Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Lawu 3265 mdpl Via Cemoro Sewu

Libur panjang di awal mei membawa aku dan teman-teman pergi mendaki ke gunung lawu, gunung lawu ini berada di perbatasan jawa timur dan jawa tengah. Bila mendaki lewat cemoro sewu maka anda ada di kabupaten magetan jawa timur, sedangkan bila mendaki gunung lawu lewat cemoro kandang adalah sudah di propinsi jawa tengah. Jalur cemoro kandang , cemoro sewu dan candi cetho adalah jalur yang umum digunakan untuk mendaki gunung lawu. Gunung dengan ketinggian 3265 mdpl ini merupakan salah satu gunung wisata karena banyak tempat-tempat yang digunakan untuk berziarah, tak heran di sepanjang jalur pendakian gunung lawu banyak dijumpai warung warung penjual makanan, dari nasi pecel hingga soto .

Basecamp Cemoro Sewu Gunung Lawu
Basecamp Cemoro Sewu Gunung Lawu

Malam hari kami packing dan bersiap-siap untuk berangkat . Kami ber 6 berangkat dari Surabaya pada jam 12 malam menggunakan bus MIRA tarip biasa dengan harga 25.000 per orang, tujuan kami adalah terminal Maospati magetan. Perjalanan ke maospati hanya memerlukan waktu 4 jam. Kami masuk ke dalam terminal dan menuju masjid untuk beristirahat sambil menunggu adzan subuh.
Kalau mau menuju ke basecamp perijinan gunung lawu tidak usah khawatir tidak dapat kendaraan karena di terminal maospati ini banyak sekali mobil yang siap dicarter untuk naik ke perijinan gunung lawu. Harganya juga bermacam-macam, semakin banyak penumpang maka akan semakin murah. Kami ber 6 akhirnya deal membayar 35 rb per orang untuk diantar ke basecamp gunung lawu via cemoro sewu. Perjalanan dari maospati ke cemoro sewu sangat menanjak dan berkelok kelok, butuh waktu 1 jam untuk menuju ke cemoro sewu, jadi menurut saya sangat pantas untuk memberikan 35rb sekali jalan. Kami sampai di cemoro sewu sekitar jam 6 pagi, dingin sekali udara di cemoro sewu. Kami langsung menuju warung makan di seberang mushollah cemoro sewu kemudian mengisi perut dengan soto dan pecel.

Setelah makan kami menuju pos perijinan gunung lawu , tiket masuk hanya 10.000 dan meninggalkan KTP sebagai jaminan. Perjalanan awal menuju pos 1 berupa makadam rapi dengan pepohonan tinggi dikanan dan kiri. Perjalanan menuju pos 1 lumayan jauh tetapi tidak terlalu menanjak, sebelum mencapai pos 1 ada banyak pos bayangan. Tanda pos 1 adalah bangunan semen dengan warung di depannya, saat itu pos 1 masih sepi sekali karena libur panjang baru dimulai esok hari. Panasnya matahari berganti mendung dengan tiba-tiba, gunung lawu memang penuh misteri dan cuacanya tidak bisa diprediksi. Kami beristirahat di pos 1 sampai kabut yang menutupi jalur menghilang. Dari perijinan ke pos 1 butuh waktu sekitar 50 menit.




Perjalanan Menuju Pos 2
Perjalanan Menuju Pos 2

Perjalanan kami lanjutkan ke pos 2 , jalur menuju pos 2 sudah mulai naik dan turun. Kami banyak beristirahat di jalan karena memang jarak yang ditempuh untuk menuju pos 2 cukup panjang. Pemandangan bebatuan besar menghiasi perjalanan. Dari pos 1 ke pos 2 butuh waktu 1,5 jam. Sampai di pos 2 sudah menunjukkan jam makan siang, ada warung baru di sebelah pos 2. Kami membeli nasi bungkus dan teh hangat.

Dari pos 2 ke pos 3 ini jalur pendakian mulai berat, tidak ada jalan datar sama sekali. Banyak jalur trabasan disini, karena jalur yang berkelok kelok mungkin dirasa membuang buang waktu. Perjalanan menuju pos 3 inilah yang menurut saya agak agak mistis karena lawu mendadak sunyi jalur nya. Dinginnya udara lawu membuat saya berpikir gunung lawu memang menyimpan banyak hal. Ditambah lagi di pos 3 kemarin terjadi kebakaran yang menewaskan 2 orang, 2 orang terpanggang dan barang barangnya masih ada di sekitar pos 3. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 memerlukan waktu 1,5 jam. Di pos 3 ini tidak ada warung, hanya ada bangunan semen yang didepannya ada tempat mendirikan tenda. Kami tidak beristirahat terlalu lama untuk mempersingkat waktu pendakian.

Jalur pos 3 menuju pos 4 gunung lawu ini merupakan yang paling ngawur, kami dipaksa untuk naik dengan curam, setelah setengah perjalanan menuju pos 4 kami bertemu tiang tiang tangga yang menunjukkan angka perhitungan mundur. Tiang pertama kalau tidak salah adalah nomer 55. Untuk sampai ke pos 4 maka harus sampai ke tiang nomer 0. Kami banyak beristirahat juga di jalur pendakian ini. Sekitar 1,5 jam dari pos 3 akhirnya kami sampai juga di pos 4. Pos 4 letaknya ada di seberang tebing curam yang merupakan spot bagus untuk berfoto, di pos 4 ini tidak ada bangunan dan hanya ada plang penanda pos. Kami tidak beristirahat lama karena memang tujuan kami pos 5 sudah dekat.

Sebelum Pos 4 Gunung Lawu
Sebelum Pos 4 Gunung Lawu

Untuk menuju pos 5 kami hanya perlu berjalan menanjak sedikit saja dari pos 4. Setelah itu kami bertemu jalan datar memutar kekiri dengan tebing curam di kanan jalan. Akhirnya setelah 5 jam 30 menit berjalan dari perijinan sampai juga di pos 5 gunung lawu. Di pos 5 ini ada banyak warung , di dalam warung ada tempat untuk tidur. Jadi kami tidak jadi membuka tenda dan lebih memilih tidur di dalam warung. Dinginnya udara lawu tidak bersahabat untuk membuka tenda. Selain itu di dalam warung juga ada lampu dan bisa membeli nasi pecel serta gorengan. Minuman sachet serta kopi dan teh juga ada. Jadi kalau ke lawu harus siap uang banyak karena disini ada tempat jajan hahaha. Setelah makan malam dengan pecel, kami masuk ke sleeping bag dan tertidur. Semakin malam makin banyak pendaki lain yang datang dan tidur juga di dalam warung.

Paginya kami bangun untuk menikmati sunrise dari depan warung , ternyata ada juga yang membuka tenda di depan warung. Sunrise nampak indah sekali, terlihat juga telaga sarangan dari sini. Pukul 6.30 pagi kami mulai berjalan menuju puncak gunung lawu, kami akan berjalan melalui sendang drajat untuk mengambil air kemudian langsung menuju ke puncak hargo dumilah, awalnya kami berniat ke hargo dalem juga namun niat itu kami urungkan karena fisik mulai lelah.

Puncak Gunung Lawu
Puncak Gunung Lawu

Jalur menuju puncak lawu tidak seberapa berat, butuh waktu 40 menit berjalan santai untuk sampai ke puncak hargo dumilah gunung lawu. Ternyata di puncak sudah ramai orang, ada juga yang camp di daerah sekitar puncak. Puncak gunung lawu ini berupa tugu , sinyal indosat sangat kuat disini. Puas berfoto di puncak kami memulai berjalan turun, di sendang drajat kami kembali mengisi air untuk perjalanan turun.

Sampai di pos 5 kami memesan makanan kemudian packing dan mulai berjalan turun. Perjalanan turun ini kami banyak berjumpa pendaki yang baru naik karena liburan panjang. Dalam 2 jam kami sudah sampai di pos 2. Istirahat sejenak dan makan bekal, tidak lama kemudian hujan turun dengan deras yang membuat kami harus lebih lama di pos 2. Setelah agak reda kami mulai berjalan turun kembali, kami menggunakan jas hujan sampai pos 1. Dari pos 1 sampai perijinan cuaca kembali cerah.




Dari pos perijinan ke maospati kami dibingungkan oleh kendaraan yang mau mengantar turun, setelah nego yang alot akhirnya disepakati harga 35 rb per orang. Sama seperti tarif saat berangkat. Untuk kembali ke surabaya kami menunggu bis di seberang terminal maospati. Kami sampai di kota pahlawan pada dini hari. Akhirnya sampai juga di rumah dengan selamat . Semoga catatan perjalanan gunung lawu via cemoro sewu ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih semesta.



Leave a Reply

Select Language