kata orang Surabaya.

Menu makanan LODJI BESAR, Koffie & Djamoe

Menu makanan dan minuman yang ditawarkan oleh LODJI BESAR, Koffie & Djamoe ini sangat lengkap. Untuk minuman disediakan berbagai jenis kopi robusta dan arabika dari berbagai daerah, susu serta teh kemudian jamu mulai dari sinom, pokak, beras kencur hingga jamu modern seperti pokak milkshake dan ice cream temulawak. Makanan kecil pendamping nongkrong juga banyak pilihannya seperti kentang goreng, roti bakar dan ketan keju. Selain itu, untuk mengatasi pengunjung yang kelaparan.. LODJI BESAR, Koffie & Djamoe juga menyediakan makanan berat yaitu nasi bebek, nasi ayam, nasi campur dan sego sambel. Semua menu diatas harganya terjangkau.

Kopi Susu LODJI BESAR, Koffie & Djamoe
Beras Kencur Ketan Kopi Kacang LODJI BESAR, Koffie & Djamoe

Kami memesan kopi arabika kalosi + susu , beras kecur dan ketan keju. Kopinya disajikan dalam frenchpress. Menurut saya sebagai anak kopi yang gak kopi kopi banget sih kopinya enaaak gak seberapa manis tapi kalo kurang gula sudah disediakan dimeja, beras kencurnya pake botol jadi kelihatan bagus hahaha. Untuk ketan kejunya porsinya lumayan banyak sehingga cocok untuk menunda lapar. Di meja juga ada kletikan berupa kacang kacangan,dibalik kacang ada harganya hahaha.. jadi jangan mengira ini “suguhan”.

Pengunjung LODJI BESAR, Koffie & Djamoe
Ada Pak Pieter (bertopi)

Pengunjung yang datang ke Lodji besar saat itu kebanyakan bapak bapak dan laki laki dewasa… tebakan saya sih mungkin karena itu juga daftar menu dibikin besar seukuran A3, untuk memudahkan melihat menu karena target pasarnya tidak hanya untuk nongkrong anak muda tetapi juga untuk bapak dan ibu yang ingin nostalgia. Semakin malam makin ramai juga lodji besar, saat itu ada diskusi rutin yang diadakan dengan tema Sejarah Itu Asyik dengan narasumber Pak Pieter, pendiri Sukarno Institute yang juga menemukan bukti bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Diskusi itu sangat menarik sekali, sebenarnya saya ingin mengikuti diskusi itu sampai selesai, namun karena ibu Negara mengantuk dan memasang muka sangar saya kemudian mengalah untuk pulang…

Pengunjung LODJI BESAR, Koffie & Djamoe

Sebenarnya selain LODJI BESAR, Koffie & Djamoe anda juga bisa melihat lihat daerah sekitar peneleh yang masih banyak perkampungan kuno. Biasanya beberapa komunitas mengadakan jalan jalan untuk napak tilas kampong kuno disekitar peneleh. Kalau anda kebetulan sedang berada di Surabaya dan ingin menikmati ngopi dan njamu dengan suasana tempo dulu.. jangan lupa mampir ke LODJI BESAR, Koffie & Djamoe yaa…

4 Comments

  1. Albertna January 4, 2017
    • cikasur January 12, 2017
  2. Rifqy Faiza Rahman January 10, 2017
    • cikasur January 12, 2017

Leave a Reply

Select Language