Sistem Komando Pelaksanaan Operasi SAR

MEMBEDAKAN MISI  SAR DAN MISI PENANGGULANGAN BENCANA

Misi SAR
Misi SAR adalah misi  kemanusiaan dengan skala tertentu dan kesulitan tertentu, dimana tujuannya adalah melakukan pencarian korban hidup atau mati dan  upaya pertolongan darurat

  •      Misi SAR memiliki cakupan korban yang  lebih  sedikit
  •      Dalam Misi SAR posisi  dan  keberadaan korban seringkali tidak diketahui
  •      Sistim organisasinya ringkas dan  taktis dan  bersifat komando/instruktif

Menggunakan sistim;
1. SC – SMC – OSC – SRU
2. SMC – OSC SRU (sistim komando mandiri)
3. SMC – SRU (sistim komando taktis)

Misi Penanggulangan Bencana




  • Misi Penanggulangan Bencana adalah misi kemanusiaan yang melibatkan jumlah korban yang besar dengan permasalahan yang komplek
  • Penanggulangan bencana dibagi menjadi;
  • Pra (kegiatan pencegahan)
  • Tanggap (kegiatan saat bencana terjadi antara 3 hari sampai 1 bulan)
  • Pasca (kegiatan setelah 1 bulan bencana, kebanyakan merupakan penanggulangan dampak sosial dan psikis
  • Melibatkan banyak unsur sehingga pola koordinasi harus luas
  • Diperlukan penataan sistem dan pengelolaan yang baik terhadap mobilisasi dan pengumpulan massa berdampak
  • Sistimnya melibatkan banyak unsur dan begitu besar hingga bersifat lintas sektoral (puncak komando dijabat BNPB/BPBD)

STRUKTUR ORGANISASI OPERASI SAR

SC (Search Commander)

  • Search Commander merupakan pihak yang menentukan kebijakan operasi secara umum atas rekomendasi dan laporan SMC
  • SC sebagai puncak komando hanya bersifat memberikan supervisi dan support terhadap SMC.
  • Support SC berupa penggalangan potensi SAR, penggalangan logistik, back up terhadap hubungan lintas instansi hingga masalah penggalangan support untuk operasi yang digelar
  • Supervisi yang diberikan berupa bantuan analisa/asumsi yang hanya bersifat masukan, monitoring terhadap kapasitas dan kinerja SMC sehingga dengan alasan tertentu bisa melakukan pergantian SMC
  • Dalam Operasi yang digelar SAR OPA, SC bisa dipegang oleh Dan SAR dan penggurusnya atau BASARNAS minimal Oleh Kepala POS  atau Komandan KKR
  • Menggelar informasi secara terbatas dengan etika berdasarkan fakta temuan dan laporan SMC

SMC

  • SMC adalah pelaksana misi  operasi SAR dimana SMC berhak menggelar dan  menghentikan operasi berdasar data yang  berupa fakta serta aturan SAR
  • SMC merupakan pihak pengendali yang  bersifat strategis.
  • Tugas SMC adalah memanajemen potensi yang  bergerak dalam operasi
  • Menentukan arah pergerakan SRU
  • Menyusun strategi operasi
  • Menggelar breefing terbatas dengan staff membahas analisa pergerakan dan  tindak lanjut info dari OSC
  • Mengkoordinir semua potensi yang  hadir di lapang
  • Menyusun kebutuhan kebutuhan operasi yang  harus di cukupi SC
  • Mengganti/merotasi OSC dan  SRU bila  diperlukan
  • Melakukan Scruting dan  menetapkan Standart kelengkapan personil
  • Menggelar paparan penemuan dan  fakta lapangan kepada SC dan lembaga terkait yang  terlibat
  • Staff SMC adalah Plotter, Logistik, Peralatan, Bankom, DU, Notulen

OSC

  • OSC merupakan perpanjangan tangan dari SMC yang berkedudukan di lapangan
  • Tujuan diadakan OSC adalah untuk memperdekat dengan posisi  pencarian
  • Pos OSC bisa berfungsi sebagai posko lapangan agar mobilisasi dan energi SRU dapat diatur dengan baik karena tidak perlu kembali ke SMC
  • OSC bisa berjumlah lebih dari 1
  • OSC hanya bertugas memanajemen pergerakan SRU atas perintah SMC. Tanpa perintah SMC OSC dilarang menggerakan SRU
  • OSC adalah tempat transit info.
  • Staff OSC adalah Bankom, Plotter, Dapur Umum, Kurir
  • Melakukan rotasi, pemulangan dan meminta pergantian SRU.
  • Melakukan Scruting tingkat lanjut di lapang

SRU

  • SRU adalah unit/regu yang melakukan operasi SAR
  • SRU berada di lapang di bawah kendali OSC
  • Rencana pergerakan SRU menjadi tanggung jawab OSC atas perintah SMC.
  • Bilamana di lapang terdapat temuan atau bukti yang harus dikejar maka pergerakan SRU bisa diputuskan secara mandiri berdasarkan asumsi dan analisa lapang dengan tanggung jawab pergerakan di Dan SRU
  • SRU wajib melaporkan data lapang pada SMC melalui OSC
  • SRU dilarang mengikuti breefing tingkat SMC yang berkaitan dengan analisa pergerakan dan asumsi
  • SRU ops. SAR GH idealnya berjumlah 6 orang dengan skill
  1.     Navigasi
  2.     komunikasi
  3.     Medis  darurat
  4.     Dasar RC
  • 4 orang bisa menjadi penandu 1 orang bankom dan 1 pembuka jalan atau 2 orang jadi bilayer pada penyebrangan basah/kering. Dan itu dilakukan bergantian

PERLENGKAPAN PENDUKUNG SAR

SC




  • Karena tidak berada di lokasi maka perlengkapan SC tidak begitu spesifik
  • Terkadang SC di SAR OPA banyak bertugas melakukan upaya perijinan ke dekanat/universitas untuk kemudahan potensi yang dikirim
  • Melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk mendukung operasi berupa dukungan logistik dan transportasi
  • Menggalang potensi SAR dan peminjaman alat melalui ketua umum organisasi
  • Melakukan scruting awal berdasarkan standar yang diajukan SMC
  • Menerbitkan surat dispensasi dan ijin, surat tugas dan E-SAR
  • Staffnya merupakan pengurus SAR OPA

SMC

  • Radio  komunikasi
  • Sekretariat
  • ATK, Peta & Alat Navigasi
  • Staff Bagian Komunikasi dan  juru tulis berita yang  menerima laporan dari OSC
  • Staff Bagian Plotting yang  bertugas memplot pergerakan SRU dan  kawasan penyusuran
  • Staff Bagian Peralatan yang  bertugas mendata alat yang  dibawa dari SC, dipinjam SRU dan  masuk gudang. Serta melakukan pengecekan standart perlengkapan yang  dibawa calon  SRU bersama SMC
  • Staff Bagian Pendataan Personel yang  bertugas mendata personel yang  keluar masuk dan melakukan rotasi serta meminta tambahan personel pada SC
  • Staff Bagian Humas yang  berfungsi melakukan koordinasi dengan elemen yang  bisa  dimanfaatkan seperti babinsa/polisi, dll
  • Disamping tugas masing masing bidang, staff SMC dan  SMC bertugas mengadakan breefing, analisa, membuat asumsi dan rencana pergerakan pada malam hari jm 19.00,  sementara hasil rencana pergerakan disampaikan pada OSC pada jam  21.00  – 22.00,  breefing SMC bersifat tertutup

OSC

  • Radio komunikasi
  • Posko/Base camp
  • ATK, Peta & Alat Navigasi
  • Staff Bagian Komunikasi dan juru tulis berita yang menerima perintah dari SMC dan membuat laporan via radio
  • Staff Bagian Plotting yang bertugas memplot rencana pergerakan SRU dan kawasan penyusuran yang disampaikan SMC via radio
  • Staff Bagian Personel yang bertugas membagi personel dalam SRU
  • Staff Bagian Dapur Umum yang bertugas menangani logistik makanan
  • Kurir yang bertugas membawa/mengambil logistik dari SMC serta membawa barang bukti ke SMC untuk dianalisa
  • Breefing OSC bersifat penyampaian laporan SRU pada Jam 17.00 dan penyampaian tugas operasi dari SMC jam 07.00

SRU

  • Radio komunikasi
  • Peta & Alat Navigasi
  • Webbing, Parang, Sepatu, Flysheet/tenda jika flying  camp, figur 8, carrabiner 2bh untuk 1 SRU,  binokcular, Rafia Stringland, ponco, logistik SRU,  plastic packing 2 lbr dan obat2an
  • 1 SRU 6 Orang
  • 1 Orang sebagai lead/pembuat jalan ketika evakuasi, 1 orang sebagai sweep dan memegang alat komunikasi
  • Bila melakukan penyeberangan lead  dan sweep bertugas memasang tali pengaman dan menjadi bilayer
  • Syarat umum seorang SRU berupa; menguasai Navrad dan analisa medan, menguasai dasar dasar pencarian, menguasai dasar dasar RC, menguasai sistem bertahan hidup di hutan, menguasai dasar dasar pertolongan medis
  • Masa tugas SRU dalam 1 Ops adalah 6 hari operasi dan harus ditarik atau diistirahatkan

Tim Advance

  • Radio  komunikasi
  • Peta & Alat Navigasi
  • Webbing, Parang, Sepatu, Flysheet/tenda jika  flying  camp, figur 8, carrabiner 2bh untuk 1 SRU,  binokcular, Rafia Stringland, ponco, Logistik tim, plastic packing 2 lbr dan  obat2an
  • 1 SRU 5 Orang
  • 1 Orang sebagai lead/pembuat jalan jika  ada  evakuasi dan memegang alat komunikasi
  • Bila  melakukan penyeberangan lead  bertugas memasang tali pengaman dan  menjadi bilayer
  • Jika ada  saksi mata maka tim Advance diperbolehkan menggelar rekonstruksi bersama saksi mata
  • Syarat umum seorang tim advance berupa; menguasai Navrad dan analisa medan, menguasai dasar dasar pencarian, menguasai dasar dasar RC, menguasai sistem bertahan hidup di hutan, menguasai dasar dasar pertolongan medis
  • Masa tugas tim adalah sekali misi  saja kemudian pulang melaporkan hasil pengumpulan data lapang pada SMC
Sistem Operasi Penanggulangan Bencana

Baca Juga :

Tulisan Oleh :
Windy Wirawan dalam Latihan Gabungan SAR OPA 2014
untuk www.gunung.xyz



Leave a Reply

Select Language