5 Trek Gunung Paling Sulit di Indonesia

 

Mendaki Gunung adalah sebagai salah satu bentuk refreshing yang sangat digemari banyak orang. Untuk mendaki gunung diperlukan pengetahuan dan persiapan fisik yang baik, banyak orang rela mengorbankan berbagai hal hanya untuk sekedar menyaksikan indahnya pemandangan Gunung.

Nah kali ini www.gunung.xyz akan membahas tentang 5 Trek Gunung yang paling sulit di Indonesia. Tentu pemahaman setiap orang akan berbeda tentang gunung mana yang paling sulit , semoga saja 5 trek gunung paling sulit ini bisa menambah penasaran para pembaca setia gunung.xyz

Inilah 5 Trek Gunung Paling Sulit di Indonesia yang saya rekomendasikan untuk didaki kawan-kawan semua.

1. Gunung Cartenz, Papua

Pendakian Gunung Cartenz

Memang tidak mungkin kiranya gunung tertinggi di Indonesia (Gunung Jayawijaya dengn puncak cartenz) termasuk mudah untuk didaki. Dengan ketinggian 4.884 meter diatas permukaan laut, puncak Cartenz adalah merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang diselimuti salju abadi. Udara dingin tentunya menjadi kendala utama. Di lerengnya saja, suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius. Makin dekat dengan puncak, suhu bisa sampai 0 derajat Celcius!

Suhu ekstrim di puncak cartenz ini membuat hipotermia dan AMS (Acute Mountain Sickness alias sakit ketinggian) menjadi kendala utama dalam pendakian. Oksigen yang tipis membuat semua pendaki mudah lelah, serta mudah mengalami halusinasi dan pusing kepala.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak mendaki gunung Cartenz. Yang pertama adalah kesehatan, di mana setiap pendaki harus memiliki fisik yang prima ketika hendak melakukan perjalanan jauh, untuk itu harus melakukan latihan minimal dua bulan secara rutin dan teratur. Kemudian selanjutnya yang terpenting adalah pengetahuan akan medan yang akan dihadapi baik itu rute perjalanan maupun cuaca, ketiga kemampuan navigasi dan menggunakan peralatan pendakian.

Dan yang nomer empat adalah peralatan pendakian berupa sepatu khusus yang bisa mencengkram lapisan es digunakan untuk summit, kaos kaki, celana dan pakaian khusus, jaket, jas hujan, sleeping bag, tenda. Kelima adalah menyangkut logistik selama pendakian, keenam adalah stategi pendakian untuk menggapai puncak gunung di atas ketinggian 4.000, dan yang terakhir dan terpenting adalah masalah keamanan.

Faktor keamanan di sekitar jalur pendakian Gunung Cartenz agaknya harus diwaspadai oleh semua pendaki, karena bisa saja kehadiran para pendaki akan digunakan para gerombolan sparatis untuk melakukan serangkaian tindakan agar eksistensi mereka menjadi perhatian dunia internasional

2. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan

Jalur Pendakian Gunung Latimojong

Gunung Latimojong adalah Gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, Latimojong adalah gunung dengan kemegahan yang tak mutlak. Gunung ini punya tujuh puncak, yang tertinggi bernama Puncak Rante Mario di ketinggian 3.680 mdpl. Medan yang akan dilewati cukup berat. Treknya curam, dan melewati hutan hujan yang lebat yang membuat kabut semakin pekat. Semakin mendaki, semakin udara dingin menusuk kulit.

Terkadang Anda harus melewati derasnya sungai hanya dengan berjalan di atas kayu tipis di atasnya. Di beberapa titik, para pendaki juga harus meniti pinggiran jurang dan berpegangan erat pada akar-akar pohon. Jangan lupakan untuk menggunakan sarung tangan jika tak ingin terluka!

Untuk jalur pendakian ke Gunung Latimojong. Untuk menuju ke sana, para pendaki biasanya berangkat dari Makassar ke Baraka yang sudah masuk dalam Kabupaten Enrekang. Kemudian, nebeng naik truk yang mengangkut barang ke Desa Karangan. Desa terakhir sebelum memulai pendakian.

Barulah setelah itu, pendakian akan dimulai. Jalur untuk pendakian sudah tersedia, sehingga para pendaki tak perlu takut tersesat atau repot-repot membuka jalur. Tapi ya begitulah, tanjakan yang akan kita lewati sangat berat!

Dari desa karangan itu, biasanya kita jalan pukul 09.00 WITA dan tiba di Pos 5 pukul 17.00 WITA. Besoknya, jalan lebih santai dimulai pukul 10.00 WITA dan tiba di Pos 7 pukul 14.30 WITA. Jalur pendakiannya memang sudah bagus, tapi dari Pos 2 sampai Pos 7 treknya terus menanjak. Kepala sudah di lututlah itu yang akan dirasakan.

Mencapai puncaknya butuh perjuangan ekstra keras. Setelah melewati beberapa bukit dan hutan lebat, Anda masih dihadapkan dengan tebing yang punya kemiringan ekstrim. Beberapa di antaranya mencapai kemiringan 70 derajat Oleh karena itu dibutuhkan beberapa peralatan separti tali-temali untuk bisa memanjatnya.

3. Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam

Gunung Leuser Indonesia

Gunung dengan trek paling panjang se Indonesia ini mempunyai 4 jalur pendakian. Empat jalur yang ada di Gunung Leuser dibuka langsung oleh Ekspedisi Wanadri. Satu di antara mereka meninggal ketika menyeberangi sungai yang luar biasa deras. Inilah salah satu factor yang cukup membuat banyak orang merasa Gunung Leuser punya kesulitan tingkat tinggi untuk didaki.

Gunung Leuser yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser, puncak tertinggi yang dimiliki gunung ini ada di ketinggian 3.404 mdpl. Untuk menuju puncaknya, dibutuhkan waktu 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Dikali dua jika dihitung perjalanan pulang. Pun sebelum mencapai puncak, Anda harus melewati tujuh gunung lagi!

Di hari ke-8 Anda akan tiba di Bipak Kaleng. Dinamakan begitu karena terdapat banyak kaleng bekas, sisa makanan yang didrop oleh helikopter bagi pendaki yang kehabisan perbekalan. Tapi tenang saja, dari sini, perjalanan ‘hanya’ 7-8 jam lagi menuju puncak.

Dari beberapa situs media online tentang kegiatan pendakian gunung bisa dikutip bahwa, mayoritas vegetasi di Gunung Leuser adalah hutan hujan dengan tingkat kerapatan dan kelembaban yang tinggi. Harimau dan badak Sumatera masih banyak ditemukan di sini. Karena medan yang membahayakan, para pendaki harus mengurus perizinan dari beberapa pihak termasuk Kapolres Aceh Tenggara, juga surat keterangan pendakian dan surat keterangan dokter.

4. Gunung Raung, Jawa Timur

Perjalanan ke Puncak Sejati Raung

Gunung Raung ini termasuk kedalam tiga wilayah yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puncaknya berada di ketinggian 3.332 mdpl, dilengkapi kaldera berbentuk lonjong dengan kedalaman sekitar 500 meter.

Di awal pendakian, jalanan berkelok dengan kontur naik-turun hingga ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Setelah itu, pendakian mulai sulit. Trek semakin terjal, dan jalur semakin sulit terlihat. Semak-semak pun tumbuh sangat lebat.

Jalur Kalibaru yang telah dirintis oleh Klub Pecinta Alam Pataga Untag Surabaya adalah jalur yang paling sulit dan menantang para penikmat ketinggian, karena harus melewati puncak Gunung Wates. Pendaki harus menuruni gunung Wates dan masuk lagi satu gunungan kecil pipih menjulang sehingga tercipta jurang yang dalam. Kalau mau melewatinya harus mendaki puncaknya yang tipis ataupun travers di dinding tebing sepanjang 50 m di salah satu dinding pugunungan ini.
Setelah itu pemanjatan semi-scrambling dengan pengaman tali tentunya menyusuri dinding puncakan tertinggi yang mudah rontok dengan travers ke sisi timur untuk melewati dua jurang dalam baru kemudian lurus melakukan pendakian mencapai puncaknya

Puncak Raung disebut ‘Puncak Sejati’. Untuk mencapainya, para pendaki harus melakukan panjat tebing dengan tali-temali. Treknya sangat sulit, dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

Terlepas dari itu, Gunung Raung juga terkenal angker. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama posnya, yaitu Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.

5. Gunung Kerinci, Jambi

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, 3.805 mdpl. Gunung paling tinggi di sumatera ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat. Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam.

Selain tanjakan terjal khas gunung tertinggi. Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk camp di ketinggian kurang dari 1.500 mdpl. Penyebab dari larangan ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera. Binatang-binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan.

Ketika tengah berkutat dengan trek terjal, angin dingin pun senantiasa menghampiri. Para pendaki pun jadi cepat lelah dan menggigil, membuat seluruh tubuh menjadi kaku. Tak jarang hujan es pun terjadi, sehingga hiportermia menjadi hal yang sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu persiapan pendakian yang matang harus dilakukan sebelum melakukan pendakian ke Gunung Kerinci.

Itulah tadi 5 Trek Gunung Tersulit di Indonesia, selain trek pendakian yang sulit ada beberapa kesulitan yaitu masalah keamanan dan cuaca yang berubah ubah. Pengetahuan tentang pendakian mutlak diperlukan sebelum melakukan pendakian ke 5 Gunung Tersulit ini. Selain itu mahalnya budget yang diperlukan adalah salah satu factor kesulitan dalam mendaki 5 gunung ini. Selamat berpetualang !

Leave a Reply

Select Language