Jangan Lupakan Shalat di Gunung

Jangan Lupakan Shalat di Gunung
Jangan Lupakan Shalat di Gunung

Bagi seorang muslim yang beriman, shalat adalah hal yang harus
dilakukan, tidak peduli di manapun berada dan dalam kondisi apapun. Muslim yang
meninggalkan sholat karena terlena oleh urusan dunia akan celaka nasibnya,
berat siksanya, dirugikan perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang
penyesalannya.Berat kan ?
Mendaki gunung jauh membuat kita dari masjid. Mushollah di gunung juga belum
ada, di gunung juga jarang terdengar suara adzan. Yang ada hanya hening dan
dingin terasa pada daun telinga. Tetapi semua itu bukanlah alasan untuk tidak
sholat dengan tepat waktu. Islam itu kebahagiaan, keindahan dan kemudahan. Di
gunung kita bisa sholat tepat waktu, dan lebih merasakan dekat dengan sang
pencipta. Khusu dalam beribadah sekalipun kondisi di dalam hutan serba sulit.
Untuk itu, Islam memberi solusi dengan memberikan aturan-aturan yang sangat
mempermudah bagi para musafir atau traveller dalam hal ini pendaki gunung.
Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.

Panduan Shalat di
Gunung

Ketika sedang melakukan pendakian, berbagai macam kondisi
akan terjadi pada diri kita. Misalnya udara dingin, mengejar waktu agar tidak
kemalaman tiba di camp, dis-orientasi arah dan persediaan air yang terbatas.
Untuk menghadapi masalah seperti ini, Islam pun memberikan solusi agar tetap
bisa menjalankan shalat.

Berwudhu di Gunung

Dalam wudhu, anggota badan yang harus dibasuh adalah wajah,
kedua tangan hingga batas siku, mengusap sebagian kepala dan mencuci kaki
hingga batas mata kaki. Masing-masing wajib dibasuh/diusap sekali saja. Kalau
dua atau tiga kali sifat hanya sunnah. Namun bila kondisinya sangat dingin dan
khawatir menyebabkan penyakit, maka boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan
menyapu wajah dan tangan dengan tanah/debu sebagai ganti dari wudhu.

Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan
sepatu. Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu.
Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu` terutama bila dalam keadaan
udara yang sangat dingin.

Caranya sama dengan wudhu` biasa kecuali hanya pada ketika
hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh
bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci
kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.

Namun perlu diingat, sepatu yang digunakan haruslah yang
menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air.
Juga tidak boleh ada bagian yang bolong/robek.

Cara Menentukan Arah
Kiblat

Ketika hari masih terang, kita mudah menentukan arah kiblat.
Namun akan menjadi kendala ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut
tebal yang menutup cahaya matahari.

Ada beberapa cara menentukan arah kiblat :

– Cara termudah gunakan kompas/GPS

Perlu diketahui bahwa akibat yang akan terjadi karena
serongnya arah kiblat terhadap ka’bah yang hanya berukuran 12 x 10.5 x 15 meter
serta jauhnya jarak dari Indonesia yaitu sekitar 8000 KM maka selisih 1° akan
menyebabkan pergeseran sebesar 126 kilometer di Utara atau Selatan Ka’bah itu
sendiri.

Namun sebagai manusia, kita harus berusaha, yang penting
niatnya menghadap kiblat

Tidak usah repot2 menghitung, udah ada tabel dari MUI kok, arah
kiblat di Indonesia berkisar antara 290° hingga 295°

Misalnya ketika Anda di Jogja, maka kiblatnya arah 294,43°

jakarta: 25,09°

bogor: 295,17°

Malang: 294,13°

Gresik: 294,02°

Mataram: 294,32°

Medan: 292,45°

Merauke: 289,46°

Lengkapnya silahkan Google berapa derajat arahnya dari
tempatmu

Bisa langsung dipraktekkan di masjid terdekat (pake hp aja
ya)

dengan cara: arahkan kompas hp anda sampai menunjukkan
(mendekati) derajat arah ka’bah (lihat tabel) maka ponsel anda akan sejajar dengan
shaf.

– Lihat kalau ada kuburan, biasanya kalau Islam kuburannya
menghadap barat. Di beberapa gunung di Jawa, di puncak gunung terdapat kuburan.
Namun terkadang di kawasan tertentu di Jawa, kuburan ada yang menghadap
utara-selatan.

– Perhatikan tumbuhan lumut yang banyak terdapat di gunung.
Lumut biasa hidup di daerah yang minim mendapatkan cahaya matahari, oleh karena
itu kebanyakan lumut akan hidup di daerah yang menghadap ke arah barat.

– Rasi Bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk
arah Barat.

Ini adalah rasi paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah
tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus.
Tiga bintang itu disebut sabuk orion. Satu garis yang menghubungkan tiga
bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.

Shalat Jamak dan
Qasar

Shalat fardhu boleh dijamak bila anda dalam keadaan
safar/melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk
perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjamak shalat. Shalat yang boleh
dijama’ adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan
shalat isya.

Ada pula yang namanya mengqasar shalat. Cara melaksanakan
shalat qasar dengan meringkas jumlah rakaat, misalnya shalat zhuhur, asar dan
isya yang tadinya 4 rakaat di qasar/ diringkas menjadi 2 rakaat.

Kalau saya sendiri sebagai pengguna handphone android. Saya
pasang aplikasi pengingat waktu sholat plus kompas kiblat. lumayan membantu.
Ditambah kalo memungkinkan bikin jadwal naik gunungnya itu start pagi, siang
itu ishoma di jama’ Dhuhur sama ashar, jadi ga takut ketinggal sholat. Dan sholat
maghrib isya subuh itu di campsite.

Jangan Lupakan Shalat di Gunung Penanggungan
Jangan Lupakan Shalat di Gunung Penanggungan

 

Sekian informasi mengenai Panduan Shalat di Gunung, dan
terus terang ini sangat membantu banget buat saya pribadi dalam rangka
menjalankan kewajiban saat pendakian gunung. Akan sangat bermanfaat sekiranya
ada yang ingin menambahkan dan jangan lupa bagikan ke semua orang .

Leave a Reply

Select Language