Review Kompor SOTO G’z STG-10 G-Stove

Kompor SOTO G'z STG-10 G-Stove
Kompor SOTO G’z STG-10 G-Stove

Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan kompor yang sudah 3 tahun saya pakai. yaitu kompor Soto Gz. Sebelumnya saya menggunakan kompor kotak merk gasmate,dan kemudian diambil orang di gunung rinjani… kompor ini menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.

Spesifikasi :
Materials: body: aluminium + stainless steel
Crater: die-cast aluminium
Valve: brass
Size: width 153 x depth 195 x 77 mm (when used)
Width 142 x 78 d x 25 mm (when folded)
Weight:
380 g
Thermal power: 2.9 kw (/h) (when using STG-70)
Fuel: SOTO-product container (cassette type)
Ignition: piezo ignition
Accessories: storage case, auxiliary hope
Manufacturing: made in Japan
Harga : 800-1,3Juta

Isi Kompor SOTO G'z STG-10 G-Stove
Isi Kompor SOTO G’z STG-10 G-Stove

Pada awalnya saya tertarik dengan kompor ini karena “Made In Japan” . Selain itu ukurannya yang kecil dan mudah diselipkan di tas saya yang hanya 35L. Saya membeli kompor ini di situs online Amazon agar hemat, karena saat itu perbedaan harga dengan penjual di Indonesia hampir 500rb.

Burner Kompor SOTO G'z STG-10 G-Stove
Kompor SOTO G’z STG-10 G-Stove

Kesan pertama saat melihat kompor ini adalah bentuknya yang sangat kokoh. Pada saat awal memasang gas mungkin akan agak bingung, tapi setelah membaca buku panduan ternyata sangat mudah. Bentuk pengatur besar kecil apinya sangat simple tapi tetap terlihat kuat. Kompor ini juga dilengkapi dengan pemantik api. Selain itu apabila kita akan memasak dengan panci yang sangat kecil, didalam kompor juga disediakan penyangga panci kecil. Api yang dihasilkan kompor ini berwarna biru dan menyembur kencang hampir seperti kompor multifuel. Ingat ya hanya hampir… hehe…

Kompor SOTO G'z STG-10 G-Stove
Siap Masak

Kelebihan :

  • Packing Kecil
  • Api Besar
  • Bahan bakar gasmate mudah didapat
  • Tahan Angin
  • Cocok untuk memasak 2-4 orang

Kekurangan :

  • Harga mahal
  • Harus sering dibersihkan
  • Pemantik rawan macet / harus sedia korek
  • Beratnya belum masuk ultralight

Kompor ini cocok untuk pendaki yang baru mulai berpindah ke aliran ultralight, dan cocok juga untuk pendaki yang suka masak cepat (tidak perlu menunggu lama karena api besar) . Kompor ini bisa menahan angin dari kanan dan kirinya, pengalaman saya memasak di puncak gunung penanggungan kompor masih menyala normal meskipun dihajar badai. Minusnya kompor saya setelah 1 tahun pemakaian, pemantiknya mulai tidak normal. Kadang bisa dan kadang tidak, jadi amannya selalu bawa korek api. Untuk penampilan kompor, karena warnanya terang sebaiknya agar tetap keren saat naik gunung sering sering membersihkan kompor ini. Kalo saya abis pakai ga pernah dibersihkan jadi jelek banget tampilannya hehehe…

Intinya menurut saya sampai saat ini kompor Soto Gz ini masih layak untuk dibeli.

Leave a Reply

Select Language