5 Barang Penyebab Sampah di Gunung

Halo para pembaca jurnal pejalan. Pada kesempatan ini saya
mau bercerita mengenai sampah di gunung hasil dari pendaki yang kebanyakan
katanya sih “pecinta alam”. Jika ada perlengkapan wajib saat mendaki gunung,
nah sebaliknya beberapa perlengkapan dan bekal di bawah ini sebaiknya dihindari
saat mendaki gunung.
Pada setiap pendakian gunung setiap pendaki pasti
menimbulkan sampah, yang berbeda dari tiap pendaki adalah pengelolaan sampah yang
dihasilkan. Ada yang dikelola dengan baik, namun banyak juga yang di biarkan
begitu saja
Ini semua tentang sampah. Ya, memang benar bahwa yang
namanya sampah tidak lepas dari sisi buruk manusia. Dimanapun berada. Dimana
ada manusia pasti ada sampah, terutama sampah makanan. Bahkan orang di
pedesaaan juga tidak bisa lepas dari sampah, namun sampahnya kebanyakan sampah
organik. Tidak perlu pengolahan khusus pun sudah bisa di daur ulang oleh alam.
Bicara soal sampah, Gunung tertinggi dunia yaitu gunung
Everest, tiap tahunnya diperkirakan menghasilkan 50 Ton sampah, itu artinya
136kg setiap harinya. Jumlah tersebut bisa akan terus bertambah seiring
bertambahnya wisatawan yang mendaki gunung Everest.
Sampah tersebut terdiri dari tabung gas, tabung oksigen dan
perlengkapan perlengkapan yang sudah using atau rusak yang tidak di bawa turun.
Ada banyak macam sampah yang dihasilkan oleh para pendaki gunung, saya sendiri
termasuk salah satunya.
Kali ini saya akan mencoba membagi cerita dengan pembaca
untuk tujuan agar ada kesadaran dari diri sendiri akan pentingnya menjaga
kebersihan gunung.
Peralatan naik gunung yang menyebabkan sampah saat naik
gunung diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bahan Bakar Gas Kaleng / Gas Portabel
Sampah BBG
Sampah BBG
Bahan Bakar Gas ini merupakan penyebab utama sampah gunung
yang paling sulit di kelola. Seperti yang sudah kalian ketahui , sisa kaleng
gas yang sudah habis, tidak mudah untuk dibawa karena bahannya yang terbuat
dari logam tahan ledak/bocor tentunya. Memang sih lebih murah dan cepat.
Biasanya sampah BBG bisa ditemui di gunung dengan trek panjang / lebih dari 2
hari. Karena pendaki yang pemalas dan enggan membawa pulang kaleng gas kosong.
Untuk itu apabila anda merasa malas mebawa pulang kaleng gas
kosong, saya menyarankan membeli kompor yang berbahan multifuel (metana, alcohol,
spirtus, bensin, solar). Kompor berbahan multifuel memakai tabung yang bisa di
isi ulang. Lebih aman dan biasanya lebih irit bahan bakar. Namun kompor berbahan
multifuel kebanyakan mahal dan ribet saat mau menyalakan diawal.
Saat ini ada beberapa kompor gas yang memakai tabung isi
ulang, karena harganya yang mahal akhirnya memakai yang modifikasi, namun tidak
disarankan karena kurang aman. Di forum jual beli outdoor sudah ada converter
pengisi kaleng gas portable. Pengecualian untuk yang bawa tabung gas 3Kg .
2. Makanan dan Minuman kaleng.
Sampah Kaleng Makanan
Sampah Kaleng Makanan
Nah setelah BBG , bekas tempat makanan kaleng menempati
urutan yang kedua setelah kaleng gas. Makanan kaleng ini biasanya adalah
sarden/mackarel/ikan/daging/kornet dan sayur/buah kaleng. Memang tidak sebesar
kaleng gas, tapi tetap saja sulit untuk dikelola karena wadahnya kaleng.
Karena itu saya tidak memasukan makanan kaleng ke dalam
daftar makanan sehat dan cepat saat naik gunung . Sedangkan untuk minuman
kaleng yang sering dibawa biasanya sejenis bir.
Tidak sulit mengelola sampah minuman kaleng karena bahannya
lebih tipis dan ringan, tidak seperti sampah makanan kaleng.
3. Botol air minum.
Sampah Botol Air Minum
Sampah Botol Air Minum
Kalian pasti paham dengan masalah yang satu ini. Saat naik
gunung, satu orang paling tidak bawa 2 botol air minum ukuran 1,5 liter. Kalau
habis biasanya botolnya dibuang dan tidak dibawa saat turun dengan alasan tas
penuh. Padahal untuk membawa turun bekas botol air minum tidak lah susah dan
berat. Cukup diremet/penyet sehingga tidak memakan banyak tempat. Namun yang
namanya kurang kesadaran diri, tetap saja di tinggal di atas. Saran saya untuk
mengurangi sampah botol plastik adalah memakai wadah air yang bisa diisi ulang.
Semacam dirigen untuk keperluan rombongan dan water blader/streamer untuk
perorangan.
4. Bungkus makanan dan lain-lain.
Sampah Makanan
Sampah Makanan
Pada urutan terakhir perlengkapan penyebab sampah di gunung
adalah bungkus makanan, tisu kering dan tisu basah. Sebenarnya sampah jenis ini
paling gampang di kelola, karena paling ringan dan tidak membutuhkan banyak tempat,
bisa di bawa turun dengan ringan tapi jangan membakarnya diatas gunung karena
bisa merusak tanah. Sampah yg dihasilkan biasanya sampah plastik. Paling mudah
di kelola namun membutuhkan waktu yang sangat teramat lama untuk bisa hancur. Bahkan
kantong plastik dari swalayan yg bertuliskan “mudah hancur”,
membutuhkan kondisi2 tertentu agar bisa cepat hancur dengan sendirinya
Bungkus permen , bungkus tolak angin dan madurasa juga kerap
dibuang begitu saja. Sebaiknya kantongi saja sampah permen dan bungkus tolak angin
dan madurasa itu kemudian dimasukkan ke dalam tas sampah saat sudah di camp
area atau dikantongi sampai ke perijinan.
5. Sandal dan Sepatu Rusak
Sandal dan Sepatu Rusak
Sandal dan Sepatu Rusak
Ini adalah sampah paling aneh yang saya lihat selama mendaki
gunung. Sandal dan Sepatu rusak ditinggal begitu saja baik di camp area ataupun
dalam jalur pendakian. Orang orang bodoh macam apa yang meninggalkan sandal dan
sepatunya di Gunung. Sampah sandal dan sepatu ini meskipun sudah rusak
seharusnya dibawa turun kembali dan bisa dijahitkan atau kalau memang harus
memakai barang bagus bisa membuangnya di tempat sampah di pos perijinan. Jadilah
pendaki yang baik, jangan malas membawa turun apapun yang sudah kamu bawa naik!
Untuk mengatasi masalah sampah di gunung memang sebaiknya
ada iuran khusus untuk mengelola sampah di gunung. Namun kendala yang terjadi
di lapangan adalah sulitnya pengawasan pengelolaan sampah ini. Cara yang paling
ampuh adalah pengelola membayar orang untuk mengelola sampah, dan pengelola
kemudian membeli sampah yang di kumpulkan untuk di daur ulang.
Di gunung penanggungan cara unik diterapkan untuk menarik
minat pendaki membawa turun sampah yaitu dengan memberikan gratis 2 stiker
untuk setiap pendaki yang membawa turun sampah. Ini adalah cara yang menarik
meskipun sosialisasinya kurang, tapi pada gunung penanggungan sudah sangat baik
karena sudah disediakan 2 kantong plastic sebagai wadah untuk sampah. Demikian yang
bisa saya ceritakan tentang sampah yang dihasilkan dari pendakian. Semoga pendakian
kalian menyenangkan !



Leave a Reply

Select Language