Kata Kata Inspiratif Pendaki Gunung

Gunung adalah tempat bagi kita untuk
meng-intospeksi diri kita sendiri. Dari Mendaki Gunung kita bisa belajar
bagaimana kesabaran, kebijaksaan dan apa makna kehidupan sebenarnya. Ya semua
pelajaran itu kita dapat dari Alam.

Pendaki Gunung biasanya dikenal sebagai orang
yang bijak dan apa adanya. Banyak sekali kata-kata dari pendaki gunung yang
bisa memberi inspirasi bagi kehidupan kita. Berikut ini beberapa kata-kata
bijak para petualang terkenal dunia. Mudahan saja bisa menggugah semangat kita
dalam berpetualang, atau paling tidak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.




Kata Kata Inspiratif Pendaki Gunung
Kata Kata Inspiratif Pendaki Gunung

“Because it’s there”
— George L Mallory, British Mountaineer




“It is not the mountain we conquer but ourselves.”
–Edmund Hillary New Zealander mountain climber and Antarctic Explorer Famous for being first to succesfully climb Mount Everest

“Bukan gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri.”

“ada rasa sedih dan marah setiap kali seorang kawan pemanjat menikah. Aku tahu pernikahan berarti akhir dari petualangan panjat tebing. Mereka akan segera pensiun, untuk mencari nafkah dan memberikan kehidupan yang stabil bagi kaum pembujuk itu dan anak-anak tuyul yang akan mereka lahirkan. Lalu ksatria pun akan menjadi sudra.
Sesungguhnya, dia bukan berpindah agama, melainkan turun kasta. 

“Petualangan adalah Ketidakmapanan yang Dapat Dipertanggungjawabkan, Ketidakmapanan adalah Petualangan yang Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan” 

“Selama burangrang tegak berdiri dan citarum masih mengalir, kisah kelana wanadri masih terus terdengar.” 

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya seperti monyet
yang dikurung didalam kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya
ingin mersakan kehidupan kasar dan keras, diusap oleh angin, dingin
seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil.
Dan orang-orang seperti kita tidak pantas mati di tempat tidur.” (Soe
Hok Gie 1969) “

” Sukaku di langit biru , dukaku di langit kelabu”
– alm penerjun Trisno Yuwono 




ini adalah cuplikan dari lagu melayang bagai elang ciptaan (alm)
trisnoyuwono, pendiri klub terjun payung AVES bandung juga salah satu
pendiri WANADRI, lagu ini menceritakan tentang kesukaan nya tentang
dunia terjun payung, lagu ini juga menceritakan tentang dukanya karena
anaknya meninggal ketika terjun di dili timor timur karena parachutenya
malfunction. 

Nobody climbs mountains for scientific reasons. Science is used to raise
money for the expeditions, but you really climb for the hell of it.”
–Edmund Hillary 

“Tak seorang pun mendaki gunung untuk alasan yang rasional.
Rasionalitas dipakai untuk mengumpulkan dana expedisi tapi sebenarnya
kamu mendaki cuman untuk senang-senang belaka.”

 Mountains are not fair or unfair – they are just dangerous.
–Reinhold Messner, Tyroll seven summitter

“Gunung bukannya adil atau tidak adil – hanya berbahaya saja.”

” You guys going up ? – Yes, yes, we go up – You may be going a lot higher than you think!”
–Don Whillans (British mountaineer), to a Japanese party, while descending Eiger  

“Kalian mau ke atas?” “Ya ya kami mau ke atas.” “Kayanya kalian mungkin bakal pergi ke tempat yang lebih tinggi deh (alam baka)”
Perbincangan Don Whillans dengan kelompok pendaki Jepang pada waktu dia
mundur dan turun dari Eiger (mungkin dinding utara dalam kondisi badai)
 

“Ojo rumongso iso,Iso’o mung Rumongso”-” 

“Jangan merasa bisa,karena kita hanya bisa merasa”- Puncak Lawu”  

“Bumi diciptakan dengan hanya secuil keindahan dari surga, kenapa tidak kita lestarikan agar dapat kita nikmati selalu?” 

“Tak ada gunung yang tinggi, rimba belantara, jurang
curam dan lautan serta angkasa yang tak dapat dijelajahi oleh Wanadri”
Alm. Sarwo Edhi Wibowo 

“Mendaki gunung adalah satu kegiatan yang tidak mengenal lelah. Sang
pendaki akan mendaki jauh dan lebih jauh lagi tapi tak pernah sampai ke
tujuan. Mungkin itulah yang membuat mendaki gunung punya daya tarik
sendiri. Sang pendaki selalu mencari sesuatu yang tidak akan pernah dia
temui.”
– Hermann Buhl 

 “Kadang kita harus meninggalkan pesta, meski pesta belum usai”
IN MEMORIAM RUSTAM M PAPINKA-MERBABU-

 yang paling bikin semangat jangan lupa :

“Masa muda masa yang berapi-api”

— H. Rhoma Irama 

kunjungi juga :
kata kata romantis pendaki gunung



Leave a Reply

Select Language