Obat yang Harus Dibawa Saat Mendaki Gunung dan Traveling

1. AINS (Anti Inflamasi Non Steroid)
 
Obat Pertama yang penting dalam pendakian adalah jenis AINS.
Inflamasi adalah nama lain dari radang, dimana ditandai dengan tanda: merah,
panas, bengkak, nyeri, dan gagalnya fungsi.

Obat ini diberikan untuk mengatasi radang dengan ciri-ciri
diatas. Obat ini sering ya kita kenal dengan nama obat radang atau anti nyeri
gan. Meski ga sekuat morfin dll namun paling ga nyeri sedang bisa diatasin deeh
hehe..

Berikut ini adalah daftarpembagian obat AINS:

Natrium Diklofenak
(Cataflam)

Dosis sediaan: 25 mg

Fungsi: Efek mengurangi nyeri dan demam. Penggunaan untuk
jenis-jenis nyeri sendi dan nyeri-nyeri ambang sedang.

Dosis: Dewasa 75-150 mg sehari: 2-3 kali dosis terbagi
sebelum makan.

Efek samping: paling sering: permasalahan lambung dan usus
(tukak/iritasi)

Asam Mefenamat

Ini adalah jenis obat yang paling sering dibawa. Saya pasti
selalu bawa kalau lagi jadi tim medis/jaga-jaga buat naik gunung dll. Tau kan
sama ponstan? Nah ini kandungannya.

Dosis tersedia: 500 mg. Dimakan 1 tablet saat nyeri, setelah
makan dan setelah makan

Fungsi: Menurunkan rasa nyeri ringan sampai sedang,
pengobatan tidak lebih dari 1 minggu.

Efek Samping: Permasalahan GIT (diare,mual,muntah,nyeri
perut,konstipasi)

Paracetamol

Obat ini juga kekinian banget karena pasti ada dimana-mana,
pasti tau kan paracetamol

Dosis Sediaan Paracetamol 500 mg.

Penggunaan : Dewasa: 3x sehari 1-2 kaplet. Anak: 3xsehari
¼-1 kalpet

Fungsi: Untuk menyembuhkan demam dan berbagai nyeri pada:
sakit kepala, otot, sendi, gigi, influenza, nyeri haid, demam, nyeri karena
peradangan.

Efek Samping: Reaksi alergi: /gatal-gatal, mual, muntah.

2. OBAT MAAG
 
Tau gak sih apa itu maag? maag itu keadaan dimana isi
lambung kosong (lambung melakukan pengosongan lambung buat disalurin ke usus)
dan kondisi asam lambung meningkat. respon ini diterima tubuh jadinya nyeri dan
sakit di perut. kalau sampe gejala maag yang ulu hati sakit banget dan muntah,
itu karena asam lambungnya udh naik ke atas gan

Daftar Obat Maag yang Dibawa Saat Pendakian dan Traveling

ANTASIDA

Dewasa: saat maag = diminum saat perut kosong dapat
mengurangi nyeri 20-60 menit

Fungsi : Merupakan basa basa lemah untuk menetralkan asam lambung,
sehingg dapat meningkatkan pH. Dipakai pada tukak lambung usus dengan rasa
terbakar pada hati, maag,

Antasida ini yang ada di promag dan mylanta itu. Kalau ada
yang maag sebaiknya ditenangin dulu, jangan langsung diberi makan karena itu
bisa menyebabkan dia muntah langsung. Perutnya dinetralkan dulu dengan air dan
antasida ini, baru setengah jam kemudian baru boleh makan.

OMEPRAZOLE

Dosis Sediaan 20 mg.

Dewasa: 20 mg atau 40 mg sekali sehari.

Obat ini udah beda level sama antasida. Karena ini buat yang
udah punya maag yang lama/kronis pokoknya. Harganya lebih mahal dari antasid
lagi
3. OBAT DIARE
 

LOPERAMIDE

Dosis Sediaan 2 mg.

Dewasa: 4 mg (2tablet dulu) baru diikut 2 mg berikutnya
setelah BAB. Maksimal 8 tablet 1 hari

ATTAPULGITE

Dewasa: 1,2-1,5 gram setiap buang air besar. Maksimal 9 gram
sehari

Kalian pasti pernah Buang Air Besar waktu di gunung kan?

Saya sering dan beberapa kali mencret hahaha. Tiap saya
mendaki dan makan indomie entah kenapa bawaannya pasti BAB. Dua obat ini pasti saya
bawa saat mendaki. Tapi saya lebih seneng bawa norit sih. Kandungan arangnya
bisa nyerap racun dan kuman di usus, lebih nyaman lah di saya. Selain itu norit
juga bisa di pake buat keracunan..meski harus minum banyak tabletnya
4. MUAL MUNTAH
 

Ini kasus di gunung yang sering juga saya temui .Orang naik
gunung, masuk angin, gak mau makan, dan maag, ditambah lagi dia asal naik aja
tidak  beradaptasi sama ketinggian dan
jadi mountain sickness.

Daftar Obat Mual Muntah Saat Pendakian:

METOCLORPRAMID

Sediaan: 1 tablet 10 mg

Dewasa: 3xsehari 5-10 mg

Efek samping: mengantuk dan gelisah

DIMENHIDRINAT

Sering dikenal dengan nama antimo.

Dewasa: sebelum perjalanan 50-100mg satu kali.

Fungsi : Mabuk jalan dan muntah karena kehamilan

Efek samping: mengantuk berat

Obat ini sih sebenarnya tidak buat mountain sickness . Tapi
pakai ini karena biasanya kalau mau mendaki naik bis atau truk dulu ke pos
terdekat. Siapatau ada yang mabuk darat.
5. ANTI ALERGI

Apakah kalian pernah menemukan kasus dimana temen kalian
gatal gatal merah, bentol gede atau biduran? Nah itu adalah ciri alergi. Berikut
daftar obat alergi untuk pendakian:

CTM

Sediaan 4mg

Dewasa: 3×1 sehari. Tidak melebihi 24 mg satu hari

Fungsi: Reaksi alergi misalnya rhinitis allergic (bersin
karena alergi), dapat menjadi tambahan pada obat batuk

Efek samping: mengantuk

CETIRIZINE dan LORATADINE

Sediaan 10 mg

Dewasa: 1 x 10 mg per HARI

Fungsi : Penggunaan pada reaksi alergi. Pada rhinitis(bersin
karena alergi), gatal-gatal/biduran (urtikaria)

Efek samping: sakit kepala, bibir kering

KORTIKOSTEROID

Nama pasaran: Dexametason

Doses Sediaan: 0.5 mg. Dosis tergantung kebutuhan/berat
ringannya penyakit.

Untuk alergi: Dewasa : Awal, 0,75-9 mg/hari, terbagi dalam
2-4 dosis.Indikasi

Obat anti inflamasi (radang) yang kuat dan anti alergi (asma
bronkial, dermatitis atopik, alergi obat, rinitis alergi)

Dexametason ini sering disebut obat dewa. Alergi, gatal,
penyakit kulit, radang, asma, bisa diobatin pakai  ini dengan dosis yang tepat. Saya  selalu bawa ini. Buat orang asma dan gatel
alergi juga perlu tambahan ini.

Dari tulisan panjang saya tentang obat untuk pendakian,
apakah cukup bikin pusing? Makanya kalian kalau bawa keril agak berat jangan
lupakan medisnya . Belum lagi perban, betadine, rivanol, oxycan, plester,
infus, botol kaca, peralatan penghangat, memasak ,dll. Meskipun saya orangnya tidak
terlalu sering minum obat/ biasanya nunggu ilang ilang sendiri penyakitnya
hahaha, tapi tetap kudu prepare

Inti Dari Daftar Obat untuk Pendakian dan Traveling:

Saat demam berikan paracetamol 500 mg tablet

Saat nyeri: ponstan/asam mefenamat, dan kataflam

Saat maag: antasid/promag/mylanta: sebelum makan, dikunyah

Saat alergi/gatal2/biduran: cetirizin 1xsehari

Bila mengalami maag+sebah+muntah duluan: metoclorperamid
dulu baru berikan antasida. jangan lupa diberi minum/pocari, muntah itu mengeluarkan
cairan, jadi takutnya dehidrasi terus kram, terus gak konsentrasi

Saat asma: salbutamol 2mg+ dexametason atau asma soho aja

Demikian pembahasan tentang obat yang biasa dibawa naik
gunung. Jangan merasa kesulitan mencari obat ini smua ya. Cari di apotik
pastinya ada, ini obat generik semua dan pastinya terjangkau. Semoga pendakian
menyenangkan !

Leave a Reply

Select Language