Sistem Pencarian dan Penyusuran Dalam Gelaran Operasi SAR

Operasi SAR adalah operasi yang  bersifat taktis dan  cepat. Semakin cepat gerakan tim dalam operasi akan sangat menentukan hasil.Ketika Berita SAR diterima maka SC akan segera membentuk SMC dan secepatnya mengirim tim Advance menuju titik 0 survivor. SMC berhak membuat 1 – 2 Tim Advance untuk efektifitas gerakan. Dan  berhak menggelar operasi terbatas. Dalam hal  ini setelah tim advance sampai titik 0 dan  bisa  menyimpulkan korban benar benar hilang tim advance berhak melakukan usaha pencarian searah. Atau pencarian terbatas dalam zona  radius 1 hari perjalanan. Pencarian searah yang  dimaksud adalah pencarian searah pulang menuju SMC. Setelah Tim Advance merapat di SMC maka secara otomatis atas rekomendasi tim Advance operasi SAR harus di buka.
Untuk efektifitas kerja koordinasi dengan pihak terkait sudah bisa  di bangun saat tim advance diluncurkan. SMC juga  sudah menggali data data survivor berupa;

  1.     Nama
  2.     Ciri-ciri fisik
  3.     Barang bawaan
  4.     Pakaian yang di pakai
  5.     Latar belakang dan semua hal tentang survevor
  • Hasil laporan tim advance tentang kondisi dan data lapang digunakan untuk menganalisa kebutuhan SRU dan  strategi pergerakan esok
  • Operasi SAR akan di buka selama 21 hari dimana SMC pertama memiliki hak otonomi menggelar operasi selama 7 hari
  • Setiap 7 hari operasi SAR dievaluasi oleh SC dan SMC, yang  meliputi temuan lapang dan  kemungkinan survivor masih bertahan
  • Jika SMC dalam 7 hari sudah tidak mampu menjalankan operasi maka SMC bisa  dipindah tanggung jawabkan (ingat standart acuan 7 hari pencarian hanya merupakan standart perlindungan negara terhadap sipil,  sama dengan standart bahwa tahanan 1 hari uang makannya yang  ditanggung negara rp 7000,-)
  • Istilah pasca 7 hari kerja disebut dengan open  SAR, dan  ini sekali lagi bukan berarti Operasi SAR berhenti, tetapi memungkinkan berpindah penanggung jawab penggelar operasi
  • Setelah 21 hari maka operasi SAR secara resmi akan di tutup dan  bilamana pihak keluarga menghendaki operasi tetap digelar maka segala hal  berkaitan dengan penggerakan personel dan  logistik akan ditanggung secara penuh pihak keluarga
  • Masa tambahan biasanya hanya berlangsung 1 x 7 hari

 

SISTIM PENCARIAN

 

  • H 1; tim Advance menuju titik lokasi dan  memastikan titik nol korban terakhir terpantau.
  • Tim Advance berhak mengadakan rekonstruksi bila terdapat saksi mata di lokasi untuk menganalisa pergerakan survivor
  • Tim Advance melakukan identifikasi terhadap semua jalur yang  ada  untuk memastikan kemungkinan ada jejak  yang  ditinggalkan
  • Jika menemukan tanda diantara jalur tersebut maka tim advance bisa  meminta SMC mengirimkan SRU atau melakukan pengejaran
Titik Nol Kejadian

Area kerja tim Advance dimana harus dipastikan dimana titik nol kejadian dan  jalur jalur yang  ada  dalam radius operasi tim advance tersusur. Metode pencariannya adalah menyusuri jalur yang  ada  dan  tidak boleh  menjamah area steril/membuka jalur kecuali ada  petunjuk bukaan jalur dari survivor
Jika titik 0 sudah diketahui maka yang  pertama dilakukan adalah membuat trap dengan radius 1 – 2 hari perjalanan dari titik 0.  tujuan trap adalah agar survivor dapat diarahkan menuju tempat penjemputan, trap menggunakan stringland dan  marker

Trap Survivor SAR

Titik titik yang  harus secepatnya di clearing adalah;

  1. Semua Blank dan Tebing dalam Zona Trap (semua bagian bawah blang/ dinding bawah harus di clear) kemudian di atas di pasang stringland dan marker (prioritas 1)
  2. Semua jalur yang ada di Zona Trap (prioritas 2)
  3. Semua Kawasan yang bisa menarik dikunjungi survivor dalam Zona Trap (prioritas 3)
  • Jika jumlah SRU memungkinkan maka semua prioritas bisa  dijalankan bersama
  • Jika didapati temuan maka harus dihitung jarak temuan dengan titik 0 untuk memperkirakan kondisi kesehatan survivor dibandingkan dengan kondisi normal dan kecepatan gerak survivor
  • SMC harus bisa  menyambungkan setiap temuan menjadi sebuah rangkaian yang  logis dalam setiap breefing
Blank Area Yang Harus Clear

Blank Area yang  harus di cleaning dalam radius awal, cleaning meliputi area bawah blank dan  area atas blank. Diikuti pemasangan marker
Dalam kasus orang hilang di Gunung Hutan ada  4 asumsi yang  harus di hitung kekuatan prosentasenya

  1. Tersesat dan masih mobile/dinamis
  2. Cidera dan pasif/statis
  3. Tewas/statis
  4. Menghilangkan diri, sengaja memisahkan diri dari rombongan tanpa konfirmasi, punya tujuan lain yang tak terkonfimasi

 

  • Setiap asumsi/kemungkinan digali dari hasil wawancara dengan orang terdekat. Dan  itu adalah kewajiban SMC
  • Semua Asumsi dan  kemungkinan tersebut harus dirahasiakan dari umum maupun OSC dan  SRU. Karena akan berpengaruh pada daya juang dan semangat pasukan
  • Jika trap area pertama telah bersih maka pencarian bisa  dilanjutkan dengan membuka area baru berdasarkan;
  1.     Petunjuk dan temuan lapang
  2.     Tempat tempat yang lazim dituju
  3.     Tempat yang menarik minat untuk ditaklukan
  4.     Arah pemukiman terdekat dari titik nol
  5.     Aliran aliran sungai (kemungkinan ada jejak susuran turun)
Kemungkinan Tujuan Survivor

Area yang  memungkinkan menarik minat dan  jadi  tujuan survivor, serta sungai yang  harus di susuri untuk kemungkinan survivor turun mengikuti aliran sungai
TEKNIK PENYUSURAN

Penyusuran Menyebar

Model menyebar, efektif dilakukan di kawasan bukit, dengan 2 sru atau lebih dimana pada masing2 lajur diisi max  2 orang saja

Penyusuran Berbanjar

Model berbanjar, efektif dilakukan di kawasan datar yang luas dengan 2 sru atau lebih dimana pada masing2 lajur diisi  1 orang saja

Penyusuran Area Blank

Penyisiran di area blank curam 80 – 90 derajad, dimana area atas dan  bawah harus bisa  dipastikan clear

Baca Juga:
Membangun Sistem Pelaksanaan Operasi SAR

Tulisan Oleh :
Windy Wirawan dalam Latihan Gabungan SAR OPA 2014
untuk www.gunung.xyz

 

Leave a Reply

Select Language