Catatan Perjalanan Pendaki Gendut di Gunung Semeru

Prolog :

Saat itu aku masih kelas 1 SMA di kota santri.. Aku yang tidak mengenal sama sekali dunia pendakian dipaksa untuk ikut dalam pendakian ke Semeru. Ya aku memang seorang yang hanya suka dunia digital mulai dari hp,computer,kamera dll.. tapi pendakian itu merubah total kepribadianku…
Beratku 80Kg saat itu , yang terlintas dalam benak saat itu adalah ‘mungkinkah aku sampai puncak semeru?’ aku sudah mencoba mencari referensi di internet mengenai catatan perjalanan ke semeru dan aku lihat memang indah pemandangannya.. tapi juga sepertinya medan yang dilalui tidak akan mungkin bersahabat dengan badan gendutku…
2 Minggu sebelum pendakian aku mulai rutin melakukan jogging meskipun tidak jauh aku harap bisa menguatkan nafas nanti hahaha…. 1 Minggu sebelum pendakian aku membeli Tas Carrier 65L di Ace Hardware dengan uang tabunganku.. Beberapa hari sebelum pendakian kaki ku mengapal karena terlalu banyak berlari kecil siang hari tanpa menggunakan alas kaki hahaha….

Persiapan

Hari yang ditunggu tunggu telah datang , aku berkumpul dengan teman-teman satu sekolah di terminal Osowilangon. Total ada 18 orang saat itu. Dari terminal osowilangon aku naik bis menuju ke terminal arjosari malang, ongkosnya tidak sampai 10rb per orang. Di terminal arjosari kami menyewa lyn untuk bisa menuju parkiran Jeep di depan alfamart Tumpang . Sampai di depan alfamart tidak bisa langsung naik Jeep karena harus antri..banyak sekali rupanya yang mau menuju ke ranupane desa terakhir sebelum pendakian. Percaya gak percaya 1 Jeep dinaiki sekitar 20 orang dan sampai juga dengan selamat di Ranupane 🙂

Osowilangon – Arjosari

Sewa Lyn

Jeep Tangguh

Alay wkwk

Rombongan kami sampai Ranupane setelah maghrib dan langsung mendaftar perijinan.. Dingin sekali ranupane aku mengenakan 2 jaket tebal saat itu (bukan jaket gunung karena ga punya hahaha). Kami istirahat di rumah sebelah warung pak garenk karena sudah kemalaman kalau mau mendaki.

Hari ke 1 :

Pagi hari di Ranupane aku yang kedinginan dan gak bisa tidur ini melangkah menuju ke mushollah untuk shalat shubuh dan leyeh-leyeh di dalam mushollah bersama teman lainnya karena disini ada karpet jadi agak hangat.. Matahari mulai muncul perlahan mulai terlihat keindahan Danau dibawah mushollah ini… Kabut beriringan berjalan menyelimuti seluruh permukaan danau. Indah memang tapi tak ada niatan untuk turun melihat kebawah karena dingin sekali udara disini. Setelah makan nasi soto Pak Garenk kami paking ulang , berdoa dan memulai perjalanan.

Mushollah

Awal Pendakian

Awal berjalan masih trek datar dengan kebun penduduk di sebelah kanan, pendakian pertama ini terasa begitu berat saat jalan mulai menanjak. Kita harus mengitari beberapa bukit untuk sampai ke pos satu. Jarak dari pos satu ke pos dua tidak begitu jauh.Sepi sekali gunung semeru saat itu hanya ada beberapa crew jejak petualang trans 7 yang baru turun membantu syuting film 5cm. Aku berjalan amat pelan agar tidak memberatkan nafas. Di pos 4 kami memasak mie instan sambil memandangi ranu kumbolo yang sudah dekat, lelah sekali perjalanan dari pos 3 ke pos 4. Beberapa teman ada yang langsung mendahului  menuju ke ranu kumbolo. Sampai di ranu kumbolo sore hari pukul 4. Lama perjalanan sekitar 6,5 jam.. memang lama sekali dibanding kalian yang sudah sering kemari hahaha… Di ranu kumbolo sore itu teman-teman berenang, tidak takut dingin saking senangnya (tidak ada larangan saat itu). Malam berlalu begitu cepat karena kami semua kelelahan dan nyenyak tidur dalam empunya sleeping bag.

Pos 1

Pos 4

Benerang Renang 🙂

Hari ke 2 :

Pagi di Ranukumbolo, garis merah mulai Nampak di tengah bukit V . Aku dibangunkan untuk melihat sunrise, Alhamdulillah ini sunrise pertama saya di gunung.

Pagi Bosku

Setelah memasak dan membereskan tenda kami siap untuk melanjutkan perjalanan ke Arcapada , tempat camp terakhir sebelum puncak semeru. Tidak lupa aku balurkan “counterpain” ke kaki kaki yang gendut ini hahaha. Saat itu kami membawa 4 botol air 1,5 liter per anak karena tidak ada rencana untuk ambil air di sumber mani kalimati / saat itu tidak tahu ada sumber di kalimati 🙂

Siap Berjalan

Diatas Oro Oro Ombo

Ngaso di Jambangan

Tanjakan cinta yang terkenal itu sangat menguras tenaga, ternyata curam sekali ya.. sampai diatas tanjakan cinta belok ke kiri sedikit sampai di oro-oro ombo, beberapa ada yang lewat bawah tapi aku memilih lewat atas karena malas turun ke bawah kaki sedang tidak bersahabat diajak turun.Oro-Oro ombo ungu sekali dan aku kira lavender ternyata tidak.Cemoro kandang menyambut kami setelah itu, aku rasa ini tempat paling menyebalkan karena sangat menanjak dan banyak jalan seperti percabangan yang bisa membingungkan pendaki. Sampai jambangan kami beristirahat sebentar, puncak gunung semeru sudah terlihat semakin dekat. Curam sekali pikirku saat itu, apa aku bisa sampai ke puncak itu ? itu yang terus ada dalam bayanganku.. kalau tidak sampai puncak aku rasa akan mengecewakan kedua orang tua ku yang menunggu dirumah (pikiran ababil anak kelas 1 SMA haha ) jalan mendatar kami lalui sampai di Kalimati, terdapat kotak kotak tempat kamera dan puluhan porter film 5cm yang sedang beristirahat. Kami istirahat sebentar saja di kalimati karena sudah jam 3 sore kami takut kemalaman sampai Arcapada. Trek menuju arcapada berupa pasir yang menanjak dan dihiasi jurang dalam di sebelah kiri. Saat itu rasanya kematian sangat dekat. 1 jam berlalu saya sampai di Arcapada, sepi sekali dan langsung buka camp disitu. Rombongan artis 5cm melintas Arcapada saat senja , porter mereka di depan dan belakang. Pevita saat itu bilang “alon-alon wae” ke rombongan kami, Igor Saykoji yang paling gede masih Nampak meskipun sudah bersembunyi dengan buff dan kacamata. Rencananya nanti menuju puncak jam 12 malam.

Senja di Arcapada

Hari ke 3 :

Trek Pasir Semeru

Tanjakan Pasir tiada habisnya

Dini hari saat itu aku dibangunkan teman-teman untuk makan mie instan, rasanya lelah sekali dan tidak mau ikut ke puncak. Tapi semua itu hilang karena semangat dari teman-teman. Perjalanan ke puncak sangat berat, trek pasir yang tidak ada habisnya. Saat itu ada beberapa pendaki juga yang naik. Sampai di puncak jam 9 pagi, ya 9 jam kami habiskan untuk menuju ke puncak 🙂 . Berfoto sebentar dan kembali turun jam 10. Keindahan puncak pada pendakian pertama ini tidak akan aku lupakan. Kata teman-teman ini gunung paling tinggi di Jawa. Alhamdulillah bisa sampai diatas, pemandangan lautan awan yang biasanya aku lihat di Internet sekarang terpampang jelas di depanku 🙂

Puncak Mahameru

Seorang Teman di Puncak

Untuk turun kami semua berlari dan tidak memperhatikan jalur mana yang harus diambil Alhamdulillah kita semua selamat sampai di Arcapada. Karena persediaan air yang sangat tipis kami tidak berlama-lama langsung turun menuju ranukumbolo. Berjalan dengan air sedikit sungguh menyiksa, kaki yang mulai sakit menjadi pelecut semangat agar aku segera sampai ranu kumbolo. Di cemoro kandang aku dan 2 teman merasakan kejadian aneh, aku seperti sudah melewati jalan itu berkali kali. Akhirnya kami berhenti dan berdoa kemudian melanjutkan perjalanan kembali, 5 menit kemudian kami berhasil keluar dari Cemoro kandang dan sampai di Oro-Oro Ombo. Hampir maghrib kala itu, Melipir di sebelah kanan Oro-Oro Ombo dan menuruni Tanjakan Cinta sampailah kami di Ranu Kumbolo saat hari mulai gelap. Ambil air dan kami puaskan menghabiskan perbekalan disini. Bercerita sampai malam dan tertidur dalam dingin ranu kumbolo.

Terimakasih Mahameru

Menuju Ranu Kumbolo

Hari ke 4 :

Sunrise bukit V menyapaku lagi pagi ini, foto-foto adalah kegiatan wajib saat ini karena nanti rombonganku akan pulang . Teman-teman asik berenang dan memasak, aku tidak pernah membayangkan bisa mendaki gunung seperti ini, karena aku memang gendut dan mungkin lemah dalam hal fisik. Ini adalah bukti bahwa fisik lemah bisa dikalahkan oleh mental yang kuat. Aku banyak belajar dari pendakian pertama ini.
Jam 10 aku dan rombongan mulai meninggalkan ranukumbolo, berjalan perlahan karena tidak mau melepas keindahannya, rasanya ingin semalam lagi disini :).

Partner Pendaki Gendut

2 Comments

  1. Cee ManusiaLembah October 25, 2015
  2. Pingback: Tips Pendakian Gunung Semeru – Cikasur February 4, 2017

Leave a Reply

Select Language