Tips Melakukan Pendakian Solo

Tips Melakukan Pendakian Solo
Rinjani Solo Hiking


Pendaki solo sebenarnya banyak sekali, tetapi sangat
jarang ketahuan.. Barangkali alasan mendaki solo adalah kepuasan pribadi,
sangat personal, jadi mereka enggan untuk menceritakan pendakian solonya
keluar. Teknis teknis pendakian soliter/solo atau rame-rame, sama saja
persiapannya. Hanya beda kuantitas aja.  Sebelum
memulai mendaki sendirian / solo hiking sebaiknya diperhatikan hal-hal berikut
ini :


1. Persiapkan data baik baik.
Sebelum memulai pendakian harus  mencari
literatur gunung yang dituju. Baca dan baca. Internet menyediakannya gratis.
Itu sebabnya saya menyarankan teman-teman untuk selalu berbagi cerita pendakian
karena akan bermanfaat bagi orang lain. Baca seolah besok mau ujian: turun bis
dimana,ciri basecamp apa, pos 1 bentuknya gimana, airnya, jalur pendakian, dan
apa saja KECUALI CERITA MISTISNYA!
Bukan apa apa sih, secara psikologis cerita cerita mistis akan berdampak negatif
pada semangat di jalan.

2. Persiapkan fisik. Terserah apakah
kamu sudah merasa sehat fit gagah, tapi selalu persiapkan diri baik baik sebelum
melakukan pendakian.Ingat ini solo hiking,  tidak ada yang menolong di gunung kecuali anda
sendiri.

3. Pamitan atau memberi informasi ke
orang lain bahwa kalian akan mendaki sendirian, sebaiknya yang diberi informasi
selalu standby di dekat HP.

4. Bawa alat komunikasi (minimal HP)
dan GPS jika ada.

5. Penuhi sendiri semua. Jadi mulai
dari obat obatan, kompor, tenda, sampai makanan bawa sendiri. Jangan sampai ada
yang tertinggal hingga merepotkan orang lain diatas nanti.

6. Atur jadwal sendiri
Meski tidak ada yang dikejar tetapi sebisa mungkin buat perencanaan waktu yang
ketat. Semisal, berhenti jika sudah jam 16.00 untuk ngecamp. Turun dari puncak
sebelum tengah hari, mulai jalan jam 6, dan seterusnya. Disiplinlah dengan
waktu yang sudah dibuat. Tidak ada yang mengingatkan kamu di gunung kecuali
jadwal.

7. Jangan paksa diri.
Saat berjalan jangan sok sokan gagah atau ngebut. Santai saja, kalo sudah capai
istirahat. Tenang…tidak ada yang nungguin di atas atau menyela dari bawah.
Puncak gak tergapai gak masalah… Saat nanjak juga jangan memaksa. Meloncat atau
merayap, pertimbangkan baik baik resikonya.Ikuti jalur, cari yg aman, santai
sajalah kawan.

8. Malam di tenda ngapain? Ya tidur
aja. atau baca baca blog saya 😀 , fesbukan, terserah. Tapi lebih baik
istirahat. Sendirian di hutan terkadang menimbulkan sensasi lain, bergantung
pengalaman bawah sadar yang barusan ditanam. Jika sebelum naik sudah ditakuti
cerita mistis bisa jadi ketakutan itu akan keluar ketika malam hari bengong di
tenda. Jadi, buang semua pengaruh negatif itu sebelum naik. Hindari waktu luang
berlebih dengan segera beristirahat.

9. Sapa pendaki lain ketika bertemu.
Ngobrol sebentar untuk menginformasikan kondisimu. Siapa tahu kamu butuh
bantuan, merekalah yang akan pertama datang. Jangan segan mengaku sedang
mendaki sendirian ketimbang bohong mendaki ramai ramai terus temannya udah di
atas. Informasi yang salah akan membahayakan diri sendiri manakala kita
tertimpa hal buruk.

10. Jangan berangkat dengan sombong,
menantang, meremehkan. Bahkan ketika kamu selamat tiba di bawah semua
keberhasilan itu tidak akan membuktikan apa-apa. Gunung tetap di sana, alam
masih teratur dengan hukum rimbanya. Mendaki sendirian, terus opo’o ? Semua
baru akan bermanfaat jika kita membaginya ke orang lain.

Demikian hal yang harus diperhatikan dalam melakukan solo hiking/ mendaki
sendirian. Harapan saya sih mulai banyak teman-teman yang mau menceritakan pendakiannya
secara solo untuk dijadikan pelajaran. Biasanya metode ultralight hiking
dipakai dalam pendakian solo ini, apakah ultralight hiking ? lain waktu akan
saya bahas tentang UL hiking. Terimakasih . Selamat menjelajah.

2 Comments

  1. Herlan Widayana October 14, 2016

Leave a Reply

Select Language