Pendaki Gunung Bukanlah Pecinta Alam ?

Organisasi Pecinta Alam
Organisasi Pecinta Alam

Sebagai seorang pecinta alam tentu sungguh berat tanggung jawabnya..dari kata saja Pecinta Alam, berarti kita harus mencintai alam , jangan sampai merusak bahkan mengotorinya.. Saya sendiri memang tidak setuju, bila pendaki pendaki itu sama dengan pecinta alam, kenapa? karena kalau kamu pendaki, belum tentu pecinta alam, pecinta alam itu diajarkan banyak hal, ilmu-ilmu  semacam navigasi, SAR, mencintai flora dan fauna, survival, dll yang berkaitan dengan kegiatan mendaki atau kegiatan alam bebas lainnya.

Apa kalian yakin semua pendaki itu punya kemampuan yang saya sebutkan?

Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan “Pecinta Alam” awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme – patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :




“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan – slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” ( Soe Hok Gie – Catatan Seorang Demonstran )

Era pecinta alam sesudah meninggalnya Soe Hok Gie ditandai dengan adanya ekspedisi besar – besaran, dan era berikutnya ditandai dengan Era 1969 – 1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul munculnya Kode Etik Pecinta Alam .

Apakah saat ada seorang musisi mendaki gunung berarti dia pecinta alam? Seperti saya jelaskan sebelumnya Pecinta alam memiliki kode etik yang menjadi tujuan utama, mendaki hanya bagian dari kegiatan bukan identitas.. Pecinta alam juga melakukan kegiatan lain seperti arung jeram, susur goa, panjat tebing, konservasi lingkungan hidup, dan SAR . Apakah pendaki dan penikmat alam melakukan kegiatan itu terutama SAR ? Pendaki, penikmat alam ataupun wisatawan adalah sebuah identitas, dan belum tentu mereka adalah pecinta alam..

Dalam Etika ‘Etika Lingkungan Hidup Universal’ Ada 3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :

Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time.

Untuk masalah rusaknya alam, banyaknya sampah di gunung,vandalisme dimana-mana,dll.  Kemungkinan besar bukan seorang pecinta alam yang melakukannya (tidak menutup kemungkinan juga ada pecinta alam yang merusak/mengotori).. Dan yang terpenting setiap tindakan menyimpang dari pecinta alam dapat dipertanggung jawabkan kepada organisasinya.. Sedangkan penyimpangan pendaki, penikmat alam siapa yang mempertanggung jawabkannya?

Sesungguhnya itu masalah individu masing-masing, coba kalau para pecinta alam yang ikut dalam organisasi, memberi penjelasan atau informasi kalau jangan sampai buang sampah, dll ke tiap-tiap basecamp yang biasa digunakan para pendaki..dan memberi selebaran ke penghuni basecamp, “Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time”




Nah buat semua pembaca www.gunung.xyz , yang pecinta alam, kalo misalnya kalian merasa pernah merusak atau mengotori alam, khususnya di gunung, pantai dan hutan , segeralah berubah!  demi kelangsungan hidup kita juga gan dan keseimbangan ekosistem lebih bagusnya kita  mulai dengan kegiatan menanam pohon (seperti yang pernah dilaksanakan di Gunung Penanggungan), atau memperbaiki terumbu karang, dll..

Intinya, semua itu kembali kepada diri kita masing-masing.. kita harus saling mengingatkan apabila ada orang yang buang sampah sembarang, alangkah baiknya kita tegur atau kita pungut sampahnya di depan dia biar dia malu.

Bagi yang akan naik gunung, ketika turun jangan lupa untuk membawa sampah, sukur-sukur mencari sampah disekitarnya untuk ikut di bawa turun. Menegur bahkan dengan teguran keras baik ke perorangan maupun kelompok ketika diketahui melanggar adab di gunung misal membuang sampah sembarangan, memotong ranting bunga sembarangan dan lain sebagainya, tidak hanya menegur. akan tetapi juga memberi edukasi bagaimana adab dan attitude untuk melakukan pendakian, perjalanan ataupun nge camp.

Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan edukasi dan tamparan keras kepada para pendaki yang belum mencintai alam dan bisa membakar semangat para pecinta alam. Untuk para Pecinta Alam… Kalian tidak sendirian !.



Leave a Reply

Select Language