Enam Gunung Ter-Angker di Indonesia

Enam Gunung Ter-Angker
di Indonesia

Sebelum mengetahui Enam Gunung Ter-Angker di Indonesia,
baiknya kita harus mengetahui, apakah angker itu? Secara psikologi angker bisa
berarti tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya karena dianggap
“berhantu” atau bisa berarti juga tampak menyeramkan dan menakutkan. Berbeda
dengan di luar negeri yang semuanya berdasarkan fakta keilmuan atau science, di
negara kita Indonesia dan beberapa Negara asia masih percaya akan keberadaan
hantu atau keberadaan dimensi lain yang tidak kasat mata dan belum bisa
dibuktikan secara ilmiah. Ya karena tak semua hal di jagat raya ini dapat
dibuktikan secara ilmiah atau secara keilmuan.

Tempat angker bisa ada di mana-mana, menyebar diseluruh
belahan dunia ini. Di keramaian ataupun di tempat yang jarang dikunjungi pun
bisa angker, salah satunya adalah gunung. Gunung angker selalu menakutkan salah
satunya yang menjadi korban gunung angker adalah pesawat Sukhoi  Superjet 100 yang jatuh di  Gunung Salak pada tahun 2011 dan masih
menjadi misteri. Apa penyebab pesawat terbaru dan canggih buatan Russia itu
sampai jatuh dengan sebab yang masih misterius. Aura mistis sangat kental tak
hanya ada di kawasan Gunung Salak, namun masih ada beberapa Gunung lagi yang
dianggap angker dan memacarkan aura mistis oleh masyarakat. Mau tahu gunung apa
aja itu simak 6 Gunung Ter-angker di Indonesia berikut ini :

1. Gunung
Semeru

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang Jawa Timur
ini adalah Gunung Tertinggi se-Jawa dengan ketinggian 3676Mdpl. Banyak para
pecinta alam yang menjadikan Gunung Semeru sebagai tempat’bermain’ mereka.
Gunung semeru mempunyai banyak tempat angker. Mulai dari Arcopodo yang sangat
terkenal hanya bisa ditemui oleh beberapa orang saja, mereka yang pernah
bertemu mengatakan bahwa ada 2 arca kembar yang sangat besar. Untuk yang belum
tahu, arcopodo ini adalah Pos Pendakian Gunung Semeru yang terakhir sebelum
menuju Mahameru. Selain itu banyak pendaki yang mengalami kesurupan saat
melintas di area Kelik / atas arcopodo. Karena itu di Kelik dibuat
plakat-plakat in memoriam.
Puncak Mahameru yang Menyimpan Misteri
Puncak Mahameru yang Menyimpan Misteri



Angkernya Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Bagi pendaki yang sudah turun dari puncak, biasanya sore
hari sampai di Cemara Kandang. Banyak pendaki yang tersesat dan hanya
berputar-putar di cemara kandang karena jalan di depan ditutup oleh yang tidak
kasat mata. Ranu Kumbolo juga menyimpan banyak misteri seperti hantu wanita
yang muncul setiap bulan purnama di tengah danau. Jembatan kayu sebelum pos 3
juga adalah tempat angker. Bau harum dan bau busuk sudah biasa tiba-tiba
tercium di situ, sebaiknya hindari beristirahat di jembatan tersebut.

 2. Gunung Salak

Gunung yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet
100 ini dikenal sebagai tempat yang menyimpan banyak misteri. Pesawat Sukhoi
yang jatuh pada 9 Mei 2012 bukanlah pesawat pertama yang jatuh di gunung ini.
Sebelumnya, sudah ada enam kali pesawat jatuh di kawasan Gunung Salak.
Misteri Gunung Salak
Gunung Salak



Lokasi Jatuh Sukhoi di Gunung Salak
Lokasi Jatuh Sukhoi di Gunung Salak

Gunung yang menjadi wisata pendakian ini juga kerap menuai
kisah misteri dari para pendakinya. Banyak pendaki yang mendengar suara gamelan
atau bahkan hingga melihat penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak.
Bahkan, tidak sedikit pendaki yang hilang di Gunung Salak. Selain pendakian,
tempat wisata lain di Gunung Salak juga dianggap mistis, contoh Kawah Ratu dan
Curug Seribu yang juga banyak menelan korban. Tak sedikit wisatawan tewas
karena keracunan belerang di Kawah Ratu atau tenggelam saat berenang di kolam
Curug Seribu. Hal ini mengundang banyak cerita misteri di Gunung Salak.

3. Gunung Halimun

Gunung Halimun adalah gunung tak aktif, namun gunung dengan
kompleks pegunungan yang luas ini merupakan gunung yang terletak di antara
Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Gunung dengan
ketinggian sekira 1.925 mdpl ini dikelilingi oleh Taman Nasional Gunung Halimun
Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak. Di wilayah sekitar
Halimun Bogor dan sekitarnya ada benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang
katanya tak kelihatan, pusat kerajaan ada di Gunung Salak, sebenarnya ini sudah
menjadi rahasia umum.



Pintu Masuk Gunung Halimun
Pintu Masuk Gunung Halimun

 

Kerapatan Hutan Gunung Halimun
Kerapatan Hutan Gunung Halimun
Catatan sejarah soal Kerajaan Siliwangi pasca kehancurannya
setelah diserang Kesultanan Banten pada 1620-an. Konon, ratusan macan gembong
atau harimau bertempat tinggal di sebuah bangunan dekat Kebun Raya Bogor
sekarang. Selain itu, ditemukan rawa berisi badak di sekitar Sawangan. Tempat ini
dahulunya dinamakan Rawa Badak, dimana di bagian ujungnya ditemukan situs parit
dan bekas tembok keraton yang dijadikan sarang macan. Kini, sarang macan ini
dikenal pertigaan beringin di Sawangan. Selain catatan-catatan arkeologi, ada
catatan mistis tentang segitiga Bogor. Sisa-sisa dari Laskar Perang Bubat
melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi
yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat
menghilang ini mirip Segitiga Bermuda dan Segitiga Formosa.

Gunung Halimun dan Gunung salak mirip Gunung Lawu yang
disucikan Majapahit; tak boleh ada yang melintasi diatasnya, katanya burungpun
bisa mati bila melewati satu titik tanah yang sakral.

4. Gunung Lawu
 
Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia,
tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini
adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari
rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan
kecil yang masih mengeluarkan uap air dan belerang. Gunung Lawu memiliki tiga
puncak, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang
terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Hargo Dalem Gunung Lawu
Hargo Dalem Gunung Lawu



Hargo Dumilah Puncak Lawu
Hargo Dumilah Puncak Lawu

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer
sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan
Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari
masa akhir Majapahit, yakni Candi Sukuh dan Candi Cetho.
Astana Giribangun
Astana Giribangun

Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat
Praja Mangkunagaran, yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat
komplek ini terletak Astana Giribangun, pemakaman untuk keluarga presiden kedua
Indonesia, Soeharto. Gunung Lawu menyimpan sejumlah teka-teki yang hingga kini
masih menjadi misteri, terutama pada tiga puncak utamanya yang menjadi tempat
penuh mitos bagi masyarakat Jawa. Puncak Hargo Dalem diyakini sebagai tempat
pemusnahan diri Raja Majapahit Prabu Brawijaya Pamungkas. Sementara, Harga
Dumilah merupakan lokasi penuh misteri yang menjadi tempat olah batin dan
bersemedi. Gunung Lawu disebut-sebut sebagai pusat kegiatan spiritual di Tanah
Jawa, yang bertalian erat dengan budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta. Tak
heran, setiap orang yang hendak melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu harus
memahami dan mematuhi segala larangan. Jika melanggar, maka orang tersebut
diyakini akan celaka saat mendaki Gunung Lawu.

5. Gunung Ceremai
Gunung Ceremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat
dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah
ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius
600 meter. Pada ketinggian sekira 2.900 meter dpl di lereng selatan terdapat
bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Gunung Ciremai dengan jalur mautnya
dan seringnya jatuh korban dari para pendaki ternyata menimbulkan berbagai
kisah menyeramkan.

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Kuburan Kuda Gunung Ciremai
Kuburan Kuda Gunung Ciremai

 

Beberapa kawasan di gunung ini diceritakan memiliki aura
mistik yang kental. Salah satunya situs Kuburan Kuda, yang merupakan kuburan
kuda tentara Jepang di masa penjajahan. Jika melewati daerah ini sering
terdengar ringkikan kuda tanpa ada wujudnya.

Ada pula Situs Papa Tere, yang dianggap angker karena pernah
terjadi pembunuhan terhadap seorang anak oleh ayah tirinya. Situs Sangga Buana
dan Pengasungan juga dikabarkan angker karena sering terdengar derap langkah
kaki para serdadu Jepang. Menurut cerita, tempat ini dulunya menjadi tempat
pembuangan tawanan perang dari Indonesia.

6. Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau
Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi
selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi
(puncak keaktifan) setiap dua sampai Enam tahun sekali dan dikelilingi oleh
pemukiman yang sangat padat. Selain itu, Gunung Merapi juga dipercaya sebagai
tempat keraton makhluk halus. Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram
memperoleh kemenangan dalam perang melawan kerajaan Pajang dengan bantuan
penguasa Merapi.

Gunung Merapi
Gunung Merapi

Gunung Merapi meletus hingga menewaskan pasukan tentara
Pajang, sisanya lari pontang-panting ketakutan. Penduduk yakin bahwa Gunung
Merapi selain dihuni oleh manusia juga dihuni oleh makhluk- makhluk lainnya
yang mereka sebut sebagai bangsa alus atau makhluk halus. Tempat-tempat yang
paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi sebagai istana dan pusat
keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah
batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya
sebagai tempat yang sangat angker.
Pasar Bubrah Gunung Merapi
Pasar Bubrah Gunung Merapi

“Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar
besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap
sebagai warung dan meja kursi makhluk halus. Pasar Bubrah jaraknya yang hanya
satu kilometer sebelum puncak, menjadikan tempat ini sebagai favorit bagi para
pendaki untuk bermalam. Mereka biasanya bermalam sebelum melanjutkan perjalanan
ke puncak atau sekadar menungu matahari terbit esok hari. Tak jarang orang yang
bermalam di Pasar Bubrah mengalami hal mistis, seperti mendengar suara-suara
orang bertransaksi atau mendengar suara gamelan di malam hari. Bahkan, ada yang
pernah melihat penampakan di tempat ini.

Pasar Bubrah itu terdengar ramai sekali seperti pasar pada
umumnya. Banyak yang percaya, sebetulnya batu-batu di Pasar Bubrah adalah
warung-warung. Mereka yang tak kasat mata memang sedang melakukan transaksi
layaknya yang terjadi di pasar pada umumnya. Untuk menjaga ketertiban di tempat
ini ada penjaga yang yang berjaga di sekeliling pasar. Secara ilmiah, kawasan
ini merupakan tempat pertemuan angin dari dua arah berbeda. Hembusan angin yang
cukup kencang dan saling bertemu menimbulkan desiran cukup kencang. Riuhnya
desiran angin inilah yang suara menyerupai aktivitas perdagangan di pasar.

Pesan untuk setiap pendaki adalah selalu berfikiran positif
agar tidak mengalami gangguan dalam pendakian. Karena jika anda meremehkan atau
berfikiran negatif maka ada saja yang akan mengganggu anda. Jangan lupa untuk
tidak berkata kotor dan merusak lingkungan. Banyak pendaki yang mengalami
kejadian mistis dan akhirnya tersesat karena melanggar aturan.

Leave a Reply

Select Language