Catatan Perjalanan Gunung Welirang via Tretes

Prolog

3 Hari setelah hari raya idul fitri 2013 aku bersama 3 teman berencana melakukan double summit ke gunung arjuno dan welirang lewat jalur tretes. Pos perijinan Tretes ini ada di sebelah Hotel Surya / Air terjun Kakek Bodo. Kami ber empat naik motor , menitipkan di pos perijinan dengan biaya 5rb perharinya. Setelah menunaikan shalat jumat di masjid sebelah Indomaret depan hotel surya kami memulai pendakian.

Hari ke 1 :

Jalur awal berupa makadam berkelok , jalannya sangat jelas kemudian bertemu dengan persimpangan dan belok kiri menuju Pet Bocor. Di pet bocor kami ngaso sambil mengisi air..

Pos Perijinan Gunung Arjuno Welirang

Kami diberitahu oleh pendaki yang baru turun bahwa diatas tidak ada air, baiknya membawa bekal air yang banyak dari pet bocor ini. Oleh karena itu kami pun memutuskan tidak jadi ke arjuno dan hanya akan mendaki gunung welirang. Perjalanan menuju kokopan sangat berat,kekecewaan kami juga bertambah karena tidak ada Jeep penambang lewat. Bila ada Jeep kami akan bawa air sebanyak-banyaknya agar bisa tetap Double Summit Arjuno dan Welirang. Tapi nampaknya Jeep penambang tidak naik hari itu, panasnya matahari terus menemani perjalanan hingga sampai di Kokopan . Sore hari saat kami sampai di kokopan langsung menyantap perbekalan yang sudah dibeli dibawah dan beristirahat sambil bercerita dengan pendaki lain di warung pakde kokopan :). Kokopan ada di ketinggial 1600 Mdpl atau sama dengan puncak Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan terlihat gagah bila dilihat dari Kokopan ini. Monyet monyet liar juga bergelantungan diatas pohon pohon besar di kokopan, banyak sekali jumlah mereka mungkin karena kebakaran diatas hingga mereka turun untuk menyelamatkan diri. Benar sumber air di kokopan ini sangat kecil, padahal biasanya air disini sangat melimpah. Musim kemarau panjang membawa dampak buruk juga bagi para pendaki. Selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan ke Pondokan. Kami berjalan pelan dan santai sambil menikmati dingin yang menusuk. Salah seorang teman sempat drop juga, istirahat agak lama akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Ada tanjakan yang seperti tiada habisnya untuk menuju ke pondokan ini, kami baru tahu setelah turun karena saat malam hari semua tanjakan terlihat sama dan menyiksa. Hawa mistis kami rasakan hingga kami mempercepat langkah.

Perjalanan ke Kokopan

Tikungan sebelum Kokopan

Pemandangan saat berjalan malam

Dini hari pukul 12 malam kami sampai di pondokan, karena tidak membawa tenda kami langsung ke mushollah pendaki , makan malam special saat itu kami harapkan karena sangat kelaparan. Urusan perut selesai kami gelar sleeping bag dan tidur dalam mushollah di Pondokan.

Hari ke 2 :

Kami bangun agak siang, rencana summit pagi hari gagal total .Pondokan adalah tempat para penambang belerang menginap, ada banyak pondok milik penambang dan mushollah yang kami tempati. Sepi sekali saat itu tidak ada aktifitas penambang.Yang perlu diwaspadai di Pondokan adalah NGADIONO, penambang yang agak gila suka bertanya “jam berapa ?” kemudian akan meminta segala yang dilihatnya, kalau bawa bekal pas-pasan kemudian diminta kan ya susah juga kita. Jadi hati-hati bila ada penambang yang seperti itu. Di Pondokan ini ada sumber air juga, pagi itu kami belum ambil air karena sudah membawa banyak dari Kokopan. Kami baru mulai mendaki ke puncak jam 7 pagi dengan berbekal 2 Air 1,5L Coca Cola dan makanan ringan. Jalan menuju puncak welirang ada di sebelah kanan pondokan, jalannya sangat jelas bila dibandingkan menuju ke puncak arjuno. Banyak penambang yang mengambil belerang di Welirang ini hingga jalan setapak ada bekas-bekas ceceran belerang berwarna kuning. Bila melihat tanaman cantigi( yang daunnya merah) cobalah makan, rasanya seperti Apel. Konon katanya bisa menyembuhkan Diabetes tapi saya juga belum pernah membuktikannya. Kami mendaki beberapa bukit sebelum sampai di sebuah tempat lapang , kami menamainya lapangan basket. Lapangan basket ditumbuhi banyak Bunga Abadi EDELWEIS yang mulai bermekaran.

Pondokan Pagi Hari

Rumah para penambang

Mushollah tempat menginap

Masak cireng dulu

Berjalan ke kanan kami ada dibawah tebing dengan sebelah kiri jurang yang dalam, menanjak dan kemudia ada persimpangan kanan dan kiri. Kalau mau ke puncak welirang pilih yang kanan karena yang kiri digunakan untuk penambang mengambil belerang. Aku sudah pernah mencobanya, bisa sampai puncak welirang kok, tapi melewati bebatuan berasap panas dan memotong jalur keatas untuk bisa sampai puncak. Jadi sebaiknya ke kanan saja hehe…

Jalan Menuju Puncak Gunung Welirang

Berdebu

Ini yang kami sebut lapangan basket

Melipir Jurang

Pemandangan menjelang puncak welirang sangat indah, ada Goa besar yang katanya dibuat ternak Rusa oleh belanda. Ada kotoran hewan juga yang kami duga adalah kotoran rusa. Puncak welirang berbentuk seperti punggungan Ikan Paus, dan asap belerang terus mengepul dibawahnya. Ada pemandangan batu susun saat akan menuju puncak, berupa batuan yang disusun hingga membentuk beberapa tulisan di lembah dibawah dekat puncak. Kalau tidak salah salah satu tulisannya adalah KOMPAS.

Indah kan Gunung Welirang

Pesona Gunung Welirang

Akhirnya sampai juga kami di puncak welirang, sepi sekali saat itu hanya ada kami berempat, tidak ada plakat yang menunjukkan puncak welirang saat itu. Perbekalan kami habiskan di Puncak berketinggial 3156 Mdpl itu, memang beberapa ratus meter lebih pendek dari Gunung Arjuno tapi pemandangan disini juga sangat indah. Hamparan awan membuat kami seperti berada di negeri di atas awan. Puas mengabadikan momen di Puncak Gunung Welirang , panasnya matahari memaksa kami untuk segera turun. Sampai di pondokan kami mengambil air yang mengherankan memang benar-benar kering sumber air di pondokan ini. Kami mengambil air yang warnanya agak merah, dicampur Jasjus jeruk agar rasanya tetap enak :).

Puncak Gunung Welirang

Alhamdlillah

Perjalanan turun ke perijinan dengan setengah berlari, sampai di Kokopan lagi sudah maghrib . Selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan dan sampai di perijinan sudah malam. Kami bermalam lagi di depan penginapan perijinan Gunun Arjuna Welirang ini karena kelelahan. Ini adalah pendakian pertamaku ke welirang, sampai saat ini aku sudah diberi kesempatan 3x untuk silaturahmi ke puncak welirang. Alhamdulillah .

Leave a Reply

Select Language