Kompor Mana Yang Paling Pas Untuk Mendaki Gunung ?

Ngomong-ngomong masalah kompor untuk keperluan memasak, dulu
waktu masih belum mencintai kegiatan alam bebas ini ke gunung cuman modal
parafin sama minyak gas atau spirtus yang dituang di dalam potongan kaleng coca
cola yang dibeli sebelum naik… belum pernah sekalipun berkenalan dengan yang
namanya kompor beneran.. Untuk itu sekarang saya mau membagikan info tentang
kompor mana yang cocok untuk mendaki gunung.

Berdasarkan bahan bakar maka ada kompor:
1. Bahan bakar parafin/Esbit
2. Bahan bakar minyak tanah/kerosene
3. Bahan bakar gas
4. Bahan bakar spirits/alcohol
5. Bahan bakar lilin
6. Bahan bakar kayu
7. Bahan bakar sinar surya
8. bahan bakar bensin/gasoline/petrol
9. bahan bakar whitegas/shellite/coleman gas




Secara garis besar, yang saya tahu ada 3 macem kompor yang banyak digunakan
1. berbahan bakar gas.
2. berbahan bakar spirtus/bensin/minyak tanah
3. Paraffin

Sisanya hanya digunakan untuk eksperimental atau untuk
hobiis saja.
Nah dari ketiga macem kompor di atas, menurut anda, mana yang paling pas dari
sisi ketahanan, kenyamanan, keamanan, bobot dan kemudahan pemakaian ?

Nah dari pertanyaan tentang kompor diatas mari kita bahas
ramai-ramai satu persatu masalah tersebut:


1.       Ketahanan
:
kompor-kompor masa silam berbasis logam (alloy dan brass)  sangat tangguh. Merknya bisa Primus, Optimus,
Svea. MSR, Coleman, etc.  Yang dimaksud
ketangguhan adalah kuat secara fisik karena dibuat dari  material bermutu dengan disain yg kokoh.
Trangia, maaf, alloy-nya tipis,  kalau
disimpan dalam tekanan ransel rawan penyok.

 

Pressure Stove MSR
Pressure Stove MSR

 




Pressure Stove Optimus Nova
Pressure Stove Optimus Nova
2.       Kenyamanan
:
ini sulit. Nyaman dalam konteks apa? Kompor dengan model pressure stove
bagi sebagian orang kurang nyaman karena sedikit rumit dalam menyalakan.
Trangia, gampang nyalain enak ditungguinnya, tapi gak nyaman dalam simmering
(ngatur apinya). Nah menurut saya yang paling 
nyaman yang berbasis gas. Terlebih kompor gas dengan tabung gas premium
seperti primus dll. Kompor dengan canister gas model Primus, snowpeak, msr, etc
sangat nyaman dlm penanganannya. Sudah kecil, tangguh di ketinggian, simmering
snagat bagus, cepat lagi. Sayangnya, kita tidak tahu berapa volume sisa dalam
tabungnya.

 

Kompor Gas Canister
Kompor Gas Canister

 

Kompor Trangia
Kompor Trangia
3.        Keamanan : Paling aman ya kompor pake
Parafin, lalu open jet alcohol ala Trangia, gas, dan terakhir pressure stove.
4.       Bobot
:
sekali lagi kompor Parafin juaranya. Kompor lipat ala militer itu kan
cuma kotak kaleng lipat. Tinggal buka tengahnya taruh tablet parafin, bakar ujungnya…enteng
di bobot..

 

Kompor Parafin
Kompor Parafin

5.       Kemudahan
pemakaian :
Maksud pemakaian itu bagaimana? Apakah mulai dari proses  menyalakan sampai penanganannya kah? Jika itu
maka kompor gas adalah yg termudah. Tinggal tancap catridge, sundut, nyala  biru, atur simmering dengan mudah. Trangia?
ya dia mudah juga tapi sulit mengatur nyala apinya. Sama dengan parafin.
Kompor Gas HiCook
Kompor Gas Hi Cook
 
Saya sangat menyukai kompor berbahan bakar gas, sayangnya di
Indonesia citranya terlihat buruk gara-gara sering terjadi ledakan kompor gas. 1
Tabung Gas Hi Cook bisa digunakan 2 hari memasak untuk 2-4 orang, hemat bukan ?
Meskipun gas hi cook sebenarnya tidak di desain untuk ketinggian tetapi nyata
nya masih bisa digunakan memasak dengan baik bahkan di puncak gunung dengan
ketinggian diatas 3000mdpl. Selain kompor gas saya selalu membawa kompor
cadangan yaitu kompor Parafin, sedangkan kompor bahan bakar spirtus mulai saya
tinggalkan karena bahan bakar berat dan memakan banyak tempat.
Kompor Laptop
Kompor Laptop Kotak Besar
 

Nah, sekarang semua kembali ke kamu sendiri, mana yg
cocok/sesuai sikon dan selera. Kalo merasa cocok bawa kompor kotak besar ya sah
sah saja, yang penting cocok di hati. Naik gunung pakai peralatan yang pas di
hati sungguh membahagiakan.

Selamat Memasak



Leave a Reply

Select Language